Duet Arya/Edi asa terakhir bawa pulang gelar
Jum'at, 06 Juli 2012 - 22:47 WIB
Duet Arya/Edi asa terakhir bawa pulang gelar
A
A
A
Sindonews.com - Pasangan ganda putra Arya Maulana Aldiartama/Edi Subaktiar menjadi harapan terakhir Indonesia untuk membawa gelar dari Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior U-19 2012. Harapan itu ditumpukan kepada Arya/Edi setelah memastikan lolos ke final. Sayang, sukses Arya/Edi tidak diikuti Alfian Eko Prasetya/Kevin Sanjaya Sukamulyo yang gagal menembus final.
Hebatnya, pasangan Arya/Edi membungkam unggulan teratas dari Hongkong, Lee Chun Hei/Ng Ka Long, dalam rubber game 15-21, 26-24, 21-15. Pada game kedua, pertandingan berlangsung seru dan menegangkan.
Unggul 20-19, Arya/Edi belum mampu menyelesaikan pertandingan hingga terjadi deuce 20-20 sampai 24-24. Kedua pasangan junior itu terlihat sama-sama tegang, beberapa kali mereka tak dapat mengembalikan bola-bola yang sebetulnya tak terlalu berbahaya. Namun, pasangan Indonesia mampu merebut game kedua dan memperpanjang 'napas' hingga harus dimainkannya game ketiga.
’’Bersyukur bisa masuk final, apalagi mengalahkan unggulan pertama. Di game kedua dan ketiga kami sudah mulai menemukan pola main yang enak setelah menang game kedua. Kami makin yakin kalau kami bisa menang,” kata Edi seperti dikutip dari situs resmi PB-PBSI.
’’Pada saat itu mungkin kami sedikit overconfidence karena unggul jauh, jadi terkejar. Namun kami lebih berhati-hati lagi dan bisa menyelesaikan gim penentuan ini” ujar Edi yang juga bermain di nomor ganda campuran bersama Melati Daeva Oktavianti.
Sementara itu, ganda Alfian Eko Prasetya/Kevin Sanjaya Sukamulyo ditaklukkan pasangan Taiwan Lin Wang Chi/Lin Wu Hsiao dalam dua game 20-22, 13-21. ''Kami kalah start, justru saat sudah berhasil menyeimbangkan dan kedudukan deuce 20-20, kami dinyatakan fault saat menerima service lawan. Sesudahnya konsentrasi sedikit buyar dan lawan makin percaya diri” ujar Kevin tentang lawannya.
Hebatnya, pasangan Arya/Edi membungkam unggulan teratas dari Hongkong, Lee Chun Hei/Ng Ka Long, dalam rubber game 15-21, 26-24, 21-15. Pada game kedua, pertandingan berlangsung seru dan menegangkan.
Unggul 20-19, Arya/Edi belum mampu menyelesaikan pertandingan hingga terjadi deuce 20-20 sampai 24-24. Kedua pasangan junior itu terlihat sama-sama tegang, beberapa kali mereka tak dapat mengembalikan bola-bola yang sebetulnya tak terlalu berbahaya. Namun, pasangan Indonesia mampu merebut game kedua dan memperpanjang 'napas' hingga harus dimainkannya game ketiga.
’’Bersyukur bisa masuk final, apalagi mengalahkan unggulan pertama. Di game kedua dan ketiga kami sudah mulai menemukan pola main yang enak setelah menang game kedua. Kami makin yakin kalau kami bisa menang,” kata Edi seperti dikutip dari situs resmi PB-PBSI.
’’Pada saat itu mungkin kami sedikit overconfidence karena unggul jauh, jadi terkejar. Namun kami lebih berhati-hati lagi dan bisa menyelesaikan gim penentuan ini” ujar Edi yang juga bermain di nomor ganda campuran bersama Melati Daeva Oktavianti.
Sementara itu, ganda Alfian Eko Prasetya/Kevin Sanjaya Sukamulyo ditaklukkan pasangan Taiwan Lin Wang Chi/Lin Wu Hsiao dalam dua game 20-22, 13-21. ''Kami kalah start, justru saat sudah berhasil menyeimbangkan dan kedudukan deuce 20-20, kami dinyatakan fault saat menerima service lawan. Sesudahnya konsentrasi sedikit buyar dan lawan makin percaya diri” ujar Kevin tentang lawannya.
(aww)