Prandelli galau?
Senin, 02 Juli 2012 - 07:22 WIB
Prandelli galau?
A
A
A
Sindonews.com – Italia gagal membukukan prestasi maksimal pada dua edisi terakhir. Selepas kesuksesan menjuarai Piala Dunia 2006, langkah Gli Azzurri julukan Italia terhenti pada perempat final Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.
Keterpurukan di dua kompetisi tersebut pun berakibat fatal bagi nakhoda yang dipercaya memikul tanggung jawab: Roberto Donadoni dan Marcello Lippi. Keduanya langsung dibebastugaskan dari posisinya. Pada Piala Eropa 2008, Italia selamat dari grup neraka dengan menyingkirkan Rumania dan Prancis. Namun, performa tidak konsisten gagal menyelamatkan mereka pada perempat final. Walau mampu mengimbangi Spanyol 0-0 selama 120 menit, Italia akhirnya tumbang 2-4 melalui adu penalti.
Di Piala Dunia 2010, penampilan Gli Azzurri bahkan lebih memalukan.Tergabung dalam grup mudah bersama Paraguay, Slovakia, dan Selandia Baru, Andrea Pirlo dkk justru gagal memetik kemenangan. Italia sukses mengakhiri tren negatif itu dengan menembus final Piala Eropa. Apa pun hasil final melawan Spanyol, dini hari tadi, capaian ini setidaknya dapat mengobati malu. Sayang, capaian tersebut tidak menjamin bakal bertahannya Cesare Prandelli.
Meski terikat kontrak hingga Piala Dunia 2014, tanda-tanda ingin hengkangnya Prandelli sudah terlihat. Dia tampak tidak tahan dengan masalah skandal pengaturan hasil pertandingan yang menyerang tanah kelahirannya. “Saya juga rindu bekerja tiap hari. Satu-satunya cara memenuhi hasrat ini adalah kembali melatih klub. Kita lihat saja nanti selepas Piala Eropa. Saya akan mengevaluasi semuanya,” kata Prandelli, dilansir Rai.
Pertimbangan lain adalah waktu. Banyak pelaku olahraga mundur saat mereka mencapai puncak. Jika Italia nanti jadi juara, tidak mustahil Prandelli mengikuti jejak Luis Aragones yang mundur dari Spanyol selepas menjuarai turnamen 2008.
Keterpurukan di dua kompetisi tersebut pun berakibat fatal bagi nakhoda yang dipercaya memikul tanggung jawab: Roberto Donadoni dan Marcello Lippi. Keduanya langsung dibebastugaskan dari posisinya. Pada Piala Eropa 2008, Italia selamat dari grup neraka dengan menyingkirkan Rumania dan Prancis. Namun, performa tidak konsisten gagal menyelamatkan mereka pada perempat final. Walau mampu mengimbangi Spanyol 0-0 selama 120 menit, Italia akhirnya tumbang 2-4 melalui adu penalti.
Di Piala Dunia 2010, penampilan Gli Azzurri bahkan lebih memalukan.Tergabung dalam grup mudah bersama Paraguay, Slovakia, dan Selandia Baru, Andrea Pirlo dkk justru gagal memetik kemenangan. Italia sukses mengakhiri tren negatif itu dengan menembus final Piala Eropa. Apa pun hasil final melawan Spanyol, dini hari tadi, capaian ini setidaknya dapat mengobati malu. Sayang, capaian tersebut tidak menjamin bakal bertahannya Cesare Prandelli.
Meski terikat kontrak hingga Piala Dunia 2014, tanda-tanda ingin hengkangnya Prandelli sudah terlihat. Dia tampak tidak tahan dengan masalah skandal pengaturan hasil pertandingan yang menyerang tanah kelahirannya. “Saya juga rindu bekerja tiap hari. Satu-satunya cara memenuhi hasrat ini adalah kembali melatih klub. Kita lihat saja nanti selepas Piala Eropa. Saya akan mengevaluasi semuanya,” kata Prandelli, dilansir Rai.
Pertimbangan lain adalah waktu. Banyak pelaku olahraga mundur saat mereka mencapai puncak. Jika Italia nanti jadi juara, tidak mustahil Prandelli mengikuti jejak Luis Aragones yang mundur dari Spanyol selepas menjuarai turnamen 2008.
(wbs)