PSG Tak Mau Perpanjang Luka di Liga Champions

Rabu, 18 September 2019 - 16:00 WIB
PSG Tak Mau Perpanjang...
PSG Tak Mau Perpanjang Luka di Liga Champions
A A A
PARIS - Selalu ada kecewa di setiap musim untuk tim yang telah mengeluarkan dana tak kurang dari 363 juta poundsterling atau sekitar Rp6,3 triliun hanya untuk dua penyerangnya, Neymar Jr dan Kylian Mbappe. Sayangnya, mereka tetap tidak bisa menolong PSG bisa menguasai Benua Biru.

PSG juga sudah sering berganti pelatih, toh cerita mereka di Liga Champions tetap sama, tidak pernah menjejakkan kaki di final. Jangankan final, semifinal saja tidak bisa mereka rengkuh. Musim lalu, harapan itu sempat ada.

Saat di babak 16 besar, mereka memiliki modal kemenangan 2-0 atas Manchester United (MU) pada leg pertama di Stadion Old Trafford. Bursa langsung mengunggulkan Neymar Jr dkk karena laga kedua digelar di depan pendukung sendiri. Faktanya, mereka menyerah 1-3, meski ada kontroversi di sana.

Tapi, setiap musim akan melahirkan harapan baru. Pun untuk Les Parisiens . Selalu ada optimisme yang diapungkan dalam setiap musim baru, termasuk tahun saat mereka berada di Grup A bersama Real Madrid, Galatasaray, dan Club Brugge.

Teorinya, mereka hanya tinggal berhitung dengan Madrid. Sementara Galatasaray dan Brugge mungkin bisa dianggap bergembira. Hitungan dengan Los Blancos lebih kepada siapa yang akan menjadi juara grup, karena itu sangat menentukan masa depan saat drawing babak 16 besar. “Kami tahu setiap tahun kami harus siap dari pertandingan pertama. Kami akan siap sejak laga awal,” kata Pelatih PSG Thomas Tuchel. (Baca juga : Catatan Menyilaukan Real Madrid Lawan Klub Prancis)
https://sports.sindonews.com/read/1440628/11/catatan-menyilaukan-real-madrid-lawan-klub-prancis-1568728792

Laga pertama adalah pertandingan melawan Madrid yang juga sama-sama sedang dalam masalah. Selain masih belum lepas dari badai kekacauan di musim lalu, musim ini Madrid juga tidak terlalu diprediksi akan bisa berbuat banyak.

Kehadiran Zinedine Zidane belum sepenuhnya membuat Madrid kondusif. Penampilan mereka di kompetisi domestik belum sepenuhnya stabil.

Pada empat pertandingan awal, mereka baru mendapatkan dua kemenangan dan dua imbang. Los Blancos juga belum bisa mencatatkan clean sheets pada empat laga tersebut. Seharusnya, situasi ini menjadi kesempatan terbaik PSG membalas kekecewaan mereka di dua musim lalu, saat bertemu Madrid di babak 16 besar.

PSG tersingkir dengan agregat 2-5. Tiga dari lima gol Madrid diciptakan Cristiano Ronaldo. Tapi, sekarang situasinya berbeda. Selain sudah kehilangan Ronaldo karena pindah ke Juventus, Zidane juga tak bisa menurunkan Luka Modric dan Isco karena cedera serta Nacho dan Sergio Ramos lantaran melanjut kan sanksi akumulasi kartu musim lalu.

Kondisi ini yang seharusnya bisa dimanfaatkan. Tim papan tengah Primera Liga seperti Levante, Villar real, Real Valladolid, dan Celta de Vigo sudah memperlihatkannya. Empat tim tersebut semuanya bisa membuat gol ke gawang Los Blancos .

Jika tim papan tengah saja bisa, PSG tentu memiliki kualitas lebih dari itu. Hanya, PSG juga seperti sedang tidak beruntung. Saat Madrid tidak stabil, tampil compang-camping di tengah dan belakang, Tuchel juga harus menghadapi kenyataan tidak bisa menurunkan tiga penyerang terbaiknya, Neymar Jr, Mbappe, dan Edinson Cavani dengan alasan berbeda.

