Demi Menjaga Asa Juara, Los Blancos Dilarang Tergelincir
Kamis, 31 Januari 2019 - 11:54 WIB
Demi Menjaga Asa Juara, Los Blancos Dilarang Tergelincir
A
A
A
GIRONA - Real Madrid boleh dianggap tak memiliki stabilitas penampilan di musim ini. Terutama jika klasemen Primera Liga yang menjadi referensinya. Tim Ibu Kota Spanyol itu hanya menempati urutan ketiga klasemen sementara dan terpaut 10 angka dari Barcelona. Tapi, kurang tepat juga memandang Los Blancos hanya dengan sebelah mata.
Jangan dilupakan mereka masih berpeluang mendapatkan dua gelar musim ini. Ada Liga Champions di mana mereka sudah berada di babak 16 besar dan berpeluang ke setengah kaki di semifinal Copa del Rey. Setengah kaki, karena pasukan Santiago Solari memiliki modal kemenangan 4-2 di legpertama. Dini hari nanti, mereka akan bertandang ke Stadion Municipal de Montilivi, kandang Girona.
“Kami telah memberi kan banyak poin di liga selama paruh per tama musim ini, tapi itu adalah masa lalu,” kata ge landang Madrid Toni Kroos, dikutip AS.
Namun, lanjut Kroos, Madrid tak berarti hilang harapan mendapatkan gelar. Apalagi, dia melihat jika Los Blancos terus tumbuh menjadi tim yang lebih baik dan tidak pernah berhenti melaju. Madrid, menurut pemain timnas Jerman tersebut, masih memiliki kesempatan memenangkan gelar.
Asal, tambah Kroos, Madrid tak membuat kesalahan. “Rahasianya adalah tidak membuat kesalahan. Musim lalu, kami dikalahkan relatif awal di liga,” ujar Kroos, pemain yang sudah menepi cukup lama karena mengalami cedera.
Bicara kesalahan, tim asuhan Solari ini masih memiliki persoalan di lini belakang. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka hanya sekali mencatatkan clean sheets. Total enam gol sudah bersarang ke gawang Los Blancosdari lima laga tersebut.
Jika dibuat rata-rata, mereka kebobolan satu gol setiap pertandingan. Belum lagi Madrid mengalami krisis di lini belakang. Selain Raphael Varane dan Jesus Vallejo yang sudah menepi, Madrid juga masih harus menunggu kondisi Sergio Ramos.
Ramos, pemain yang sudah mencetak 10 gol dan menjadi top skor Madrid musim ini, ditarik keluar saat Madrid menang 4-2 atas Espanyol. “Kami berharap itu hanya cedera kecil. Dokter akan mengevaluasi kondisinya,” kata Solari.
Melihat situasi itu, melawan Girona, Madrid jelas tak boleh ceroboh. Pertemuan pertama bisa menjadi referensi bagaimana pasukan Eusebio Sacristan sempat menghadirkan kejutan dengan memimpin lebih dulu pada menit ketujuh dan mendapatkan penalti pada menit ke-66 untuk menyamakan kedudukan.
Dengan dua gol di laga tandang, Girona perlu dua gol juga untuk mendapatkan tiket ke semifinal. Beruntung, Solari sudah menemukan banyak opsi untuk menutup kelemahan di belakang. Salah satunya memaksimalkan lini depan. Karim Benzema sudah mulai kembali menemukan ketajaman.
Vinicius Junior juga telah menyatu di sayap kanan. Gareth Bale pun sudah bermain dan mencetak gol melawan Espanyol. Sementara pada saat bersamaan, sudah 10 pertandingan Girona tak merasakan kemenangan. “Tim telah bekerja sangat baik sejak lama. Tiga pertandingan terakhir, kami tampil bagus di depan gawang dan telah memenangkan pertandingan,” tutur Solari.
Jangan dilupakan mereka masih berpeluang mendapatkan dua gelar musim ini. Ada Liga Champions di mana mereka sudah berada di babak 16 besar dan berpeluang ke setengah kaki di semifinal Copa del Rey. Setengah kaki, karena pasukan Santiago Solari memiliki modal kemenangan 4-2 di legpertama. Dini hari nanti, mereka akan bertandang ke Stadion Municipal de Montilivi, kandang Girona.
“Kami telah memberi kan banyak poin di liga selama paruh per tama musim ini, tapi itu adalah masa lalu,” kata ge landang Madrid Toni Kroos, dikutip AS.
Namun, lanjut Kroos, Madrid tak berarti hilang harapan mendapatkan gelar. Apalagi, dia melihat jika Los Blancos terus tumbuh menjadi tim yang lebih baik dan tidak pernah berhenti melaju. Madrid, menurut pemain timnas Jerman tersebut, masih memiliki kesempatan memenangkan gelar.
Asal, tambah Kroos, Madrid tak membuat kesalahan. “Rahasianya adalah tidak membuat kesalahan. Musim lalu, kami dikalahkan relatif awal di liga,” ujar Kroos, pemain yang sudah menepi cukup lama karena mengalami cedera.
Bicara kesalahan, tim asuhan Solari ini masih memiliki persoalan di lini belakang. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka hanya sekali mencatatkan clean sheets. Total enam gol sudah bersarang ke gawang Los Blancosdari lima laga tersebut.
Jika dibuat rata-rata, mereka kebobolan satu gol setiap pertandingan. Belum lagi Madrid mengalami krisis di lini belakang. Selain Raphael Varane dan Jesus Vallejo yang sudah menepi, Madrid juga masih harus menunggu kondisi Sergio Ramos.
Ramos, pemain yang sudah mencetak 10 gol dan menjadi top skor Madrid musim ini, ditarik keluar saat Madrid menang 4-2 atas Espanyol. “Kami berharap itu hanya cedera kecil. Dokter akan mengevaluasi kondisinya,” kata Solari.
Melihat situasi itu, melawan Girona, Madrid jelas tak boleh ceroboh. Pertemuan pertama bisa menjadi referensi bagaimana pasukan Eusebio Sacristan sempat menghadirkan kejutan dengan memimpin lebih dulu pada menit ketujuh dan mendapatkan penalti pada menit ke-66 untuk menyamakan kedudukan.
Dengan dua gol di laga tandang, Girona perlu dua gol juga untuk mendapatkan tiket ke semifinal. Beruntung, Solari sudah menemukan banyak opsi untuk menutup kelemahan di belakang. Salah satunya memaksimalkan lini depan. Karim Benzema sudah mulai kembali menemukan ketajaman.
Vinicius Junior juga telah menyatu di sayap kanan. Gareth Bale pun sudah bermain dan mencetak gol melawan Espanyol. Sementara pada saat bersamaan, sudah 10 pertandingan Girona tak merasakan kemenangan. “Tim telah bekerja sangat baik sejak lama. Tiga pertandingan terakhir, kami tampil bagus di depan gawang dan telah memenangkan pertandingan,” tutur Solari.
(don)