Kompetisi di Eropa Dihentikan Sementara, Ratusan Triliunan Menguap
Senin, 16 Maret 2020 - 10:29 WIB
Kompetisi di Eropa Dihentikan Sementara, Ratusan Triliunan Menguap
A
A
A
LONDON - Penghentian kompetisi Eropa untuk sementara, menyusul merebaknya virus corona merupakan keputusan bijaksana. Namun, dari sektor keuangan, klub-klub di lima kompetisi elite harus siap merugi karena berkurangnya pemasukan.
Liga Primer misalnya. Penundaan hingga 4 April mendatang membuat situasi tidak menentu. Secara keseluruhan, sepak bola Inggris bisa kehilangan sekitar 10 miliar poundsterling atau Rp179 triliun jika musim dihentikan di tengah jalan.
Seluruh otoritas Liga Primer dijadwalkan mengadakan rapat, Kamis (19/3), untuk membahas langkah-langkah terkait kelanjutan kompetisi. Bila tidak berlanjut, potensi kehilangan uang hak siar televisi, pendapatan pertandingan, uang hadiah dari kompetisi Eropa dan domestik bisa melampaui angka 1 miliar poundsterling.
Klub-klub akan terkena dampaknya. Manchester United (MU) telah kehilangan 613 juta poundsterling (Rp11 triliun) dari penjualan saham dalam tiga pekan terakhir. Itu adalah penurunan sebesar 25% dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Bila diperinci dari pendapatan matchday, Liga Primer akan kehilangan 100 juta poundsterling; Kejuaraan EFL 36 juta poundsterling; League One: 6,9 juta poundsterling; League Two: 3,6 juta poundsterling. Kerugian total pendapatan matchday sebesar 146,5 juta poundsterling.
Sementara hadiah uang untuk Piala FA 15 juta poundsterling, Liga Champions 64 juta poundsterling; Liga Europa 26 juta poundsterling. Total kerugiannya mencapai 105 juta poundsterling.
Untuk hak siar televisi domestik Liga Primer mencapai 750 juta poundsterling; Championship 30 juta poundsterling. Kehilangan total hak siar televisi 780 juta poundsterling dengan nilai kerugian Liga Primer mencapai 9,25 miliar poundsterling. Jika ditotal, potensi total kerugian tidak kurang dari 10,28 miliar poundsterling.
Sementara itu di Seri A, klub-klub mengalami kerugian 28,6 juta euro atau Rp457 miliar. Potensi kerugian tersebut berdasarkan pemasukan dari tiket penonton yang hilang karena pertandingan tertutup. Dengan pembatalan kompetisi, potensi kerugian tentu akan lebih besar lagi.
Di Primera Liga, kompetisi di Spanyol tersebut ada 27 pertandingan yang dimainkan di Primera Liga dan 31 di Segunda Division, yang berarti divisi-divisi itu masih memiliki 11 pertandingan tersisa. Jika suspensi berlangsung lebih lama atau musim tidak selesai, sepak bola Spanyol akan mengalami kerugian sekitar 700 juta euro setara Rp11,4 triliun.
LaLiga memperkirakan akan ada kerugian 494 juta euro terkait dengan pendapatan TV untuk Primera Liga, kemudian 78 juta euro dari hasil penjualan tiket musiman dan 38 juta euro untuk tiket pertandingan. Jika ditotal, jumlahnya mencapai 610 juta euro.
Untuk Segunda Division, jumlah yang setara dengan 67,5 juta euro. Dengan demikian, mungkin ada total perkiraan kerugian senilai 678,4 juta euro jika kompetisi musim 2019/2020 tidak diselesaikan.
Dihentikannya Primera Liga dan kompetisi Eropa lainnya membuat banyak pihak prihatin, termasuk bintang Barcelona Lionel Messi. Menurutnya, wabah korona merupakan pukulan telak bagi sepak bola.
“Ini adalah hari-hari yang sulit bagi semua orang. Kita khawatir tentang apa yang terjadi dan ingin membantu dengan menempatkan diri di tempat orang-orang yang mengalami waktu terburuk, atau karena secara langsung memengaruhi mereka atau keluarga dan teman-teman mereka,” ungkap Messi dilansir marca.
Pemain asal Argentina tersebut berharap semua orang yang terinfeksi korona bisa segera pulih dan mendukung penuh otoritas kesehatan dalam upaya mencegah menyebarnya korona. Dia juga meminta fans dan semua orang tetap melindungi diri dan keluarga.
“Sudah waktunya untuk bertanggung jawab dan tinggal di rumah, ditambah lagi ini adalah waktu yang tepat untuk bersama orang-orang yang Anda cintai, yang tidak selalu dapat Anda lakukan. Semoga kita dapat membalikkan situasi ini sesegera mungkin,” ungkap Messi dilansir marca.
Sementara di Bundesliga, kompetisi elite Jerman tersebut terancam mengalami kerugian akibatnya wabah korona. Jika sembilan pertandingan terakhir dibatalkan, Bundesliga dapat kehilangan 770 juta euro atau Rp15,5 triliun dalam bentuk hak siar tv, sponsor, dan uang tiket.
Kendati demikian, German Football League (DFL) berjanji akan membantu klub menghadapi masalah keuangan karena wabah korona “DFL akan mempertimbangkan mengadaptasi pembayaran dari pendapatan yang dihasilkan dari pusat untuk meringankan klub yang menghadapi kekurangan likuiditas,” sebuah pernyataan resmi DFL. (Alimansyah)
Liga Primer misalnya. Penundaan hingga 4 April mendatang membuat situasi tidak menentu. Secara keseluruhan, sepak bola Inggris bisa kehilangan sekitar 10 miliar poundsterling atau Rp179 triliun jika musim dihentikan di tengah jalan.
Seluruh otoritas Liga Primer dijadwalkan mengadakan rapat, Kamis (19/3), untuk membahas langkah-langkah terkait kelanjutan kompetisi. Bila tidak berlanjut, potensi kehilangan uang hak siar televisi, pendapatan pertandingan, uang hadiah dari kompetisi Eropa dan domestik bisa melampaui angka 1 miliar poundsterling.
Klub-klub akan terkena dampaknya. Manchester United (MU) telah kehilangan 613 juta poundsterling (Rp11 triliun) dari penjualan saham dalam tiga pekan terakhir. Itu adalah penurunan sebesar 25% dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Bila diperinci dari pendapatan matchday, Liga Primer akan kehilangan 100 juta poundsterling; Kejuaraan EFL 36 juta poundsterling; League One: 6,9 juta poundsterling; League Two: 3,6 juta poundsterling. Kerugian total pendapatan matchday sebesar 146,5 juta poundsterling.
Sementara hadiah uang untuk Piala FA 15 juta poundsterling, Liga Champions 64 juta poundsterling; Liga Europa 26 juta poundsterling. Total kerugiannya mencapai 105 juta poundsterling.
Untuk hak siar televisi domestik Liga Primer mencapai 750 juta poundsterling; Championship 30 juta poundsterling. Kehilangan total hak siar televisi 780 juta poundsterling dengan nilai kerugian Liga Primer mencapai 9,25 miliar poundsterling. Jika ditotal, potensi total kerugian tidak kurang dari 10,28 miliar poundsterling.
Sementara itu di Seri A, klub-klub mengalami kerugian 28,6 juta euro atau Rp457 miliar. Potensi kerugian tersebut berdasarkan pemasukan dari tiket penonton yang hilang karena pertandingan tertutup. Dengan pembatalan kompetisi, potensi kerugian tentu akan lebih besar lagi.
Di Primera Liga, kompetisi di Spanyol tersebut ada 27 pertandingan yang dimainkan di Primera Liga dan 31 di Segunda Division, yang berarti divisi-divisi itu masih memiliki 11 pertandingan tersisa. Jika suspensi berlangsung lebih lama atau musim tidak selesai, sepak bola Spanyol akan mengalami kerugian sekitar 700 juta euro setara Rp11,4 triliun.
LaLiga memperkirakan akan ada kerugian 494 juta euro terkait dengan pendapatan TV untuk Primera Liga, kemudian 78 juta euro dari hasil penjualan tiket musiman dan 38 juta euro untuk tiket pertandingan. Jika ditotal, jumlahnya mencapai 610 juta euro.
Untuk Segunda Division, jumlah yang setara dengan 67,5 juta euro. Dengan demikian, mungkin ada total perkiraan kerugian senilai 678,4 juta euro jika kompetisi musim 2019/2020 tidak diselesaikan.
Dihentikannya Primera Liga dan kompetisi Eropa lainnya membuat banyak pihak prihatin, termasuk bintang Barcelona Lionel Messi. Menurutnya, wabah korona merupakan pukulan telak bagi sepak bola.
“Ini adalah hari-hari yang sulit bagi semua orang. Kita khawatir tentang apa yang terjadi dan ingin membantu dengan menempatkan diri di tempat orang-orang yang mengalami waktu terburuk, atau karena secara langsung memengaruhi mereka atau keluarga dan teman-teman mereka,” ungkap Messi dilansir marca.
Pemain asal Argentina tersebut berharap semua orang yang terinfeksi korona bisa segera pulih dan mendukung penuh otoritas kesehatan dalam upaya mencegah menyebarnya korona. Dia juga meminta fans dan semua orang tetap melindungi diri dan keluarga.
“Sudah waktunya untuk bertanggung jawab dan tinggal di rumah, ditambah lagi ini adalah waktu yang tepat untuk bersama orang-orang yang Anda cintai, yang tidak selalu dapat Anda lakukan. Semoga kita dapat membalikkan situasi ini sesegera mungkin,” ungkap Messi dilansir marca.
Sementara di Bundesliga, kompetisi elite Jerman tersebut terancam mengalami kerugian akibatnya wabah korona. Jika sembilan pertandingan terakhir dibatalkan, Bundesliga dapat kehilangan 770 juta euro atau Rp15,5 triliun dalam bentuk hak siar tv, sponsor, dan uang tiket.
Kendati demikian, German Football League (DFL) berjanji akan membantu klub menghadapi masalah keuangan karena wabah korona “DFL akan mempertimbangkan mengadaptasi pembayaran dari pendapatan yang dihasilkan dari pusat untuk meringankan klub yang menghadapi kekurangan likuiditas,” sebuah pernyataan resmi DFL. (Alimansyah)
(ysw)