Neymar absen karena mendapat sanksi tiga laga setelah komentar kerasnya di Twitter pasca-PSG kalah dari MU, sedangkan Mbappe dan Cavani menepi karena cedera. Inilah yang sangat pelik. Ketiganya selama ini menjadi mesin utama PSG untuk mengunci gelar dan mengalahkan lawan.

Sejak ketiganya menyatu dalam tiga musim ter akhir, sudah 179 gol di sumbangkan. Kontribusi pada gol ketiganya juga meningkat jika ditambah dengan 83 assist dalam tiga musim terakhir. Sekarang, mereka tinggal berharap kepada penyerang anyar Mauro Icardi atau Eric Maxim Choupo-Moting yang tengah naik daun.

Choupo-Moting mencetak dua gol saat PSG mengalahkan Nimes 3-0 dan satu gol dalam kemenangan melawan Metz. “Madrid adalah klub besar. Kami sangat menghormati mereka. Tapi, tujuan PSG adalah melangkah sejauh mungkin,” tandasnya.

Kondisi Madrid sebenarnya tak kalah rumit. Selain persoalan lini belakang, mereka juga harus berhadapan dengan situasi bagaimana bisa menyatukan timnya, terutama di barisan penyerang. Memiliki Karim Benzema, Gareth Bale, Eden Hazard, Luka Jovic, Vinicius Jr, dan Rodrygo Goes belum sepenuhnya membuat Madrid menjadi tim menakutkan.

Hazard yang didatangkan sebagai pemain termahal Madrid musim ini belum memperlihatkan penampilan meyakinkan. Bale masih harus lebih konsisten dari sisi penampilan. Sementara Benzema masih harus ditunggu apakah tetap bisa menjadi pilihan utama di usia yang tak lagi muda.

Memang, Benzema memperlihatkan produktivitas dengan mencetak 30 gol di seluruh kompetisi di musim lalu, sekaligus menyamai musim terbaiknya pada 2011/2012 di mana dia mencetak 32 gol. Sementara musim ini sudah ada empat gol dari empat per tandingan didomestik.

“Kami tahu harus berbenah dan itu berarti harus bermain lebih baik dalam periode yang lebih lama. Kami tahu kami memiliki kemampuan mencetak gol. Tapi, kami harus bertahan lebih baik lagi,” tandas Zidane, setelah ke me - nang an atas Levante.
(Ma’ruf)
(bbk)
Berita Terkait
Hasil PSG vs Real Madrid:...
Hasil PSG vs Real Madrid: Masih Sama Kuat
Bentrok Lagi Real Madrid,...
Bentrok Lagi Real Madrid, Neymar Sebut Gaya Permainan PSG Mirip Barcelona
Hasil Drawing 8 Besar...
Hasil Drawing 8 Besar Liga Champions 2020/2021: Real Madrid Tantang Liverpool, Bayern Jumpa PSG
Jadi Perusak PSG, Neymar...
Jadi Perusak PSG, Neymar Diminta Segera Pergi
Preview Real Madrid...
Preview Real Madrid vs PSG: Kutukan 16 Besar Liga Champions Terancam Terulang
Thibaut Courtois Beberkan...
Thibaut Courtois Beberkan Penyebab Kekalahan Real Madrid
Berita Terkini
Wasit UEFA Slavko Vincic...
Wasit UEFA Slavko Vincic Pimpin Final Piala Dunia 2026, Dianggap Untungkan Spanyol
4 jam yang lalu
Daftar Top Skor Piala...
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Messi-Mbappe Berebut Sepatu Emas
7 jam yang lalu
6 Pemain Argentina Bisa...
6 Pemain Argentina Bisa Dicoret dari Final Piala Dunia 2026 Buntut Kasus Spanduk Malvinas
8 jam yang lalu
Jadwal Prancis vs Inggris:...
Jadwal Prancis vs Inggris: Berebut Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026
8 jam yang lalu
Head to Head Spanyol...
Head to Head Spanyol vs Argentina: Benteng Matador Diuji La Albiceleste
10 jam yang lalu
Jersey Bersejarah Pele...
Jersey Bersejarah Pele Laku Rp80 Miliar, Jadi Memorabilia Termahal Sang Legenda
11 jam yang lalu
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved