Tottenham Lamban di Bursa Buat Pochettino Kesal
Kamis, 01 Agustus 2019 - 15:00 WIB
Tottenham Lamban di Bursa Buat Pochettino Kesal
A
A
A
MUENCHEN - Kerap dihujani kritik terkait lambannya operasi Tottenham Hotspur di bursa transfer membuat Mauricio Pochettino kesal. Juru taktik asal Argentina tersebut akhirnya angkat bicara terkait kewenangannya di The Lilywhites.
Pochettino menganggap tidak pantas disalahkan atas kebijakan transfer klub lantaran hanya berstatus sebagai pelatih yang bertugas mengelola tim sebaik mungkin. Menurutnya, setiap klub memiliki bagian-bagian yang mengurusi hal-hal tertentu, termasuk transfer pemain.
“Saya tidak tahu apa pun mengenai situasi pemain saya. Saya hanya melatih mereka dan berusaha mengeluarkan potensi terbaik yang mereka miliki. Urusan menjual dan membeli pemain, memperpanjang kontrak atau tidak memperpanjang kontrak, itu berada di tangan klub dan di tangan ketua klub Daniel Levy,” ungkap Pochettino, dilansir Daily Mail.
Mantan juru taktik Southampton tersebut mengatakan baru bisa mengurusi transfer pemain apabila diberikan kewenangan klub. Pernyataan Pochettino semakin memperjelas betapa frustrasinya dia. Maklum, musim lalu mereka tidak mendatangkan pemain, meski mampu lolos ke final Liga Champions. “Pertanyaan transfer harus ditanyakan kepada klub. Saya adalah bos dalam mendesain strategi di sesi latihan, pertandingan, serta metodologi dan filosofi yang berada di area saya. Saat ini posisi saya adalah pelatih,” tandasnya.
Di Inggris, memang tidak semua pelatih mendapatkan kewenangan di bursa transfer. Ini bedanya, kenapa ada yang disebut pelatih dan manajer. Saat menyebut pelatih, mereka hanya berwenang di area teknis, mulai latihan, persiapan pertandingan, pertandingan, dan beberapa kegiatan kepelatihan lainnya. Sementara manajer lebih nonteknis dan sebagian besar berkaitan dengan transfer pemain.
Di Liga Primer, tak banyak pelatih yang mendapatkan sekaligus sebagai manajer. Mungkin hanya Alex Ferguson dan Arsene Wenger yang mendapatkan peran ganda tersebut. Karena itu, keduanya sering dipanggil manajer.
Namun, penjelasan Pochettino mewakili kegusaran fans yang kecewa terhadap Levy. Sejauh ini, Tottenham baru mendatangkan dua pemain, Jack Clarke (10 Juta Poundsterling) dan Tanguy Ndombele (55 Juta Euro). Itu berbanding terbalik dengan pengeluaran.
The Lilywhites telah melepas empat pemain, Vincent Janssen ke CF Monterrey (6,3 Juta Poundsterling), Kieran Trippier ke Atletico Madrid (20 Juta Poundsterling), Tobi Oluwayemi ke Glasgow Rangers (dirahasiakan), dan Shayon Harrison ke Almere City (gratis).
Tottenham bukan tanpa usaha. Mereka telah melemparkan penawaran terhadap Paulo Dybala, namun ditolak mentah-mentah Juventus. La Vecchia Signora dikabarkan lebih tertarik melepasnya ke Manchester United (MU) dengan menyertakan Romelu Lukaku dalam kesepakatan.
Terlepas dari minimnya pergerakan di bursa transfer, racikan Pochettino di pramusim tergolong cukup baik. Dari tiga laga uji coba, dia sukses membawa Tottenham meraih dua kemenangan dan baru mengalami satu kekalahan, termasuk mengungguli Real Madrid 1-0 lewat gol Harry Kane, Selasa (30/7/2019).
Sebagai informasi, The Lilywhites telah menghadapi Bayern Muenchen di laga kedua Audi Cup, dini hari tadi. Pochettino juga turut menyertakan pemain-pemain muda di antaranya Georges-Kevin Nkoudou (24), Davinson Sanchez (23), Cameron Carter-Vickers (21) dan Keyle Leonardus Walker-Peters (22).
Kebijakan Tottenham mengembangkan talenta membuat Mousa Sissoko cukup membuat terkesan. Dia menilai jika terus diberikan kepercayaan, pemain-pemain muda tersebut bakal semakin matang dan akan berguna di masa mendatang.
Menurut Sissoko, bermain melawan tim seperti Madrid menjadi pengalaman baik bagi pemain muda. Apalagi, para pemain muda melakukan semua persiapan dengan tim utama dan melakukannya dengan baik.
“Mereka bermain dengan percaya diri. Mereka tidak takut kala berhadapan dengan tim-tim kuat. Ini kesempatan besar bagi mereka dan mereka harus memaksimalkannya,” tandasnya.
Pochettino menganggap tidak pantas disalahkan atas kebijakan transfer klub lantaran hanya berstatus sebagai pelatih yang bertugas mengelola tim sebaik mungkin. Menurutnya, setiap klub memiliki bagian-bagian yang mengurusi hal-hal tertentu, termasuk transfer pemain.
“Saya tidak tahu apa pun mengenai situasi pemain saya. Saya hanya melatih mereka dan berusaha mengeluarkan potensi terbaik yang mereka miliki. Urusan menjual dan membeli pemain, memperpanjang kontrak atau tidak memperpanjang kontrak, itu berada di tangan klub dan di tangan ketua klub Daniel Levy,” ungkap Pochettino, dilansir Daily Mail.
Mantan juru taktik Southampton tersebut mengatakan baru bisa mengurusi transfer pemain apabila diberikan kewenangan klub. Pernyataan Pochettino semakin memperjelas betapa frustrasinya dia. Maklum, musim lalu mereka tidak mendatangkan pemain, meski mampu lolos ke final Liga Champions. “Pertanyaan transfer harus ditanyakan kepada klub. Saya adalah bos dalam mendesain strategi di sesi latihan, pertandingan, serta metodologi dan filosofi yang berada di area saya. Saat ini posisi saya adalah pelatih,” tandasnya.
Di Inggris, memang tidak semua pelatih mendapatkan kewenangan di bursa transfer. Ini bedanya, kenapa ada yang disebut pelatih dan manajer. Saat menyebut pelatih, mereka hanya berwenang di area teknis, mulai latihan, persiapan pertandingan, pertandingan, dan beberapa kegiatan kepelatihan lainnya. Sementara manajer lebih nonteknis dan sebagian besar berkaitan dengan transfer pemain.
Di Liga Primer, tak banyak pelatih yang mendapatkan sekaligus sebagai manajer. Mungkin hanya Alex Ferguson dan Arsene Wenger yang mendapatkan peran ganda tersebut. Karena itu, keduanya sering dipanggil manajer.
Namun, penjelasan Pochettino mewakili kegusaran fans yang kecewa terhadap Levy. Sejauh ini, Tottenham baru mendatangkan dua pemain, Jack Clarke (10 Juta Poundsterling) dan Tanguy Ndombele (55 Juta Euro). Itu berbanding terbalik dengan pengeluaran.
The Lilywhites telah melepas empat pemain, Vincent Janssen ke CF Monterrey (6,3 Juta Poundsterling), Kieran Trippier ke Atletico Madrid (20 Juta Poundsterling), Tobi Oluwayemi ke Glasgow Rangers (dirahasiakan), dan Shayon Harrison ke Almere City (gratis).
Tottenham bukan tanpa usaha. Mereka telah melemparkan penawaran terhadap Paulo Dybala, namun ditolak mentah-mentah Juventus. La Vecchia Signora dikabarkan lebih tertarik melepasnya ke Manchester United (MU) dengan menyertakan Romelu Lukaku dalam kesepakatan.
Terlepas dari minimnya pergerakan di bursa transfer, racikan Pochettino di pramusim tergolong cukup baik. Dari tiga laga uji coba, dia sukses membawa Tottenham meraih dua kemenangan dan baru mengalami satu kekalahan, termasuk mengungguli Real Madrid 1-0 lewat gol Harry Kane, Selasa (30/7/2019).
Sebagai informasi, The Lilywhites telah menghadapi Bayern Muenchen di laga kedua Audi Cup, dini hari tadi. Pochettino juga turut menyertakan pemain-pemain muda di antaranya Georges-Kevin Nkoudou (24), Davinson Sanchez (23), Cameron Carter-Vickers (21) dan Keyle Leonardus Walker-Peters (22).
Kebijakan Tottenham mengembangkan talenta membuat Mousa Sissoko cukup membuat terkesan. Dia menilai jika terus diberikan kepercayaan, pemain-pemain muda tersebut bakal semakin matang dan akan berguna di masa mendatang.
Menurut Sissoko, bermain melawan tim seperti Madrid menjadi pengalaman baik bagi pemain muda. Apalagi, para pemain muda melakukan semua persiapan dengan tim utama dan melakukannya dengan baik.
“Mereka bermain dengan percaya diri. Mereka tidak takut kala berhadapan dengan tim-tim kuat. Ini kesempatan besar bagi mereka dan mereka harus memaksimalkannya,” tandasnya.
(bbk)