Sambut Olimpiade 2020, Jepang Siapkan Masjid Berjalan

Sabtu, 25 Agustus 2018 - 14:36 WIB
Sambut Olimpiade 2020,...
Sambut Olimpiade 2020, Jepang Siapkan Masjid Berjalan
A A A
JAKARTA - Menyambut musim kompetisi Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020, Jepang mengumumkan proyek spektakulernya berupa masjid berjalan (mobile mosque). Proyek ini di bawah pengawasan Kepala Panitia Pelaksana Masjid Berjalan & CEO Yasu Project Co, Ltd Yasuharu Inoue, tersebut akan menjadi fasilitas tambahan yang bisa dinikmati baik oleh atlet maupun suporter beragama muslim dari berbagai negara.

Yasuharu dalam keterangannya persnya yang diterima SINDOnews, Sabtu (25/8/2018), mengatakan, ide dibuatnya masjid berjalan tercetus dari keinginan Jepang untuk menyuguhkan keramahtamahan bagi siapa saja. "Ya, kata ramahtamah mengusik saya lalu saya berpikir bagaimana jika dibangun tempat ibadah untuk tamu-tamu yang datang pada ajang olimpiade dan paralimpik," kata Yasuharu.

Yasuharu mengaku berkawan dengan banyak muslim dari berbagai negara baik Indonesia maupun negara-negara di kawasan Timur Tengah. Karena itu, meski beragama Budha, Yasuharu memahami kebutuhan ibadah salat bagi orang muslim.

Di sejumlah negara, menemukan masjid untuk menjalankan ibadah solat tentu tidak semudah negara-negara Islam dan Timur Tengah. Acapkali masjid atau fasilitas ibadah lokasinya jauh dan tempatnya tidak memadai. "Kenapa tidak didekatkan saja sarana ibadahnya kepada pengguna? Nah itu mengapa lalu saya membuat proyek masjid berjalan," ujar Yasuharu.

Masjid berupa truk dengan teknologi canggih ini menjadi proyek masjid berjalan pertama di dunia. Kapasitas masjid yang bisa menampung 50 jamaah tersebut akan memudahkan atlet olimpiade dan paralimpik untuk menjalankan salat termasuk shalat Jumat.

Teknologi canggih yang diadopsi masjid berjalan ini memanfaatkan truk bagian bak sebagai peralatan utama. Kedua sisi lantai bak bisa diperluas menjadi 48 meter. Sehingga masjid seberat 25 ton tersebut bisa menampung 50 jamaah.

Masjid berjalan akan dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara, ruangan tertutup dan tempat wudhu menjadikan masjid berjalan ini sangat nyaman untuk beribadah. Masjid juga memiliki sistem penyemprot ruangan yang memanfaatkan kristal mineral, sejenis air kesehatan yang diolah dengan teknologi canggih dan membuat jamaah menjadi lebih sehat dan bugar.

"Peserta olimpiade dan paralimpik yang muslim, bisa memanfaatkan masjid ini untuk salat," lanjut Yasuhara.

Yasuharu mengatakan, sejatinya, menciptakan masjid berjalan adalah bagian dari keramahtamahan Jepang terhadap para tamunya dari negara lain khususnya muslim. Orang Jepang ingin memberikan kemudahan dalam berbagai hal termasuk kebutuhan untuk ibadah.

Yasuharu berharap masjid berjalan yang diciptakan bisa digunakan juga oleh negara-negara lainnya. Terutama negara dengan jumlah masjid yang masih terbatas atau negara yang tengah menggelar even-even internasional.

Masjid berjalan berupa truk besar seberat 25 ton ini dibandrol dengan harga sekitar 100 juta yen atau setara dengan Rp14 miliar.

Sayangnya proyek masjid berjalan ini belum bisa dibawa ke Indonesia pada musim Asian Games 2018 dengan alasan waktu yang sangat mepet. Namun pada olimpiade di Tokyo tahun 2020, pihak Yasu Project akan menyediakan 10 unit masjid berjalan yang ditempatkan di sejumlah titik.

"Saya berharap masjid berjalanini tidak hanya dipakai dalam olimpiade di Tokyo, tetapi juga masyarakat lain di berbagai negara termasuk Indonesia," pungkas Yasuharu.
(bbk)
Berita Terkait
Komite Olimpiade Jepang...
Komite Olimpiade Jepang Optimistis Soal Nasib Tokyo 2020
Klaim Panitia Olimpiade...
Klaim Panitia Olimpiade Tokyo 2020, Semua Venue Bebas Virus
Resmi Dimulai, Hitung...
Resmi Dimulai, Hitung Mundur Olimpiade Tokyo 2020
Presiden IOC Thomas...
Presiden IOC Thomas Bach Yakin Olimpiade Tokyo Berjalan Sukses
Daftar Perolehan Medali...
Daftar Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020, Jumat (30/7/2021) Pukul 12.00 WIB
Komite Olimpiade Brasil...
Komite Olimpiade Brasil Mulai Kirim Atlet Latihan ke Luar Negeri
Berita Terkini
Justin Hubner Bisa Absen...
Justin Hubner Bisa Absen Perkuat Timnas Indonesia Lawan Mozambik
7 jam yang lalu
Shin Tae-yong Bawa Gerbong...
Shin Tae-yong Bawa Gerbong Lama Tim Pelatih Timnas Indonesia ke Persija
12 jam yang lalu
Shin Tae-yong Resmi...
Shin Tae-yong Resmi Jadi Pelatih Persija Jakarta
14 jam yang lalu
Insiden Penembakan Dekat...
Insiden Penembakan Dekat Markas Timnas Inggris Bayangi Piala Dunia 2026
15 jam yang lalu
Team RSTelkomsel 5G...
Team RSTelkomsel 5G Juarai Grup R pada Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
15 jam yang lalu
Jonatan Christie Rehat...
Jonatan Christie Rehat dari Bulu Tangkis usai Gagal Juara Indonesia Open 2026
17 jam yang lalu
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved