Antonio Rudiger Beberkan Praktik Rasisme dalam Derbi London
Senin, 24 Februari 2020 - 20:01 WIB
Antonio Rudiger Beberkan Praktik Rasisme dalam Derbi London
A
A
A
LONDON - Bek Chelsea, Antonio Rudiger, mengaku jadi sasaran aksi rasisme suporter saat timnya menghadapi Tottenham Hotspur, akhir pekan lalu. Jengkel akan hal itu, bek berdarah Sierra Leone menyebut rasisme sudah menang dalam sepak bola.
Rudiger mengatakan, itu bukan kali pertama dirinya jadi sasaran aksi rasisme penonton saat Derbi London. Pada bulan Desember 2019 lalu, ketika Chelsea melawat ke markas Tottenham, suporter lawan juga menyerangnya dengan nyanyian rasis.
Pemain 26 tahun sebetulnya sudah melupakan kejadian itu -kendati penyelidikan atas kasus tersebut tidak pernah berbuah hasil. Namun, Rudiger tak bisa menyembunyikan kekesalannya ketika kejadian serupa terulang.
"Mereka (pelaku rasisme dalam sepak bola, red) tidak akan pernah dihukum. Pada akhirnya saya hanya akan menjadi Boogeyman (makhluk mitos yang terkenal jahat tapi tidak bisa dibuktikan keberadaannya, red)" kata Rudiger dikutip The Sun, Senin (24/2/2020).
Rudiger menjadi sasaran rasisme penonton saat membuat gol bunuh diri di menit ke-89, ketika Chelsea menjamu Tottenham di Stadion Stamford Bridge, Sabtu (22/2/2020). Beruntung pada saat itu The Blues menang 2-1. (Baca juga: Chelsea Pertahankan Zona Eropa Usai Bungkam Tottenham )
Rudiger mengatakan, itu bukan kali pertama dirinya jadi sasaran aksi rasisme penonton saat Derbi London. Pada bulan Desember 2019 lalu, ketika Chelsea melawat ke markas Tottenham, suporter lawan juga menyerangnya dengan nyanyian rasis.
Pemain 26 tahun sebetulnya sudah melupakan kejadian itu -kendati penyelidikan atas kasus tersebut tidak pernah berbuah hasil. Namun, Rudiger tak bisa menyembunyikan kekesalannya ketika kejadian serupa terulang.
"Mereka (pelaku rasisme dalam sepak bola, red) tidak akan pernah dihukum. Pada akhirnya saya hanya akan menjadi Boogeyman (makhluk mitos yang terkenal jahat tapi tidak bisa dibuktikan keberadaannya, red)" kata Rudiger dikutip The Sun, Senin (24/2/2020).
Rudiger menjadi sasaran rasisme penonton saat membuat gol bunuh diri di menit ke-89, ketika Chelsea menjamu Tottenham di Stadion Stamford Bridge, Sabtu (22/2/2020). Beruntung pada saat itu The Blues menang 2-1. (Baca juga: Chelsea Pertahankan Zona Eropa Usai Bungkam Tottenham )
(mir)