Jadi Juara All England, Hendra/Ahsan Tak Gegabah di Malaysia Terbuka
Jum'at, 29 Maret 2019 - 15:20 WIB
Jadi Juara All England, Hendra/Ahsan Tak Gegabah di Malaysia Terbuka
A
A
A
JAKARTA - Pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan tak mau gegabah untuk tampil di turnamen Malaysia Terbuka 2019. Keberhasilannya menjadi juara All England 2019 tidak serta merta membuat mereka berani mematok target juara di turnamen yang akan berlangsung 2 hingga 7 April mendatang.
Selain tampil di Malaysia, juara dunia 2013 dan 2015 itu pun akan turun di Singapura Terbuka 2019. "Target kami ke semifinal, karena persaingannya ketat sekali. Walaupun kemarin juara All England, tapi sekarang kami sudah tidak di top performa di top level. Kalau beberapa beberapa tahun lalu, mungkin targetnya juara, masih segar-segarnya," kata Hendra kepada Badmintonindonesia, Jumat (29/3/2019).
Mengenai persiapan, Hendra mengatakan dengan 10 hari dirasa cukup. "Idealnya persiapan ke turnamen itu dua minggu, sekarang kan sudah tidak muda lagi. Kalau dulu persiapan bisa sebulan, sekarang dua minggu cukup buat saya. Lebih baiknya untuk saya, tiap bulan ada pertandingan, jangan terlalu lama nganggur nggak ikut turnamen, dulu pernah begitu, sekarang sih tiap bulan rutin ikut turnamen," beber Hendra.
Ketika disinggung siapa pesaing terberat? Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon diakui yang paling menakutkan.
"Pesaing terberat? Banyak, semua saingan berat. Banyak pasangan yang lebih muda dan lebih bagus. Pasti Kevin/Marcus berat untuk dihadapi karena mereka lagi di top performance, kami sudah tidak di top performance," jelas Hendra.
Di Malaysia dan Singapura Terbuka, Indonesia dipastikan menurunkan pemain terbaiknya. Di antara mereka itu adalah Kevin/Marcus, Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja
Selain tampil di Malaysia, juara dunia 2013 dan 2015 itu pun akan turun di Singapura Terbuka 2019. "Target kami ke semifinal, karena persaingannya ketat sekali. Walaupun kemarin juara All England, tapi sekarang kami sudah tidak di top performa di top level. Kalau beberapa beberapa tahun lalu, mungkin targetnya juara, masih segar-segarnya," kata Hendra kepada Badmintonindonesia, Jumat (29/3/2019).
Mengenai persiapan, Hendra mengatakan dengan 10 hari dirasa cukup. "Idealnya persiapan ke turnamen itu dua minggu, sekarang kan sudah tidak muda lagi. Kalau dulu persiapan bisa sebulan, sekarang dua minggu cukup buat saya. Lebih baiknya untuk saya, tiap bulan ada pertandingan, jangan terlalu lama nganggur nggak ikut turnamen, dulu pernah begitu, sekarang sih tiap bulan rutin ikut turnamen," beber Hendra.
Ketika disinggung siapa pesaing terberat? Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon diakui yang paling menakutkan.
"Pesaing terberat? Banyak, semua saingan berat. Banyak pasangan yang lebih muda dan lebih bagus. Pasti Kevin/Marcus berat untuk dihadapi karena mereka lagi di top performance, kami sudah tidak di top performance," jelas Hendra.
Di Malaysia dan Singapura Terbuka, Indonesia dipastikan menurunkan pemain terbaiknya. Di antara mereka itu adalah Kevin/Marcus, Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja
(bbk)