Frustasi Memuncak, Jose Mourinho Mulai Cari Kambing Hitam

loading...
Frustasi Memuncak, Jose Mourinho Mulai Cari Kambing Hitam
Frustasi Memuncak, Jose Mourinho Mulai Cari Kambing Hitam
BURNLEY - Periode sulit di Tottenham Hotspur membuat kepala Jose Mourinho pening. Frustrasi yang memuncak, The Special One mulai mencari kambing hitam atas hasil-hasil buruk timnya. Hal itu terlihat jelas saat Tottenham ditahan 1-1 Burnley di Turf Moor pada lanjutan Liga Primer, Minggu (8/3/2020).

Secara terbuka, Mou mengaku kecewa dengan kinerja lini tengah, khususnya Tanguy Ndombele. Dia mengatakan, Ndombele tidak mampu mengimplementasikan instruksi yang diberikannya. Menerapkan 3-4-3, Ndombele yang ditempatkan di tengah dianggap gagal dalam membantu tim menekan, merebut bola, dan memenangkan duel satu lawan satu.

Mou bahkan menuding sang pemain telah merusak strateginya jelang pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions kontra RB Leipzig, Rabu dini hari (11/3). Terbukti, gawang Hugo Lloris kebobolan pada menit ke-13 oleh gol Chris Wood. Mou kemudian menarik keluar Ndombele (46). Tottenham baru menyamakan kedudukan di babak kedua melalui eksekusi penalti Dele Alli (50).

“Saya harus mengatakan bahwa Ndombele punya cukup waktu untuk naik ke level yang berbeda. Saya tahu, Liga Primer sangat sulit, saya tahu bahwa beberapa pemain membutuhkan waktu lama. Tetapi, dengan potensinya, tanggung jawabnya, dia harus memberi kami lebih banyak hal,” kata Mou dilansir dailymail.



Kritikan Mou terhadap Ndombele semakin mempertanyakan kualitasnya. Sejak diboyong dari Olympique Lyon senilai 65 juta poundsterling di era Mouricio Pochettino, Juli 2019, penampilannya memang belum konsisten. Tercatat dari 27 penampilan di semua kompetisi bersama The Lilywhites, Ndombele baru mencetak satu gol. Itu sekaligus menambah daftar panjang perselisihan Mou dengan para pemainnya. Di klub-klub sebelumnya, pelatih asal Portugal tersebut sempat bersitegang dengan para bintang, seperti Cristiano Ronaldo, Eden Hazard, hingga Paul Pogba.

Di sisi lain, rasa frustrasi Mou sejatinya bisa dipahami lantaran tekanan terhadapnya semakin besar. Tottenham gagal meraih kemenangan di lima pertandingan terakhir semua kompetisi (empat kalah dan satu imbang). Akibatnya, The Lilywhites tertinggal empat poin dari Chelsea yang berada di posisi keempat klasemen sementara Liga Primer (45 poin).

Meski dilanda inkonsistensi penampilan dan banyaknya pemain cedera, Mou enggan mencari-cari alasan. Dia menegaskan, Tottenham akan berjuang sekuat tenaga menyelesaikan musim dengan kekuatan yang ada, terutama saat melawan Leipizig dan Manchester United (MU), Minggu (15/3).



“Saya hanya ingin dua opsi untuk Leipzig. Kami menang atau kalah. Tetapi, kami akan pergi dan melakukan segalanya. Kami memang kelelahan dan terluka. Namun, kami memberikan segalanya,” kata Mou.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top