Menteri Olahraga Italia Dukung Penundaan Serie A

Senin, 09 Maret 2020 - 02:05 WIB
Menteri Olahraga Italia...
Menteri Olahraga Italia Dukung Penundaan Serie A
A A A
ROMA - Menteri Olahraga Italia Vincenzo Spadafora meminta asosiasi sepak bola nasional untuk mempertimbangkan menghentikan pertandingan-pertandingan Serie A 2019/2020. Anjuran itu menyusul kebijakan negara itu yang memerintahkan larangan melintasi sejumlah wilayah utara untuk menahan wabah koronavirus.

Sejauh ini, Asosiasi Sepak Bola Italia (FIGC) tetap melanjutkan pertandingan Serie A musim ini, yang dimainkan tanpa penonton. Selain itu, setiap event akan dihentikan jika ada pemain yang positif terkena virus.

Dalam sebuah posting di akun Facebooknya, Spadafora mengatakan tidak masuk akal untuk menempatkan pemain, wasit, dan penggemar dalam risiko, sementara pihak berwenang meminta warga membuat 'pengorbanan besar' untuk membendung penularan.

"Tidak masuk akal saat ini, sementara kami meminta warga negara kami untuk pengorbanan besar mencegah penyebaran penularan, dengan mempertaruhkan kesehatan pemain, wasit, pelatih, penggemar yang pasti akan berkumpul untuk melihat permainan, hanya untuk melindungi kepentingan yang berputar di sekitar olahraga," kata Spadafora.

Pernyataan menteri sekaligus sebagai dukungan atas seruan yang digaungkan Asosiasi Pemain Italia, agar Serie A ditangguhkan selama wabah coronavirus merebak. "Menghentikan sepak bola adalah tindakan paling berguna bagi negara saat ini. Tim-tim yang harus kita dukung adalah yang bermain di rumah sakit dan pusat perawatan darurat,” tulis Asosiasi Pemain Italia yang ditujukan kepada Pemerintah dan FIGC.

"Saya berbagi pandangan dengan Damiano Tommasi, Presiden Asosiasi Pemain Italia, dan saya bersatu dengan seruannya untuk menangguhkan liga sepak bola," ujar Spadafora yang mengumumkan ini Mainggu (8/3/2020) pagi hanya beberapa m enit sebelum Parma vs SPAL dijadwalkan digelar di balik pintu tertutup atau tanpa penonton.

“Federasi lain telah dengan bijak memutuskan untuk menangguhkan sepak bola selama beberapa hari ke depan. Saya pikir itu adalah tugas Presiden FIGC Gabriele Gravina untuk berefleksi lagi, tanpa menunggu kasus pertama dari pemain Serie A yang terinfeksi, sebelum mengambil tanggung jawab yang sangat serius ini."

Ada lebih dari 5.000 kasus positif covid-19 di Italia, dengan 233 kematian dan lebih dari 500 dalam perawatan intensif.
(sha)
Berita Terkait
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Serigala hingga Beruang...
Serigala hingga Beruang 'Kuasai' Jalanan Italia
Italia Mulai Longgarkan...
Italia Mulai Longgarkan Penguncian Wilayah pada Pekan Depan
Misteri 190 Orang Tewas...
Misteri 190 Orang Tewas di Panti Jompo Italia, Dicap Pembantaian
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Bertambah, Awak Kapal...
Bertambah, Awak Kapal Pesiar Costa Atlantica yang Terinfeksi COVID-19
Berita Terkini
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
47 menit yang lalu
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
1 jam yang lalu
Timnas Qatar Hancur-hancuran...
Timnas Qatar Hancur-hancuran di Piala Dunia 2026, Netizen Indonesia Singgung Hukum Karma
4 jam yang lalu
MotoGP Indonesia 2026...
MotoGP Indonesia 2026 Resmi Diluncurkan, Mandalika Siap Sambut Sorotan Dunia
4 jam yang lalu
5 Fakta Menarik Korea...
5 Fakta Menarik Korea Selatan Tumbang dari Meksiko di Piala Dunia 2026
8 jam yang lalu
Blunder Kiper, Meksiko...
Blunder Kiper, Meksiko Tundukkan Korea Selatan di Piala Dunia 2026
8 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved