Kapolda Papua Barat Titah INASGOC Sorong-Raja Ampat Laporkan Permasalahan ke Pusat
Rabu, 25 Juli 2018 - 00:37 WIB
Kapolda Papua Barat Titah INASGOC Sorong-Raja Ampat Laporkan Permasalahan ke Pusat
A
A
A
WAISAI - Jelang kedatangan sejumlah persiapan terus dilakukan pihak panitia daerah yang di-back up INASGOC selaku panitia pusat untuk meyambut kirab api obor Asian Games 2018 ke pulau Bahari, Kabupaten Raja Ampat pada Kamis (26/7/2018) mendatang. Dalam rapat TGF di pelabuhan Waisai, Raja Ampat, yang dipimpin langsung Kapolda Papua Barat dan Bupati Raja Ampat, Selasa (25/7/2018), setidaknya ada enam catatan penting untuk diperbaiki dan diperhatikan oleh INASGOC.
Enam poin yang dibahas dalam pertemuan tersebut yakni mengenai kostum peserta pembawa obor Asian games di Raja Ampat, pelari cadangan dalam rombongan kirab, speed boat medis, iringan perahu hias saat kapal pembawa rombongan kirab kembali dari Pulau Pianemo serta yang utama adalah soal transportasi laut yang akan digunakan untuk membawa rombongan kirab obor Asian Games menuju pulau Pianemo.
"Kami awalanya sudah menyiapkan kapal Express Bahari, karena kapal tersebut dinilai mampu memasuki wilayah pulau Pianemo, namun usulan kami itu tidak dilakukan, namun dari pihak INASGOC selaku panitia Pusat, malah mereka memilih menggunakan satu unit kapal perang yang akan membawa rombongan kirab tersebut. Padahal jika dilihat dari kondisi di lokasi, kapal perang itu berukuran besar dan tidak bisa memasuki Daerah pulau Pianemo. Hal ini yang menjadi kendala, untuk itu kepada bapak Kapolda kami laporkan bahwa kapal Marina Express sudah sangat layak dan siap digunakan untuk membawa" ungkap Ketua Panitia Daerah penyambutan kirab Obor Asian Games, Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo dalam penjelasan kesiapan dihadapan panitia Pusat dan Kapolda Papua Barat, Selasa (24/2018) pagi.
Terkait hal tersebut, Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Rudolf Alberth Rodja mengatakan, terkait event besar di Raja Ampat ini, dirinya meminta kepada pihak INASGOC perwakilan Sorong-Raja Ampat untuk segera melaporkan sejumlah permasalahan yang ditemukan dalam TGF ke INASGOC pusat. Agar persoalan tersebut dapat segera teratasi mengingat waktu pelaksanaan sisa dua hari lagi.
Ditambahkan, pengamanan kirab obor Asian Games di Kota Sorong dan Raja Ampat, pihaknya melibatkan semua unsur dalam pengamanan kegiatan. Itu dimaksudkan demi suksesnya acara kirab obor tersebut.
Hal ini dikarenakan, kedatangan Obor Asian games di Papua Barat, khususnya di Kota Sorong dan Raja Ampat merupakan kebanggaan tersendiri bagi seluruh masyarakat Papua Barat. Hal utama dalam kegiatan ini menurut Rodja, kedatangan Obor Asian Games ke Raja Ampat yang merupakan destinasi wisata Dunia. Demi menyukseskan acara tersebut, Rodja mengimbau agar semua pihak dapat membayar kepercayaan itu hingga acara tersebut selesai.
Enam poin yang dibahas dalam pertemuan tersebut yakni mengenai kostum peserta pembawa obor Asian games di Raja Ampat, pelari cadangan dalam rombongan kirab, speed boat medis, iringan perahu hias saat kapal pembawa rombongan kirab kembali dari Pulau Pianemo serta yang utama adalah soal transportasi laut yang akan digunakan untuk membawa rombongan kirab obor Asian Games menuju pulau Pianemo.
"Kami awalanya sudah menyiapkan kapal Express Bahari, karena kapal tersebut dinilai mampu memasuki wilayah pulau Pianemo, namun usulan kami itu tidak dilakukan, namun dari pihak INASGOC selaku panitia Pusat, malah mereka memilih menggunakan satu unit kapal perang yang akan membawa rombongan kirab tersebut. Padahal jika dilihat dari kondisi di lokasi, kapal perang itu berukuran besar dan tidak bisa memasuki Daerah pulau Pianemo. Hal ini yang menjadi kendala, untuk itu kepada bapak Kapolda kami laporkan bahwa kapal Marina Express sudah sangat layak dan siap digunakan untuk membawa" ungkap Ketua Panitia Daerah penyambutan kirab Obor Asian Games, Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo dalam penjelasan kesiapan dihadapan panitia Pusat dan Kapolda Papua Barat, Selasa (24/2018) pagi.
Terkait hal tersebut, Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Rudolf Alberth Rodja mengatakan, terkait event besar di Raja Ampat ini, dirinya meminta kepada pihak INASGOC perwakilan Sorong-Raja Ampat untuk segera melaporkan sejumlah permasalahan yang ditemukan dalam TGF ke INASGOC pusat. Agar persoalan tersebut dapat segera teratasi mengingat waktu pelaksanaan sisa dua hari lagi.
Ditambahkan, pengamanan kirab obor Asian Games di Kota Sorong dan Raja Ampat, pihaknya melibatkan semua unsur dalam pengamanan kegiatan. Itu dimaksudkan demi suksesnya acara kirab obor tersebut.
Hal ini dikarenakan, kedatangan Obor Asian games di Papua Barat, khususnya di Kota Sorong dan Raja Ampat merupakan kebanggaan tersendiri bagi seluruh masyarakat Papua Barat. Hal utama dalam kegiatan ini menurut Rodja, kedatangan Obor Asian Games ke Raja Ampat yang merupakan destinasi wisata Dunia. Demi menyukseskan acara tersebut, Rodja mengimbau agar semua pihak dapat membayar kepercayaan itu hingga acara tersebut selesai.
(wib)