Gelar Latihan Saat Inggris Lockdown, Mourinho Lolos Hukuman

loading...
Gelar Latihan Saat Inggris Lockdown, Mourinho Lolos Hukuman
Gelar Latihan Saat Inggris Lockdown, Mourinho Lolos Hukuman
A+ A-
LONDON - Pelatih Tottenham Hotpsur Jose Mourinho terlepas dari hukuman klub setelah menggelar latihan di tengah penguncian yang dijalani Inggris. Mourinho memimpin latihan di sebuah taman di Hadley Common, London utara, Selasa (7/4/2020).

Menurut laporan The Times, Mourinho terlihat bersama gelandang Tanguy Ndombele. Mourinho tampak memegang stopwatch dan mengatur waktu saat seorang pemain berlari.
Gelar Latihan Saat Inggris Lockdown, Mourinho Lolos Hukuman

Tiga pemain Tottenham lainnya juga kedapatan melanggar aturan social distancing yang diberlakukan pemerintah Inggris untuk meredam penyebaran virus corona. Davinson Sanchez dan Ryan Sessegnon, yang tinggal di blok apartemen yang sama, digambarkan berjalan berdampingan di pinggir jalan.

Serge Aurier juga terlihat jogging dengan seorang teman di taman yang sama. Bek sayap asal Pantai Gading berusia 27 tahun tersebut memposting aktivitasnya di Instagram.

Liga Primer Inggris telah ditangguhkan sejak pertengahan Maret karena pandemi Covid-19. Situasi itu membuat pemerintah Inggris memberlakukan serangkaian langkah-langkah ketat dalam menjaga jarak setidaknya dua meter kecuali dengan anggota keluarga yang sama.

Orang hanya bisa pergi keluar untuk makanan, alasan kesehatan atau bekerja jika tidak dapat melakukannya dari rumah. Tapi, mereka membolehkan individu berjalan-jalan atau berolahraga sekali sehari.



Meski sesi pelatihan Tottenham melanggar aturan jarak sosial Inggris, Times melaporkan bahwa Mourinho tidak akan dihukum klub. Tottenham Selasa malam hanya mengingatkan semua orang di klub tentang tanggung jawab mereka dan pedoman pemerintah dalam meredam penyebaran virus mematikan tersebut.

"Semua pemain kami telah diingatkan untuk menghormati jarak sosial ketika berolahraga di luar ruangan," kata juru bicara Tottenham. "Kami akan terus memperkuat pesan ini."

Tottenham dikritik selama wabah karena mengajukan program bantuan keuangan pemerintah Inggris untuk menutupi tagihan upah pekan lalu. Pada hari yang sama terungkap Ketua Spurs Daniel Levy dibayar 7 juta pound (Rp140 miliar) musim lalu.

Meskipun Levy termasuk di antara anggota staf Spurs yang gajinya dipotong 20 persen, tapi klub London utara itu berada di bawah tekanan untuk mengikuti Liverpool untuk membatalkan keputusan mereka menggunakan uang publik untuk membayar karyawan.
(sha)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top