Montolivo frustrasi dan sesali kekalahan
Senin, 02 Juli 2012 - 06:35 WIB
Montolivo frustrasi dan sesali kekalahan
A
A
A
Sindonews.com - Gelandang timnas Italia Riccardo Montolivo mengungkapkan, merupakan suatu penyesalan besar dan frustrasi menyusul kekalahan menyakitkan 0-4 tanpa balas dari Spanyol di laga puncak Piala Eropa 2012 dini hari tadi.
Betapa tidak, La Nazionale --julukan Italia--tinggal selangkah lagi mengakhiri dahaga puasa gelar trofi Eropa yang telah lama tidak mereka raih sejak 44 tahun silam. Pasalnya, pasukan biru Italia terakhir kali menikmati nikmatnya mengangkat trofi tersebut pada 1968.
“Kekalahan 4-0 di akhir kejuaraan Eropa, Anda tidak bisa bahagia. Ada penyesalan besar dan frustrasi yang kami rasakan di akhir pertandingan dan ini tidak sesuai yang kami harapkan,”ujar Montolivo dikutip Football-Italia, Senin (2/7/2012).
Menurutnya, bermain dengan 10 pemain di paro babak kedua, ketika Thiago Motta tidak bisa melanjutkan permainan semakin memperparah keadaan. ’’Ketika kami hanya bermain dengan 10 orang dan setengah jam pertandingan akan berakhir, saya menilai pertandingan telah usai,”paparnya.
Ia mengakui Spanyol bermain luar biasa. Pasukan Vicente del Bosque memiliki kekuatan yang kuat dan merata di setiap lininya. “Malam ini (dini hari tadi) Spanyol bermain 100 persen dan ketika mereka melakukan itu itu sulit bagi siapapun. Plus kami kurang tajam dan tidak beruntung dengan cedera. Mungkin kami perlu waktu untuk melupakan permainan seperti ini,” tandas pemain berusia 26 tahun tersebut.
Betapa tidak, La Nazionale --julukan Italia--tinggal selangkah lagi mengakhiri dahaga puasa gelar trofi Eropa yang telah lama tidak mereka raih sejak 44 tahun silam. Pasalnya, pasukan biru Italia terakhir kali menikmati nikmatnya mengangkat trofi tersebut pada 1968.
“Kekalahan 4-0 di akhir kejuaraan Eropa, Anda tidak bisa bahagia. Ada penyesalan besar dan frustrasi yang kami rasakan di akhir pertandingan dan ini tidak sesuai yang kami harapkan,”ujar Montolivo dikutip Football-Italia, Senin (2/7/2012).
Menurutnya, bermain dengan 10 pemain di paro babak kedua, ketika Thiago Motta tidak bisa melanjutkan permainan semakin memperparah keadaan. ’’Ketika kami hanya bermain dengan 10 orang dan setengah jam pertandingan akan berakhir, saya menilai pertandingan telah usai,”paparnya.
Ia mengakui Spanyol bermain luar biasa. Pasukan Vicente del Bosque memiliki kekuatan yang kuat dan merata di setiap lininya. “Malam ini (dini hari tadi) Spanyol bermain 100 persen dan ketika mereka melakukan itu itu sulit bagi siapapun. Plus kami kurang tajam dan tidak beruntung dengan cedera. Mungkin kami perlu waktu untuk melupakan permainan seperti ini,” tandas pemain berusia 26 tahun tersebut.
(wbs)