BSANK Targetkan Akreditasi Tujuh Organisasi Olahraga

Rabu, 26 September 2018 - 14:58 WIB
BSANK Targetkan Akreditasi...
BSANK Targetkan Akreditasi Tujuh Organisasi Olahraga
A A A
JAKARTA - Badan Standardisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) kembali melakukan akreditasi terhadap organisasi cabang olahraga. Untuk tahun ini, sebanyak tujuh organisasi cabang olahraga ditargetkan mengikuti proses akreditasi.

“Sudah ada beberapa organisasi cabang olahraga yang mendaftar untuk mengikuti proses akreditasi tahun ini, diantaranya Perbasi (basket), PB WI (Wushu) dan Muaythai Indonesia, dan FORKI (Karate). Kita masih membuka dan dalam pekan ini kita harapkan ada organisasi-organisasi cabang olahraga lain yang mendaftar,” ujar Ketua BSANK, Prof. Hari. A. Rachman.

Akreditasi menjadi salah satu agenda penting BSANK sebagai bagian dari upaya membangun sistem keolahragaan yang kuat sekaligus meningkatkan standar kualitas dan profesionalitas penyelenggaraan organisasi olahraga guna meningkatkan prestasi olahraga nasonal.Hal ini sesuai dengan ketentuan UU Nomor 3 tahun 2005, Peraturan Pemerintah No.16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan Peraturan Presiden No 11 Tahun 2014 tentang Tentang Sususan, Kedudukan dan Tata Kerja Anggota BSANK.
Untuk diakreditasi, organsasi cabang olahraga bisa mengajukan surat permohonan akreditasi kepada Sekretariat BSANK. Kemudian melengkapi dan mengisi dokumen-dokumen antara lain Akta pendirian organisasi dan perubahannya, Surat Keterangan Domisili Organisasi, Copy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Profil organisasi pemohon akreditasi, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pedoman mutu organisasi yang sudah disahkan, Daftar prestasi yang telah dicapai, Rekaman internal audit dan tinjauan manajemen, form Asesmen Mandiri Akreditasi Organisasi Keolahragaan yang telah diisi dan ditandatangani oleh pemohon.

Tahun lalu, BSANK juga telah melakukan akreditasi terhadap tujuh organisasi cabang olahraga, namun hanya empat cabang olahraga yang dinilai layak mendapatkan sertifikasi. Empat cabor yang memperoleh sertifikat akreditasi itu adalah Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI), Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI/kebugaran), dan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI). Sertifkat akreditasi sudah diserahkan langsung oleh Menpora Imam Nahrawi beberapa waktu lalu.

Hari menegaskan, hasil dari proses akreditasi yang dilakukan itu disebutkan akan relevan dengan tingkat prestasi yang dicapai oleh cabor bersangkutan. Artinya, dengan kriteria-kriteria penilaian akreditasi, dapat diketahui, dianalisis, dan dikaji secara ilmiah faktor dan penyebab maju atau mundurnya prestasi olahraga nasional.

“Sosialisasi mengenai akreditasi ini sudah kita lakukan sejak beberapa tahun lalu setelah BSANK, baik di pusat maupun daerah. Pengurus Besar (PB) organisasi cabang olahraga hampir semua tahu. Tapi tidak semua merespon. Sekarang kita buka lagi, dan kita harapkan prestasi IPSI dan FPTI sebagai cabor peraih medali emas terbanyak di Asian Games 2018 yang sudah terakreditasi BSANK, mendorong PB-PB lain melakukan akreditasi agar pengelolaan organisasi cabornya lebih rapih dan professional,” tambah Hari.

Diketahui, ada 10 elemen penilaian akreditasi pengelolaan organisasi olahraga yang dilakukan BSANK. Yaitu Manajemen organisasi, Sistem mutu dan pedoman organisasi, Personil, Sarana prasarana, Realisasi pekerjaan, Audit internal, kaji dan perbaikan berkelanjutan, Penanganan pengaduan dan laporan, Pengendalian rekaman, Kesejahteraan pelaku olahraga dan kode etik.

Wakil Sekjen PB IPSI, Fahmi Wardi menegaskan, dalam membenahi organisasi cabang olahraga, harus dimulai dari induknya (PB). Ia juga mengakui bahwa akreditasi yang dilakukan BSANK berdampak positif bagi keorganiasian IPSI, sekaligus berpengaruh pada peningkatan prestasi.

“Karena PB IPSI sudah terakreditasi baik, kita juga mensosisliasikannya ke IPSI di provinsi atau daerah agar mereka juga melakukan akreditasi. Karena sudah terakreditasi, hubungan kita dengan berbagai pihak termasuk pemerintah juga bisa lebih dekat. Sukses di Asian Games 2018, juga karena kita menerapkan standar kualitas penyelenggaraan, seperti memasang video di lima sudut arena pertandingan untuk mengelimir protes. Di IPSI sudah ada standar kepelatihan, dan akan berkoordinasi dengan BSANK untuk pembentukan LSKTK (Lembaga Sertifikasi Kompetensi Tenaga Keolahragaan),” ujarnya.
(bbk)
Berita Terkait
Senyum Dito Ariotedjo...
Senyum Dito Ariotedjo saat Dipanggil Prabowo ke Kertanegara
Menpora dan Komisi X...
Menpora dan Komisi X DPR Bahas Pemangkasan Anggaran Rp1,29 Triliun untuk 202
Menpora Dito Terima...
Menpora Dito Terima Kunjungan Organisasi Kerja Sama Islam Hissein Brahim Taha
Piala Menpora Jadi Benchmark...
Piala Menpora Jadi Benchmark Bergulirnya Kompetisi Olahraga di Indonesia
Terpilih Sebagai Waketum...
Terpilih Sebagai Waketum PSSI, Menpora Belum Pastikan Pengunduran Dirinya
Ini Sosok Dito Ariotedjo,...
Ini Sosok Dito Ariotedjo, Menpora Baru Pilihan Jokowi
Berita Terkini
Luke Vickery Resmi Jadi...
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030
2 jam yang lalu
Fakta Unik Piala Dunia...
Fakta Unik Piala Dunia 2026: Pertama Sejak 44 Tahun, Partai Final Tanpa Pemain Bayern Munich
3 jam yang lalu
Kilas Balik: Lamine...
Kilas Balik: Lamine Yamal Masih Bayi saat Dimandikan Messi, Kini Bentrok di Final Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Trump Akan Serahkan...
Trump Akan Serahkan Trofi Pemenang Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Argentina Terancam Sanksi...
Argentina Terancam Sanksi FIFA Buntut Selebrasi Pemain di Spanduk Politik
6 jam yang lalu
Bellingham Tampar Pemain...
Bellingham Tampar Pemain Argentina karena Selebrasi Provokatif, Laga Semifinal Minim Sportivitas
7 jam yang lalu
Infografis
Pacu Jalur, Olahraga...
Pacu Jalur, Olahraga Tradisional Riau yang Mendunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved