Air Mata Baghdad Bounedjah Berubah Jadi Suka Cita

Sabtu, 20 Juli 2019 - 08:56 WIB
Air Mata Baghdad Bounedjah...
Air Mata Baghdad Bounedjah Berubah Jadi Suka Cita
A A A
KAIRO - Timnas Aljazair pastinya merasa senang dan bangga akhirnya jadi juara di Piala Afrika 2019. Namun di antara pemain, tentunya Baghdad Bounedjah bisa dibilang yang paling bahagia. Kenapa?

Ia tak hanya menjadi pahlawan Aljazair merengkuh gelar kedua sepanjang 29 tahun buat negaranya. Ada kisah dibalik sukses tim asuhan Djamel Belmadi itu. Air mata berujung suka cita, mungkin kata-kata tersebut pas untuk menggambarkan perasaan Bounedjah. (Baca juga : Menang Tipis, Aljazair Juara Piala Afrika 2019 )

Bagaimana tidak, pemain klub Al Sadd, Qatar itu sempat mendapatkan kritikan pedas sejak tampil di laga pembuka Piala Afrika 2019. Ia memang mencetak gol pembuka saat Aljazair bertemu Kenya. Tapi upaya pemain 27 tahun tersebut tetap mendapat sorotan miring karena dianggap membuang kesempatan.

Hal paling tidak mengenakan terjadi di perempat final ketika melawan Pantai Gading. Bounedjah kembali dihajar kritikan setelah tak bisa menyelesaikan sejumlah peluang yang nyaris berbuah gol. Kalau saja, Bounedjah bisa memanfaatkan salah satu peluang tersebut, sudah pasti Aljazair tak perlu memainkan adu penalti.

Air mata Bounedjah akhirnya tak terbendung setelah Belmadi meminta keluar lapangan dan digantikan pemain lain. Saat itu, Bounedjah sempat berpikir inilah momen terburuk dalam karier sepak bolanya. Beruntung Aljazair bisa memenangkan pertandingan lolos ke semifinal.

Belmadi usai pertandingan di Cairo Internasional Stadium, Mesir, Sabtu (20/7/2019) dinihari, mengatakan punya alasan sendiri memasang Bounedjah di partai final.

"Saya memilih Bounedjah karena dia banyak bekerja. Dia membantu kami dalam mencetak gol dan membuat gol. kualifikasi. Dia adalah pencetak gol yang luar biasa, pekerja yang sangat besar. Penalti gagal, tidak perlu kuatir," ungkap Belmadi dikutip Reuters.

Bounedjah membayar kepercayaan tersebut dengan sebuah aksi menawan di laga pamungkas. Aksinya dari sisi kanan pertahanan Senegal diakhiri dengan tendangan keras. Bola memang sempat ditahan pemain Senegal. Namun sial, bola malah melambung dan membuat kiper Senegal terpaku melihat bola melewati kepalanya sebelum masuk ke gawang.

"Saya datang ke sini untuk memperjuangkan Aljazair, tidak ada tujuan lain. Saya akan selalu berjuang untuk Aljazair," tegas Bounedjah.
(bbk)
Berita Terkait
Pantai Gading Comeback...
Pantai Gading Comeback Sikat Nigeria, Juara Piala Afrika!
Hasil Senegal vs Burkina...
Hasil Senegal vs Burkina Faso: Lions of Teranga Lolos ke Final Piala Afrika 2021
Piala Afrika 2021: Kamerun...
Piala Afrika 2021: Kamerun vs Burkina Faso: Menang Adu Penalti, Kunci Peringkat 3
Timnas Maroko Ditetapkan...
Timnas Maroko Ditetapkan Juara Piala Afrika, Guinea Tuntut Revisi Gelar 1976
Jelang Perempat Final...
Jelang Perempat Final Piala Afrika 2021, Senegal Terancam Tak Diperkuat Sadio Mane
Hasil Piala Afrika 2021...
Hasil Piala Afrika 2021 Mesir vs Maroko: Salah Bawa The Pharaohs ke Semifinal
Berita Terkini
Formula 1 Lanjut ke...
Formula 1 Lanjut ke Barcelona, Antonelli Perlebar Dominasi di Klasemen? Nonton Streaming di VISION+
3 jam yang lalu
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna...
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna Tayang Live di VISION+
3 jam yang lalu
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
7 jam yang lalu
Ajang Lari Bertajuk...
Ajang Lari Bertajuk Pancasakti Run 2026 Sediakan Tiket Menuju World Marathon Majors
7 jam yang lalu
Jadwal Final PRO Futsal...
Jadwal Final PRO Futsal League 2025/26, Cosmo JNE vs Bintang Timur Surabaya Live Streaming di VISION+
7 jam yang lalu
7 Fakta Menarik Hari...
7 Fakta Menarik Hari Pertama Piala Dunia 2026: Hujan Kartu Merah hingga Rekor Bersejarah Meksiko
7 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved