Juara = Rp 271,7 Miliar
Kamis, 07 Juni 2012 - 05:30 WIB

Juara = Rp 271,7 Miliar
A
A
A
Sindonews.com - Untuk Piala Eropa 2012, UEFA mengumumkan bahwa prize money sebesar 196 juta euro atau setara dengan Rp2,26 triliun (kurs 1 euro = Rp11.565).
Berarti, dibandingkan Piala Eropa 2008 Austria-Swiss, prize money mengalami kenaikan 14 juta euro (Rp161 miliar). Dari jumlah tersebut, setiap kontestan atau 16 tim langsung menerima 8 juta euro (Rp92,5 miliar) atas partisipasi mereka di pesta empat tahunan Benua Biru tersebut.
Sementara di fase grup, setiap kemenangan dihargai dengan 1 juta euro (Rp11,5 miliar) dan separuhnya untuk setiap hasil seri. Tim yang finis ketiga di grup saja atau gagal lolos ke fase knockout, UEFA memberikan uang saku 1 juta euro.
UEFA beranggapan finis ketiga patut mendapat apresiasi dibandingkan yang finis sebagai juru kunci. Sementara apabila lolos ke perempat final, hadiahnya adalah 2 juta euro (Rp23,1 miliar), semifinalis 3 juta euro (Rp34,6 miliar), runner-up 4,5 juta euro (Rp52 miliar), dan juara menerima 7,5 juta euro (Rp86,7 miliar).
Berarti, kampiun di Polandia-Ukraina nanti maksimal bisa mengantongi hingga 23,5 juta euro (Rp271,7 miliar). “Prize money merupakan komitmen UEFA dalam setiap event yang kami selenggarakan,” kata Sekjen UEFA Gianni Infantino, dilansir uefa.com.
Bagi UEFA, prize money untuk kontestan tidak ada apa-apanya dibandingkan pemasukan yang bakal mereka terima di Piala Eropa 2012. Estimasi UEFA, mereka bisa mendapatkan hampir 1,6 miliar euro dalam event yang digelar di Polandia-Ukraina tersebut.
Berbagai keuntungan didapat melalui penjualan hak siar yang menembus angka 203 lembaga penyiaran pemegang lisensi di seluruh dunia. Dari jumlah yang ada, gelaran Piala Eropa kali ini akan menyedot pemirsa televisi rata-rata 150 juta penggemar di seluruh dunia. “Ini adalah event yang besar.
Terjadi setelah adanya berbagai kesepakatan dengan pihak sponsor. Dan mungkin saja, keuntungan yang lebih besar bisa kembali didapatkan,” ungkap CEO UEFA David Taylor, dilansir thespec.com.
Dari jumlah pemasukan yang telah didapat, banyak pihak menilai jika jumlah hadiah yang akan diberikan pada gelaran Piala Eropa 2012 akan melebihi pendapatan tim-tim yang berjuang di ajang Piala Dunia 2010, Afrika Selatan. Namun,Taylor tidak mau sesumbar dengan adanya anggapan tersebut. Bagi dia, kesuksesan Piala Eropa lebih penting dari pada pemecahan rekor semata.
“Kami tidak pernah ingin mengklaim akan lebih besar dari di Piala Dunia.Tapi, bisa dilihat jika kemungkinan-kemungkinan ke arah sana memang bisa saja terjadi. Faktor timnas memang menentukan,” papar Taylor.
''Memang, faktor tuan rumah juga begitu menentukan dalam meyakinkan sponsor. Awalnya, kami khawatir ketika para sponsor harus melihat perkembangan di Eropa Timur. Namun, yang sebelumnya selalu dikhawatirkan tidak sepenuhnya terjadi. Justru, reaksi positif yang kami dapatkan,” ujarnya.
Untuk gelaran Piala Eropa 2016 yang akan diputar di Prancis, Taylor malah lebih yakin akan mencatatkan nilai pemasukan yang lebih fantastis lagi. Dia memprediksikan event Piala Eropa yang kembali digelar empat tahun mendatang tersebut akan mencatatkan angka 2,6 miliar euro. Pada perhelatan tersebut akan ada 24 tim dengan memainkan 51 pertandingan.
“Tentu bisa lebih besar lagi pemasukannya. Ada banyak faktor, salah satunya karena gelaran Piala Eropa kembali diputar di satu negara saja,” tandas Taylor.
Berarti, dibandingkan Piala Eropa 2008 Austria-Swiss, prize money mengalami kenaikan 14 juta euro (Rp161 miliar). Dari jumlah tersebut, setiap kontestan atau 16 tim langsung menerima 8 juta euro (Rp92,5 miliar) atas partisipasi mereka di pesta empat tahunan Benua Biru tersebut.
Sementara di fase grup, setiap kemenangan dihargai dengan 1 juta euro (Rp11,5 miliar) dan separuhnya untuk setiap hasil seri. Tim yang finis ketiga di grup saja atau gagal lolos ke fase knockout, UEFA memberikan uang saku 1 juta euro.
UEFA beranggapan finis ketiga patut mendapat apresiasi dibandingkan yang finis sebagai juru kunci. Sementara apabila lolos ke perempat final, hadiahnya adalah 2 juta euro (Rp23,1 miliar), semifinalis 3 juta euro (Rp34,6 miliar), runner-up 4,5 juta euro (Rp52 miliar), dan juara menerima 7,5 juta euro (Rp86,7 miliar).
Berarti, kampiun di Polandia-Ukraina nanti maksimal bisa mengantongi hingga 23,5 juta euro (Rp271,7 miliar). “Prize money merupakan komitmen UEFA dalam setiap event yang kami selenggarakan,” kata Sekjen UEFA Gianni Infantino, dilansir uefa.com.
Bagi UEFA, prize money untuk kontestan tidak ada apa-apanya dibandingkan pemasukan yang bakal mereka terima di Piala Eropa 2012. Estimasi UEFA, mereka bisa mendapatkan hampir 1,6 miliar euro dalam event yang digelar di Polandia-Ukraina tersebut.
Berbagai keuntungan didapat melalui penjualan hak siar yang menembus angka 203 lembaga penyiaran pemegang lisensi di seluruh dunia. Dari jumlah yang ada, gelaran Piala Eropa kali ini akan menyedot pemirsa televisi rata-rata 150 juta penggemar di seluruh dunia. “Ini adalah event yang besar.
Terjadi setelah adanya berbagai kesepakatan dengan pihak sponsor. Dan mungkin saja, keuntungan yang lebih besar bisa kembali didapatkan,” ungkap CEO UEFA David Taylor, dilansir thespec.com.
Dari jumlah pemasukan yang telah didapat, banyak pihak menilai jika jumlah hadiah yang akan diberikan pada gelaran Piala Eropa 2012 akan melebihi pendapatan tim-tim yang berjuang di ajang Piala Dunia 2010, Afrika Selatan. Namun,Taylor tidak mau sesumbar dengan adanya anggapan tersebut. Bagi dia, kesuksesan Piala Eropa lebih penting dari pada pemecahan rekor semata.
“Kami tidak pernah ingin mengklaim akan lebih besar dari di Piala Dunia.Tapi, bisa dilihat jika kemungkinan-kemungkinan ke arah sana memang bisa saja terjadi. Faktor timnas memang menentukan,” papar Taylor.
''Memang, faktor tuan rumah juga begitu menentukan dalam meyakinkan sponsor. Awalnya, kami khawatir ketika para sponsor harus melihat perkembangan di Eropa Timur. Namun, yang sebelumnya selalu dikhawatirkan tidak sepenuhnya terjadi. Justru, reaksi positif yang kami dapatkan,” ujarnya.
Untuk gelaran Piala Eropa 2016 yang akan diputar di Prancis, Taylor malah lebih yakin akan mencatatkan nilai pemasukan yang lebih fantastis lagi. Dia memprediksikan event Piala Eropa yang kembali digelar empat tahun mendatang tersebut akan mencatatkan angka 2,6 miliar euro. Pada perhelatan tersebut akan ada 24 tim dengan memainkan 51 pertandingan.
“Tentu bisa lebih besar lagi pemasukannya. Ada banyak faktor, salah satunya karena gelaran Piala Eropa kembali diputar di satu negara saja,” tandas Taylor.
(aww)