Buffon bertekad habis-habisan di final
Minggu, 01 Juli 2012 - 11:26 WIB
Buffon bertekad habis-habisan di final
A
A
A
Sindonews.com - Gianluigi Buffon bertekad tampil habis-habisan melawan Spanyol. Kiper Juventus itu tak akan membiarkan satu gol pun masuk gawang Italia pada laga final Piala Eropa 2012 di Olympic Stadium, dini hari nanti.
Tak hanya berjuang menjaga serbuan pemain Spanyol, Buffon pun akan memaksimalkan perannya sebagai pemimpin di lapangan. Ban kapten yang melekat di lengannya akan dijadikan modal komando untuk mengatur stabilitas dan irama permainan tim. Buffon tampil gemilang dan membawa Italia ke partai puncak Piala Eropa 2012, setelah mementahkan peluang-peluang emas Jerman.
Kehadiran sang kapten di bawah mistar gawang pun membuat punggawa Gli Azzuri lainnya percaya dan bermain lebih tenang. Tak hanya itu, pemilik nomor punggung 1 ini juga menjadi aktor utama Italia saat mematahkan Inggris dalam drama adu penalti. Ketangkasan kiper terbaik dunia versi IFFHS (International Federation of Football History & Statistics) tahun 2003, 2004, 2006, 2007 ini sementara tercatat sebagai yang terbaik dengan castrol indeks 8,34.
“Saya tahu ada banyak orang yang mencintai saya dan saya mencoba membayar kecintaan mereka dengan penampilan maksimal. Kami akan tersenyum jika menjuarai turnamen. Kami tidak ingin mengecewakan kepercayaan masyarakat Italia,” tegas Buffon, dilansir Football Italia.
Bintang Juventus ini memang masih menyisakan satu harapan yang ingin dikejar, yaitu trofi Piala Eropa. Sebagai pemain, hampir semua gelar telah direngkuh termasuk gelar Piala Dunia. Maka itu, Buffon yang telah berusia 34 tahun ini ingin menggenapi raihannya dengan mempersembahkan gelar Piala Eropa kedua bagi Italia.
“Kesempatan meraih gelar Eropa mungkin hanya kali ini. Kegagalan sama saja membuang kesempatan yang ada di depan mata. Saya akan melakukan segalanya demi gelar ini,” tandasnya.
Menurut Buffon, semua pemain Spanyol berbahaya. Delapan gol yang telah dikemas Spanyol sepanjang turnamen, membuktikan La Furia Roja tidak mengandalkan kekuatan seorang penyerang sebagai target utama. Kombinasi pemain tengah Spanyol lebih dominan dalam penguasaan bola dan melakukan serangan. Andres Iniesta, Cesc Fabregas, ataupun Xabi Alonso tercatat sebagai para ksatria depan gawang.
“Spanyol punya kekuatan yang merata di lapangan tengah. Mereka selalu dominan dalam permainan. Kami telah menonton semua pertandingan mereka,” ungkap Buffon.
Ketangguhan Buffon di bawah mistar gawang pun membuat Pelatih Cesare Prandelli merasa nyaman. Menurutnya, Buffon menjadi jaminan timnya memenangkan pertandingan. “Kemampuan dan pengalamannya selama 15 tahun akan membuat skuad Italia percaya diri. Di bawah kepemimpinannya (kapten), Italia mungkin akan mencapai takhta juara,” ujar Prandelli, dilansir Independent.
Sementara kiper Spanyol Iker Casillas yang sejak 2008 hingga 2011berturut-turut meraih gelar penjaga gawang terbaik versi IFFHS, memuji penampilan Buffon. “Dia memiliki segalanya, saya kagum dan hormat padanya, dia luar biasa,” ujar Casillas.
Tak hanya berjuang menjaga serbuan pemain Spanyol, Buffon pun akan memaksimalkan perannya sebagai pemimpin di lapangan. Ban kapten yang melekat di lengannya akan dijadikan modal komando untuk mengatur stabilitas dan irama permainan tim. Buffon tampil gemilang dan membawa Italia ke partai puncak Piala Eropa 2012, setelah mementahkan peluang-peluang emas Jerman.
Kehadiran sang kapten di bawah mistar gawang pun membuat punggawa Gli Azzuri lainnya percaya dan bermain lebih tenang. Tak hanya itu, pemilik nomor punggung 1 ini juga menjadi aktor utama Italia saat mematahkan Inggris dalam drama adu penalti. Ketangkasan kiper terbaik dunia versi IFFHS (International Federation of Football History & Statistics) tahun 2003, 2004, 2006, 2007 ini sementara tercatat sebagai yang terbaik dengan castrol indeks 8,34.
“Saya tahu ada banyak orang yang mencintai saya dan saya mencoba membayar kecintaan mereka dengan penampilan maksimal. Kami akan tersenyum jika menjuarai turnamen. Kami tidak ingin mengecewakan kepercayaan masyarakat Italia,” tegas Buffon, dilansir Football Italia.
Bintang Juventus ini memang masih menyisakan satu harapan yang ingin dikejar, yaitu trofi Piala Eropa. Sebagai pemain, hampir semua gelar telah direngkuh termasuk gelar Piala Dunia. Maka itu, Buffon yang telah berusia 34 tahun ini ingin menggenapi raihannya dengan mempersembahkan gelar Piala Eropa kedua bagi Italia.
“Kesempatan meraih gelar Eropa mungkin hanya kali ini. Kegagalan sama saja membuang kesempatan yang ada di depan mata. Saya akan melakukan segalanya demi gelar ini,” tandasnya.
Menurut Buffon, semua pemain Spanyol berbahaya. Delapan gol yang telah dikemas Spanyol sepanjang turnamen, membuktikan La Furia Roja tidak mengandalkan kekuatan seorang penyerang sebagai target utama. Kombinasi pemain tengah Spanyol lebih dominan dalam penguasaan bola dan melakukan serangan. Andres Iniesta, Cesc Fabregas, ataupun Xabi Alonso tercatat sebagai para ksatria depan gawang.
“Spanyol punya kekuatan yang merata di lapangan tengah. Mereka selalu dominan dalam permainan. Kami telah menonton semua pertandingan mereka,” ungkap Buffon.
Ketangguhan Buffon di bawah mistar gawang pun membuat Pelatih Cesare Prandelli merasa nyaman. Menurutnya, Buffon menjadi jaminan timnya memenangkan pertandingan. “Kemampuan dan pengalamannya selama 15 tahun akan membuat skuad Italia percaya diri. Di bawah kepemimpinannya (kapten), Italia mungkin akan mencapai takhta juara,” ujar Prandelli, dilansir Independent.
Sementara kiper Spanyol Iker Casillas yang sejak 2008 hingga 2011berturut-turut meraih gelar penjaga gawang terbaik versi IFFHS, memuji penampilan Buffon. “Dia memiliki segalanya, saya kagum dan hormat padanya, dia luar biasa,” ujar Casillas.
(aww)