Sepanjang 2019, Madrid Catat Jumlah Gol Terendah dalam Dekade Terakhir
Rabu, 01 Januari 2020 - 12:30 WIB
Sepanjang 2019, Madrid Catat Jumlah Gol Terendah dalam Dekade Terakhir
A
A
A
MADRID - Ditinggal Cristiano Ronaldo, sangat terasa bagi Real Madrid. Terbukti, produktivitas gol yang dihasilkan Los Blancos sepanjang 2019 menurun dibanding tahun sebelumnya. Bahkan mencatat rekor terendah dengan hanya mencetak 100 gol.
Catatan media Spanyol AS, Madrid menutup 2019 dengan 42 gol lebih sedikit dari yang terakhir mereka hasilkan sepanjang 2018. Tahun ini, Los Blancos hanya mencetak 100 gol dalam 53 pertandingan di semua kompetisi, atau rata-rata 1,88 gol per pertandingan.
Itu angka terburuk klub dalam satu tahun kalender dalam dekade terakhir. Pada 2018, Madrid menjebol gawang lawan 142 kali dalam 60 pertandingan atau rata-rata 2,36 per pertandingan.
Masalahnya memang bukan pada menciptakan peluang. Melawan Athletic Bilbao, pertandingan terakhir Madrid pada tahun 2019, Pasukan Zinedine Zidane mencatat 29 upaya mengarah ke gawang (20 tepat sasaran). Problemnya lebih merupakan ketidakmampuan mencetak gol dengan frekuensi yang lebih besar.
Ada lima pertandingan di mana Madrid tidak berhasil mencetak gol sama sekali di tahun 2019, yakni melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions, Atletico Madrid, Real Betis, Barcelona, dan Athletic Bilbao.
Jumlah gol Madrid selama 10 tahun terakhir (dekade) dalam tahun kalender
Sebanyak 100 gol yang dicetak pada 2019 adalah jumlah terendah dalam 10 tahun terakhir: 2010 (130 gol dalam 50 pertandingan), 2011 (167 dalam 60), 2012 (156 dalam 60), 2013 (156 dalam 58), 2014 (178 dalam 63), 2015 (140 dalam 55), 2016 (152 dalam 54), 2017 (156 dalam 63), dan 2018 (142 dalam 60).
Meski begitu, krisis gol bukan masalah yang Zidane terlalu khawatirkan. Menurut Zidane ada saatnya gol akan datang. "Gol akan datang pada akhirnya karena kami melakukan hal-hal dengan cara yang benar. Kami semakin dekat dengan lawan dan gol akan mudah, kami hanya perlu sedikit mengurangi kecemasan," katanya belum lama ini.
Salah satu alasan mengapa Madrid mengalami krisis produktivitas gol, lantaran ini merupakan tahun pertama tanpa Cristiano Ronaldo. Keseimbangan gol yang dicetak jelas kurang dari angka rata-rata dekade secara keseluruhan.
Dengan Cristiano, Madrid rata-rata mencapai 153 gol per tahun, angka merosot lebih dari sepertiga menjadi 100. Madrid juga mengalami dua pertandingan tanpa gol (vs Barca dan Athletic Bilbao), sesuatu yang belum terjadi sejak Maret 2006 ketika tim tidak mampu mencetak gol dalam tiga pertandingan berturut-turut, melawan Arsenal, Valencia, dan Real Betis.
Catatan media Spanyol AS, Madrid menutup 2019 dengan 42 gol lebih sedikit dari yang terakhir mereka hasilkan sepanjang 2018. Tahun ini, Los Blancos hanya mencetak 100 gol dalam 53 pertandingan di semua kompetisi, atau rata-rata 1,88 gol per pertandingan.
Itu angka terburuk klub dalam satu tahun kalender dalam dekade terakhir. Pada 2018, Madrid menjebol gawang lawan 142 kali dalam 60 pertandingan atau rata-rata 2,36 per pertandingan.
Masalahnya memang bukan pada menciptakan peluang. Melawan Athletic Bilbao, pertandingan terakhir Madrid pada tahun 2019, Pasukan Zinedine Zidane mencatat 29 upaya mengarah ke gawang (20 tepat sasaran). Problemnya lebih merupakan ketidakmampuan mencetak gol dengan frekuensi yang lebih besar.
Ada lima pertandingan di mana Madrid tidak berhasil mencetak gol sama sekali di tahun 2019, yakni melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions, Atletico Madrid, Real Betis, Barcelona, dan Athletic Bilbao.
Jumlah gol Madrid selama 10 tahun terakhir (dekade) dalam tahun kalender
| Tahun | Gol | Laga |
| 2019 | 100 | 54 |
| 2018 | 142 | 60 |
| 2017 | 156 | 63 |
| 2016 | 152 | 54 |
| 2015 | 140 | 55 |
| 2014 | 178 | 63 |
| 2013 | 156 | 58 |
| 2012 | 156 | 60 |
| 2011 | 167 | 60 |
| 2010 | 130 | 50 |
Meski begitu, krisis gol bukan masalah yang Zidane terlalu khawatirkan. Menurut Zidane ada saatnya gol akan datang. "Gol akan datang pada akhirnya karena kami melakukan hal-hal dengan cara yang benar. Kami semakin dekat dengan lawan dan gol akan mudah, kami hanya perlu sedikit mengurangi kecemasan," katanya belum lama ini.
Salah satu alasan mengapa Madrid mengalami krisis produktivitas gol, lantaran ini merupakan tahun pertama tanpa Cristiano Ronaldo. Keseimbangan gol yang dicetak jelas kurang dari angka rata-rata dekade secara keseluruhan.
Dengan Cristiano, Madrid rata-rata mencapai 153 gol per tahun, angka merosot lebih dari sepertiga menjadi 100. Madrid juga mengalami dua pertandingan tanpa gol (vs Barca dan Athletic Bilbao), sesuatu yang belum terjadi sejak Maret 2006 ketika tim tidak mampu mencetak gol dalam tiga pertandingan berturut-turut, melawan Arsenal, Valencia, dan Real Betis.
(sha)