Palestina Bergabung, Timnas U 23 Hong Kong Ketar-ketir
Kamis, 26 Juli 2018 - 13:34 WIB
Palestina Bergabung, Timnas U 23 Hong Kong Ketar-ketir
A
A
A
HONG KONG - Pelatih Timnas U-23 Hong Kong Kenneth Kwok Ka-lok merasa anak asuhnya bakal mengalami perjuangan berat di cabang sepak bola Asian Games 2018. Hal ini tak lepas dari dengan masuknya Palestina sebagai salah satu pesaing di Grup A.
Sebelumnya grup ini hanya berisi Indonesia, Laos dan Taiwan. Namun setelah Palestina mengambil undian tambahan, negara tersebut masuk di Grup A.
Undian tambahan yang berlangsung di markas AFC, Kuala Lumpur, Malaysia terpaksa dilakukan. Sebab, Paletina dan Unie Emirat Arab (UEA) melakukan protes karena tidak dimasukan dalam negara peserta.
Komite Olimpiade Asia (OCA) pun akhirnya memutuskan tidak melakukan undian ulang, melainkan hanya memerintahkan kedua tersebut melakukan undian tambahan di mana AFC menyediakan kertas yang berisikan Grup A hingga F. UEA sendiri akhirnya bergabung dengan E dan akan bersaing dengan Korsel, Kyrgyzstan, Bahrain dan Malaysia.
Menaggapi hal tersebut, Kwok Ka-lok mengngkapkan Hong Kong tak akan mudah melewati rintangan di grup. Selain Indonesia yang diyakini bakal menggila dengan dukungan suporter setianya, Palestina juga akan jadi batu sandungan.
"Palestina adalah tim kuat, mereka pernah mencapai babak 16 Besar di AFC U-23 tahun lalu di Qatar. Mereka punya enam sampai tujuh pemain yang bermain di Eropa. Kami berusaha mengumpulkan lebih banyak informasi tentang mereka. Saya pikir kami belum pernah bertemu mereka di turnamen junior mana pun sebelumnya," ungkapnya dikutip SCMP, Kamis (26/7/2018).
Kwok Ka-lok menambahkan dengan lima tim bergabung di satu grup akan menyulitkan. "Dengan lima tim di satu grup, skor kami melawan tim terbawah tidak akan dihitung kalau kami lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Inilah yang membuatnya lebih sulit,"
Dengan adanya penampilan peserta ini, dipastikan jadwal pertandingan pun mengalami perubahan. "Kami seharusnya memainkan pertandingan pada 14 atau 15 Agustus. Sekarang jadwalnya kemungkinan dimajukan menjadi 10 Agustus. Dengan begitu kami punya waktu sedikit dan dikhawatirkan menganggu persiapan tim," imbuh Kwok Ka-lok.
Sebelumnya grup ini hanya berisi Indonesia, Laos dan Taiwan. Namun setelah Palestina mengambil undian tambahan, negara tersebut masuk di Grup A.
Undian tambahan yang berlangsung di markas AFC, Kuala Lumpur, Malaysia terpaksa dilakukan. Sebab, Paletina dan Unie Emirat Arab (UEA) melakukan protes karena tidak dimasukan dalam negara peserta.
Komite Olimpiade Asia (OCA) pun akhirnya memutuskan tidak melakukan undian ulang, melainkan hanya memerintahkan kedua tersebut melakukan undian tambahan di mana AFC menyediakan kertas yang berisikan Grup A hingga F. UEA sendiri akhirnya bergabung dengan E dan akan bersaing dengan Korsel, Kyrgyzstan, Bahrain dan Malaysia.
Menaggapi hal tersebut, Kwok Ka-lok mengngkapkan Hong Kong tak akan mudah melewati rintangan di grup. Selain Indonesia yang diyakini bakal menggila dengan dukungan suporter setianya, Palestina juga akan jadi batu sandungan.
"Palestina adalah tim kuat, mereka pernah mencapai babak 16 Besar di AFC U-23 tahun lalu di Qatar. Mereka punya enam sampai tujuh pemain yang bermain di Eropa. Kami berusaha mengumpulkan lebih banyak informasi tentang mereka. Saya pikir kami belum pernah bertemu mereka di turnamen junior mana pun sebelumnya," ungkapnya dikutip SCMP, Kamis (26/7/2018).
Kwok Ka-lok menambahkan dengan lima tim bergabung di satu grup akan menyulitkan. "Dengan lima tim di satu grup, skor kami melawan tim terbawah tidak akan dihitung kalau kami lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Inilah yang membuatnya lebih sulit,"
Dengan adanya penampilan peserta ini, dipastikan jadwal pertandingan pun mengalami perubahan. "Kami seharusnya memainkan pertandingan pada 14 atau 15 Agustus. Sekarang jadwalnya kemungkinan dimajukan menjadi 10 Agustus. Dengan begitu kami punya waktu sedikit dan dikhawatirkan menganggu persiapan tim," imbuh Kwok Ka-lok.
(bbk)