Bos LCR Honda Berikan Tips Hentikan Marquez: Tempatkan Sniper lalu Tembak
Jum'at, 05 April 2019 - 08:00 WIB
Bos LCR Honda Berikan Tips Hentikan Marquez: Tempatkan Sniper lalu Tembak
A
A
A
SANTIAGO - Direktur Olahraga LCR Honda, Oscar Haro memberikan tips cara menghentikan Marc Marquez . Komentar itu muncul setelah pembalap pemilik nomor 93 berhasil memenangkan balapan seri kedua di Grand Prix Argentina, Senin (1/4/2019) dini hari WIB.
Melihat kecepatan yang ditampilkan juara dunia lima kali MotoGP di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Haro sedikit berkelakar bahwa seharusnya pembalap lain menempatkan penembak jitu (sniper) untuk menghentikan The Baby Alien. Candaan itu tak berlebihan mengingat Marquez tampak tak mengalami kesulitan saat bersaing dengan para pembalap di lintasan sepanjang 4,8 km.
Memulai balapan seri kedua MotoGP dari baris terdepan, pembalap Repsol Honda itu berhasil memacu kecepatan RC213V dan meninggalkan para pesaingnya. Marquez akhirnya berhasil menyelesaikan 25 putaran dan menyentuh finis pertama di Argentina.
"Untuk menghentikan Marc, seharusnya meletakkan penembak jitu dan menembaknya, karena dia tidak bisa dihentikan," canda Haro dikutip dari Motociclismo, Jumat (5/4).
"Ini adalah sirkuit yang sulit dan Marc sejak lap pertama mampu tampil cepat. Kami tahu bahwa ia tidak benar-benar tersentuh."
Haro menambahkan penampilan Marquez di kelas elite MotoGP telah menghadirkan cerita berbeda. Dia berhasil merangkul generasi muda lewat aksinya di lintasan pacuan kuda besi.
"Generasi baru menyukai Marc Marquez, mereka tidak begitu menyukai Valentino. Penggemar sekarang lebih suka membandingkan diri mereka dengan pembalap muda dan dengan senyum kekanak-kanakan yang dimiliki Marc. Apa yang sedang dilakukan Marc Marquez belum pernah terjadi sebelumnya dengan Valentino Rossi," pungkas Haro.
Melihat kecepatan yang ditampilkan juara dunia lima kali MotoGP di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Haro sedikit berkelakar bahwa seharusnya pembalap lain menempatkan penembak jitu (sniper) untuk menghentikan The Baby Alien. Candaan itu tak berlebihan mengingat Marquez tampak tak mengalami kesulitan saat bersaing dengan para pembalap di lintasan sepanjang 4,8 km.
Memulai balapan seri kedua MotoGP dari baris terdepan, pembalap Repsol Honda itu berhasil memacu kecepatan RC213V dan meninggalkan para pesaingnya. Marquez akhirnya berhasil menyelesaikan 25 putaran dan menyentuh finis pertama di Argentina.
"Untuk menghentikan Marc, seharusnya meletakkan penembak jitu dan menembaknya, karena dia tidak bisa dihentikan," canda Haro dikutip dari Motociclismo, Jumat (5/4).
"Ini adalah sirkuit yang sulit dan Marc sejak lap pertama mampu tampil cepat. Kami tahu bahwa ia tidak benar-benar tersentuh."
Haro menambahkan penampilan Marquez di kelas elite MotoGP telah menghadirkan cerita berbeda. Dia berhasil merangkul generasi muda lewat aksinya di lintasan pacuan kuda besi.
"Generasi baru menyukai Marc Marquez, mereka tidak begitu menyukai Valentino. Penggemar sekarang lebih suka membandingkan diri mereka dengan pembalap muda dan dengan senyum kekanak-kanakan yang dimiliki Marc. Apa yang sedang dilakukan Marc Marquez belum pernah terjadi sebelumnya dengan Valentino Rossi," pungkas Haro.
(sha)