Tiba di Bandara Soetta, 33 Kuda asal Belgia Siap Pentas di Asian Games 2018
Selasa, 21 Agustus 2018 - 11:46 WIB
Tiba di Bandara Soetta, 33 Kuda asal Belgia Siap Pentas di Asian Games 2018
A
A
A
TANGERANG - Sebanyak 33 kuda balap peserta Asian Games 2018 dari Belgia, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa (21/8/2018).
Kuda-kuda itu diangkut dengan 11 truk besar, dan dinyatakan lolos desinfeksi oleh Kementerian Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian Bandara Soetta.
Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Soetta Imam Djajadi mengatakan, kuda-kuda itu langsung dibawa menuju area lomba di Jakarta Equestrian Park (JEP).
![Tiba di Bandara Soetta, 33 Kuda asal Belgia Siap Pentas di Asian Games 2018]()
"Kami telah melakukan pemeriksaan dan pengawalan terhadap masuknya 33 kuda Asian Games di Bandara Soetta," kata Imam di Bandara Soetta.
Dijelaskan, ke-33 kuda ini berasal dari negara setara dengan standar EDFZ, sehingga tidak perlu dimasukan lagi ke Instalasi Karantina, seperti kuda asal China.
"OIE (Organisation Internationale des Epizootics) sebagai Organisasi yang bertanggungjawab terhadap kesehatan hewan di seluruh dunia," sambungnya.
Dilanjutkan dia, ada dua status negara yang status kesehatan kudanya internasional, yakni yang memiliki standar kesehatan Equine Diseases Free Zone (EDFZ).
"Untuk kuda yang berangkat dari negara negara setara dengan standar EDFZ dapat langsung masuk ke area lomba Equestrian di JEP," sambung Imam Djajadi lagi.
Diungkapkan dia, negara yang belum setara dengan standar EDFZ harus masuk 14 hari karantina di Instalasi Karantina Hewan Sementara (IKHS) Arthayasa.
"Indonesia dan Cina termasuk ke dalam negara yang belum memiliki standar EDFZ. Sehingga, kuda-kudanya harus masuk masa karantina selama 14 hari," jelasnya.
Meskipun Indonesia termasuk negara yang belum setara dengan standar EDFZ, namun khusus Jakarta Equestrian Park telah ditetapkan sebagai Zona EDFZ.
"Dengan datangnya 33 kuda dari Belgia hari ini, total ada 133 kuda dari 25 negara yang berada dalam pengawasan Badan Karantina Pertanian di JEP," paparnya.
Terpisah, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Kementerian Pertanian Agus Sunanto berharap, wilayah EDFZ diperluas ke Jawa.
"Sehingga kita layak menjadi tempat bagi pertandingan olahraga berkuda skala internasional, dan memberi nilai tambah bagi industri peternakan kuda," tukasnya.
Kuda-kuda itu diangkut dengan 11 truk besar, dan dinyatakan lolos desinfeksi oleh Kementerian Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian Bandara Soetta.
Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Soetta Imam Djajadi mengatakan, kuda-kuda itu langsung dibawa menuju area lomba di Jakarta Equestrian Park (JEP).

"Kami telah melakukan pemeriksaan dan pengawalan terhadap masuknya 33 kuda Asian Games di Bandara Soetta," kata Imam di Bandara Soetta.
Dijelaskan, ke-33 kuda ini berasal dari negara setara dengan standar EDFZ, sehingga tidak perlu dimasukan lagi ke Instalasi Karantina, seperti kuda asal China.
"OIE (Organisation Internationale des Epizootics) sebagai Organisasi yang bertanggungjawab terhadap kesehatan hewan di seluruh dunia," sambungnya.
Dilanjutkan dia, ada dua status negara yang status kesehatan kudanya internasional, yakni yang memiliki standar kesehatan Equine Diseases Free Zone (EDFZ).
"Untuk kuda yang berangkat dari negara negara setara dengan standar EDFZ dapat langsung masuk ke area lomba Equestrian di JEP," sambung Imam Djajadi lagi.
Diungkapkan dia, negara yang belum setara dengan standar EDFZ harus masuk 14 hari karantina di Instalasi Karantina Hewan Sementara (IKHS) Arthayasa.
"Indonesia dan Cina termasuk ke dalam negara yang belum memiliki standar EDFZ. Sehingga, kuda-kudanya harus masuk masa karantina selama 14 hari," jelasnya.
Meskipun Indonesia termasuk negara yang belum setara dengan standar EDFZ, namun khusus Jakarta Equestrian Park telah ditetapkan sebagai Zona EDFZ.
"Dengan datangnya 33 kuda dari Belgia hari ini, total ada 133 kuda dari 25 negara yang berada dalam pengawasan Badan Karantina Pertanian di JEP," paparnya.
Terpisah, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Kementerian Pertanian Agus Sunanto berharap, wilayah EDFZ diperluas ke Jawa.
"Sehingga kita layak menjadi tempat bagi pertandingan olahraga berkuda skala internasional, dan memberi nilai tambah bagi industri peternakan kuda," tukasnya.
(sha)