Misi Italia membendung sejarah
Minggu, 01 Juli 2012 - 07:44 WIB
Misi Italia membendung sejarah
A
A
A
Sindonews.com - Tim nasional (Timnas) Spanyol akan mencatat sejarah baru menjadi tim yang menjuarai Piala Eropa dua kali berturut-turut, apabila pada partai final nanti mampu mengalahkan Italia. Pelatih Italia Cesare Prandelli tak menampik timnya kini mengemban misi membendung sejarah yang ingin dicatat Spanyol.
“Kami menghadapi pertandingan sulit. Spanyol telah bermain bersama dalam jangka waktu lama dan mereka berhasil menjuarai Piala Eropa 2008 serta Piala Dunia 2010. Karakter dan mental secara tim maupun individu sudah terbentuk dengan bagus," sebut Prandelli, dikutip Football Italia.
Final Piala Eropa 2012 kontra Spanyol dini hari nanti bakal menjadi pekerjaan berat Italia. Sebuah duel yang tidak hanya ditentukan seberapa bagus dua finalis bermain, tapi juga ditentukan ketebalan mental. Pelatih Italia Cesare Prandelli mengakui Gli Azzurri harus memberikan kemampuan ekstra untuk bisa mengangkat Trofi Piala Eropa 2012.
Salah satu ganjalan adalah karakter dan mental pemain Spanyol yang disebutnya sudah cukup mapan. Setelah memenangi Piala Eropa 2008, tim berjuluk La Furia Roja tersebut juga tak terbendung di Piala Dunia 2010. Kini, Spanyol membuktikan diri sebagai tim yang stabil karena mampu melaju ke partai pemungkas di Polandia dan Ukraina.
Melihat situasi itu, Prandelli membakar semangat pemainnya agar tidak takut menghadapi kekuatan sang juara bertahan. “Kami tidak takut Spanyol. Kami datang ke sini dengan tujuan pasti dan akan memberikan segalanya di lapangan,” cetusnya.
Walau sempat mengunggulkan Spanyol, Prandelli mengatakan Italia sudah banyak berkembang. Menurut dia, bermain imbang 1-1 di awal turnamen menjadi modal bagus bagi Italia dan Prandelli.
Kekhawatiran Gli Azzurri saat ini adalah kelelahan. Prandelli secara teknis hanya memiliki waktu sehari untuk melakukan latihan intensif sebagai persiapan final. Sisanya dikhususkan untuk recovery pemain selepas mengalahkan Jerman 2-1. “Kami bekerja keras menghadapi jadwal ketat, kelelahan pemain, dan kesempatan latihan hanya satu hari. Kami berupaya mengaturnya dengan baik sekaligus mencari titik lemah di tim Spanyol yang bisa kami manfaatkan,” tandas Prandelli.
Sementara itu, Italia bisa bernapas lega karena striker Antonio Cassano yang sempat diganggu cedera lutut dipastikan pulih dan bisa bermain di final. Dia mengalami cedera kala Italia mengalahkan Jerman 2-1 di semifinal lalu. Dokter tim Italia Enrico Castellacci mengatakan tidak ada gangguan serius di lutut Cassano dan tak ada yang perlu dikhawatirkan. “Dia hanya mengalami benturan di lutut.Tidak ada kerusakan ligamen dan kita akan melihat dia tampil di final,” jelas Castellacci.
Cassano menjadi pilihan utama Prandelli di Piala Eropa 2012, berduet dengan Mario Balotelli. Di belakang, dia masih punya striker gaek lain, yakni Antonio di Natale yang mencetak gol ke gawang Spanyol di laga awal Piala Eropa 2012.
“Kami menghadapi pertandingan sulit. Spanyol telah bermain bersama dalam jangka waktu lama dan mereka berhasil menjuarai Piala Eropa 2008 serta Piala Dunia 2010. Karakter dan mental secara tim maupun individu sudah terbentuk dengan bagus," sebut Prandelli, dikutip Football Italia.
Final Piala Eropa 2012 kontra Spanyol dini hari nanti bakal menjadi pekerjaan berat Italia. Sebuah duel yang tidak hanya ditentukan seberapa bagus dua finalis bermain, tapi juga ditentukan ketebalan mental. Pelatih Italia Cesare Prandelli mengakui Gli Azzurri harus memberikan kemampuan ekstra untuk bisa mengangkat Trofi Piala Eropa 2012.
Salah satu ganjalan adalah karakter dan mental pemain Spanyol yang disebutnya sudah cukup mapan. Setelah memenangi Piala Eropa 2008, tim berjuluk La Furia Roja tersebut juga tak terbendung di Piala Dunia 2010. Kini, Spanyol membuktikan diri sebagai tim yang stabil karena mampu melaju ke partai pemungkas di Polandia dan Ukraina.
Melihat situasi itu, Prandelli membakar semangat pemainnya agar tidak takut menghadapi kekuatan sang juara bertahan. “Kami tidak takut Spanyol. Kami datang ke sini dengan tujuan pasti dan akan memberikan segalanya di lapangan,” cetusnya.
Walau sempat mengunggulkan Spanyol, Prandelli mengatakan Italia sudah banyak berkembang. Menurut dia, bermain imbang 1-1 di awal turnamen menjadi modal bagus bagi Italia dan Prandelli.
Kekhawatiran Gli Azzurri saat ini adalah kelelahan. Prandelli secara teknis hanya memiliki waktu sehari untuk melakukan latihan intensif sebagai persiapan final. Sisanya dikhususkan untuk recovery pemain selepas mengalahkan Jerman 2-1. “Kami bekerja keras menghadapi jadwal ketat, kelelahan pemain, dan kesempatan latihan hanya satu hari. Kami berupaya mengaturnya dengan baik sekaligus mencari titik lemah di tim Spanyol yang bisa kami manfaatkan,” tandas Prandelli.
Sementara itu, Italia bisa bernapas lega karena striker Antonio Cassano yang sempat diganggu cedera lutut dipastikan pulih dan bisa bermain di final. Dia mengalami cedera kala Italia mengalahkan Jerman 2-1 di semifinal lalu. Dokter tim Italia Enrico Castellacci mengatakan tidak ada gangguan serius di lutut Cassano dan tak ada yang perlu dikhawatirkan. “Dia hanya mengalami benturan di lutut.Tidak ada kerusakan ligamen dan kita akan melihat dia tampil di final,” jelas Castellacci.
Cassano menjadi pilihan utama Prandelli di Piala Eropa 2012, berduet dengan Mario Balotelli. Di belakang, dia masih punya striker gaek lain, yakni Antonio di Natale yang mencetak gol ke gawang Spanyol di laga awal Piala Eropa 2012.
(akr)