Peluang Rider Indonesia di MotoGP Cukup Terbuka

Selasa, 06 November 2018 - 12:30 WIB
Peluang Rider Indonesia...
Peluang Rider Indonesia di MotoGP Cukup Terbuka
A A A
KUALA LUMPUR - Publik Tanah Air masih harus ekstrasabar menyaksikan pembalap Indonesia di MotoGP. Memiliki dua rider yang bertarung di Moto2 tidak berarti pembalap Indonesia siap bertarung di kelas paling bergengsi tersebut.

Musim ini, Indonesia cukup beruntung karena memiliki dua pembalap yang bertarung di Moto2, yakni Dimas Ekky Pratama dan Rafid Topan Sucipto. Buat Dimas, ini adalah musim keduanya di Moto2. Sementara Rafid menjadi comeback setelah sempat melakukannya pada 2012 dan 2013. GP Malaysia, Minggu (4/11), menjadi penampilan perdana mereka musim ini.

Hasilnya, tak terlalu mengecewakan, setelah roda motor kedua mereka menyentuh garis finis. Dimas finis di posisi ke-23 setelah terpaut lebih dari 57 detik dari posisi pertama Luca Marini dari SKY Racing Team VR46 yang mencatatkan waktu 38 menit 25 detik. Sementara Rafid finis di posisi buncit dengan selisih waktu lebih dari 2 menit 4 detik dari Marini.

“Mengenai dua pembalap Indonesia di Moto2, saya berharap yang terbaik untuk mereka. Tidaklah mudah naik ke MotoGP,” kata Pemilik LCR Honda Lucio Cecchinello, kepada wartawan, Sabtu (3/11), dalam acara gala dinner LCR Honda bersama Castrol.

Cecchinello pantas menjadi referensi jawaban atas pertanyaan tersebut karena posisi LCR Honda sebagai salah satu tim satelit di MotoGP bisa digunakan pintu masuk para pembalap baru ke tim elite.

LCR Honda yang didukung Castrol berhasil memanaskan persaingan dalam beberapa musim terakhir. Mereka selalu berada di kisaran 10 besar pada akhir klasemen balapan, termasuk musim ini di mana mereka memiliki Cal Crutchlow.

Pembalap berusia 33 tahun yang menjadi rider LCR sejak 2015 tersebut tampil bagus pada 2018 dengan menempati urutan ketujuh klasemen pembalap sementara dengan tiga kali podium, termasuk di GP Argentina saat Crutchlow di podium pertama sebagai yang tercepat.

“Pembalap Indonesia harus menunjukkan performa terbaik di Moto2 jika ingin naik ke kelas MotoGP. Jadi, menurut saya, sekitar satu atau dua tahun yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan di Moto2,” ujar pria asal Italia itu.

Dia cukup senang melihat perkembangan olahraga balap di Asia Tenggara, termasuk Indonesia cukup bagus. Menurut Cecchinello, balap motor di Asia Tenggara berkembang pesat.

“Kami senang bisa melihatnya karena di negara seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand ada banyak kompetisi lokal yang telah dimulai. Begitu besar investasi dari manufaktur terhadap balapan dan pembalap muda demi mentas di MotoGP pada masa mendatang,” tuturnya.

Sementara pembalap LCR Honda Stefan Bradl mengatakan untuk bisa berada di MotoGP memang tidak mudah. Selain bakat dan passion, butuh kerja keras dan jalan yang tidak mudah. Menurut Bradl, mereka yang ingin jadi pembalap profesional sudah harus memulainya sejak usia sangat muda. Dimulai dengan motor kecil dan terus berlanjut ke level lebih tinggi.

Dia juga harus berada di lingkungan balap. “Kombinasi tersebut dibutuhkan untuk berada di dunia balap motor,” ujar pembalap asal Jerman tersebut. Jika semua tersebut sudah dimiliki, terakhir adalah kesempatan dan keberuntungan.

Seperti yang dirasakan riderasal Malaysia Hafizh Syahrin. Partisipasinya di MotoGP musim ini tidak semata karena kualitas yang diperlihatkan pada Moto2 musim 2016 dan 2017. Ada faktor keberuntungan dan spekulasi yang dilakukan pemilik Tech 3 Herve Poncharal.

Syahrin dikatakan beruntung karena salah satu pembalap Tech 3 Jonas Folger memutuskan tak ambil bagian di MotoGP 2018. Mundurnya Folger diikuti dengan langkah penuh risiko Poncharal yang langsung mempromosikan Syahrin. Meski sempat diragukan, Syahrin memperlihatkan kemampuan musim ini. Menempati peringkat 16 dengan 40 poin tidaklah terlalu buruk untuk debutan.
(don)
Berita Terkait
Pedro Acosta Rasakan...
Pedro Acosta Rasakan Tekanan Jelang Debut di MotoGP 2024
Marc Marquez Cs Guncang...
Marc Marquez Cs Guncang Jakarta di Parade MotoGP
20 Pembalap MotorGP...
20 Pembalap MotorGP Ikuti Parade di Jakarta Besok, Ini Rutenya
MotoGP Finalisasi Aturan...
MotoGP Finalisasi Aturan Gaji Pembalap Minimal Rp9,9 Miliar per Musim
Johann Zarco Akhirnya...
Johann Zarco Akhirnya Selebrasi Jungkir Balik Lagi setelah 7 Tahun
Senyuman Marc Marquez...
Senyuman Marc Marquez Duka buat Para Pembalap MotoGP 2024
Berita Terkini
Rudy Poa Kembali Kibarkan...
Rudy Poa Kembali Kibarkan Merah Putih di Asia Cross Country Rally 2026, Delapan Kali Tampil Membela Indonesia
59 menit yang lalu
Link Nonton Timnas Indonesia...
Link Nonton Timnas Indonesia vs Kamboja di ASEAN Hyundai Cup: Pembuktian John Herdman!
1 jam yang lalu
Sentul Drag Record Simpati...
Sentul Drag Record Simpati 5G Akhir Pekan Ini Hadir dengan Konsep Baru
1 jam yang lalu
Thomas Muller Buka Lagi...
Thomas Muller Buka Lagi Momen Kontroversial Bersama Messi, Sindir Keputusan Wasit
3 jam yang lalu
FIFA Tepis Isu Pengaturan...
FIFA Tepis Isu Pengaturan Skor Pertandingan di Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Norwegia Siap Laporkan...
Norwegia Siap Laporkan FIFA, Protes Campur Tangan Trump dalam Kasus Kartu Merah Balogun
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved