Xavi: Italia kalah taktik
Senin, 02 Juli 2012 - 05:18 WIB
Xavi: Italia kalah taktik
A
A
A
Sindonews.com - Gelandang Spanyol Xavi Hernández mengaku sangat puas dengan kesuksesan timnya menjuarai Piala Eropa 2012 usai menggebuk Italia 4-0 di partai final di Stadion NSK Olimpijs'kyj, Kiev, Senin (2/7) dinihari WIB. La Furia Roja mencatatkan sejarah sebagai tim pertama di dunia yang mampu meraih tiga gelar berturut-turut di turnamen besar. Mereka juga menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Eropa.
Empat gol "La Furia Roja" dicetak oleh David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres dan terakhir Juan Mata. Xavi menyambut dengan suka cita kemenangan ini. Menurutnya, tim tampil lebih superior ketimbang lawan.
"Kami sangat senang. Kami sangat layak juara. Kami tampil lebih superior ketimbang Italia. Kami mungkin sudah menampilkan permainan terbaik di turnamen ini, Italia kalah strategi" ujarnya seperti yang dilansir UEFA Senin (2/7/2012).
"Kami senang bisa menikmati permainan dan mencetak sejarah untuk semua orang yang mengikuti kami dan juga untuk keluarga." tambahnya.
Sementara itu, pelatih Italia Cesare Prandelli, menilai dua gol yang bersarang ke gawang Gianluigi Buffon menjadi awal petaka keterpurukan timnya. Pasalnya melawan tim tangguh sekelas Spanyol akan menjadi persoalan sulit untuk bisa menyamakan kedudukan ataupun membalikkan keadaan.
“Itu pertandingan keras, tapi anda bisa melihat langsung mereka jauh lebih segar. Kami habis banyak energi minggu ini dan tidak punya waktu untuk pulih, sehingga ketika Spanyol unggul 2-0 melawan mereka pertandingan menjadi sulit," tuturnya.
Empat gol "La Furia Roja" dicetak oleh David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres dan terakhir Juan Mata. Xavi menyambut dengan suka cita kemenangan ini. Menurutnya, tim tampil lebih superior ketimbang lawan.
"Kami sangat senang. Kami sangat layak juara. Kami tampil lebih superior ketimbang Italia. Kami mungkin sudah menampilkan permainan terbaik di turnamen ini, Italia kalah strategi" ujarnya seperti yang dilansir UEFA Senin (2/7/2012).
"Kami senang bisa menikmati permainan dan mencetak sejarah untuk semua orang yang mengikuti kami dan juga untuk keluarga." tambahnya.
Sementara itu, pelatih Italia Cesare Prandelli, menilai dua gol yang bersarang ke gawang Gianluigi Buffon menjadi awal petaka keterpurukan timnya. Pasalnya melawan tim tangguh sekelas Spanyol akan menjadi persoalan sulit untuk bisa menyamakan kedudukan ataupun membalikkan keadaan.
“Itu pertandingan keras, tapi anda bisa melihat langsung mereka jauh lebih segar. Kami habis banyak energi minggu ini dan tidak punya waktu untuk pulih, sehingga ketika Spanyol unggul 2-0 melawan mereka pertandingan menjadi sulit," tuturnya.
(wbs)