Piala Eropa 2016 lebih menarik?

Senin, 02 Juli 2012 - 08:08 WIB
Piala Eropa 2016 lebih...
Piala Eropa 2016 lebih menarik?
A A A
Sindonews.com – Fans sepak bola dunia siap mendapat tontonan yang lebih menarik lagi pada 2016 mendatang. UEFA telah membuat perubahan signifikan untuk Piala Eropa yang digelar di Prancis.

Di Piala Eropa 2016 mendatang UEFA akan melakukan ekspansi peserta turnamen. Jika pada Piala Eropa 2012 ini ada 16 tim yang berjibaku di putaran final, pada 2016 mendatang akan ada 24 tim yang bermain di putaran final. Jadi, tahun ini akan jadi Piala Eropa terakhir dengan 16 tim kontestan. Ekspansi format yang dilakukan UEFA ini tentu dengan alasan jelas. Ini terkait dengan bertemunya tim-tim besar di penyisihan grup pada Piala Eropa tahun ini. Hal ini sangat disayangkan fans.

Karena, belum apa-apa, mereka banyak mendapat kejutan. Paling terburuk adalah jika timnya terdepak dari penyisihan grup. Dengan format 16 tim ini, fans menilai kompetisi berjalan sangat ketat dan cepat. Padahal, mereka butuh hiburan untuk melihat tim favoritnya berlaga. Itulah sebabnya, UEFA mempertimbangkan mengikutsertakan 24 tim pada 2016 mendatang. Dengan 24 peserta kompetisi dinilai akan lebih menarik dan kualifikasi juga tidak terlalu rumit. Pendapat tersebut berkaitan dengan sengitnya persaingan di Grup B Piala Eropa 2012.

Di sana ada empat tim papan atas yang bergabung, yaitu Jerman, Belanda, Portugal, dan Denmark. Belum apa-apa, dua dari mereka harus pulang. Inilah yang sangat disesali fans. Setelah itu, fans menilai kompetisi tak lagi menarik walaupun masih ada beberapa tim papan atas yang tampil. Namun, mereka menilai kalau saja penyisihan tidak seketat itu pastinya tim favorit mereka masih bisa melanjutkan perjuangan di Polandia-Ukraina.

Sebut saja tim seperti Inggris dan Portugal. Seharusnya mereka bisa mendapat kesempatan lebih jika saja penyisihan grup tidak seketat kemarin. Padahal, penampilan keduanya dinilai tidak buruk. “Kabar ini mungkin mengejutkan, tapi ini adalah bagian dari demokrasi. Semua masukan yang membangun tentu patut diperhitungkan,” ujar Presiden UEFA Michel Platini, dilansir uefa.com.

Selain itu, dengan melibatkan 24 tim, artinya membuka kesempatan tim-tim kecil berpartisipasi. Negara seperti Slovenia, Slovakia, Wales, Bosnia-Herzegovina, serta Hungaria juga bisa terlibat. Dengan demikian, kompetisi akan berjalan lebih menarik lagi.

Mereka juga berpeluang menciptakan sebuah sejarah baru dan menundukkan tim-tim besar. “Memang selalu ada negatif dan positifnya. Akan ada banyak spekulasi yang berkembang.Tapi, kami akan berusaha untuk mengambil jalan terbaik,” ungkap Platini.
(wbs)
Berita Terkait
Dualisme PSSI Tahun...
Dualisme PSSI Tahun 2012 Penyebab Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2012
Kisah Greysia Polii:...
Kisah Greysia Polii: Skandal Olimpiade 2012, Pensiun, Tragedi, Emas Olimpiade 2020
Meluruskan Mitos Seputar...
Meluruskan Mitos Seputar Osteoporosis
Polemik Revisi PP 109/2012,...
Polemik Revisi PP 109/2012, Kemenkumham Dorong Libatkan Partisipasi Publik
Tangis Haru Citra Febrianti...
Tangis Haru Citra Febrianti Dapat Realokasi Medali Perak Olimpiade London 2012
Tes Masif Terus Intensifikasi,...
Tes Masif Terus Intensifikasi, Masyarakat Diminta Menerapkan Protokol Kesehatan
Berita Terkini
Inggris vs Norwegia:...
Inggris vs Norwegia: Cuaca Jadi Musuh Utama
20 menit yang lalu
Rapor Merah Lionel Messi...
Rapor Merah Lionel Messi saat Jadi Algojo Penalti
1 jam yang lalu
Jayden Adams Tutup Usia,...
Jayden Adams Tutup Usia, Panggung Piala Dunia 2026 Jadi Penampilan Terakhir
2 jam yang lalu
Akademi Persib Bandung...
Akademi Persib Bandung dan Putri Garut Berebut Gelar Juara U-18 HYDROPLUS Soccer League All-Stars
5 jam yang lalu
Goal Aksis dan Cipta...
Goal Aksis dan Cipta Cendikia FA Berebut Gelar Juara HYDROPLUS Soccer League All-Stars U-15
5 jam yang lalu
Mini Soccer Bulog Perkuat...
Mini Soccer Bulog Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Bersama Stakeholder
5 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved