Senat ngamuk atlet AS pakai seragam made in China
Selasa, 17 Juli 2012 - 18:01 WIB
Senat ngamuk atlet AS pakai seragam made in China
A
A
A
Sindonews.com - Sebagian anggota Kongres dan para atlet Amerika Serikat marah setelah mengetahui bahwa seragam resmi tim Olimpiade AS ternyata dibuat di China. Kedigdayaan China sebagai “raksasa” baru dunia dalam berbagai bidang,membuat para politisi di Negeri Paman Sam Amerika Serikat tidak senang.
Namun, pakar ekonomi yang meneliti industri pakaian mengatakan outsourcing (alih daya) pekerja adalah bagian tren yang lebih luas. Bahkan desainer ternama AS, Ralph Lauren mengatakan hanya sebatas perancang. Setelah diteliti, seragam rancangan Lauren itu diproduksi di China, yang memang secara politik kerap berseberangan dengan Amerika.
Mengetahui seragam atletnya dibuat di China, pimpinan senat Amerika Serikat, Harry Reid, meminta Komite Olimpiade Amerika Serikat segera membakar seragam tersebut. "Harusnya Komite Olimpiade merasa malu atas kejadian ini," ucap Reid kepada yahoo sport Selasa (17/7/2012).
Kekesalan juga dilontarkan Pimpinan Dewan, John Boehner dan politisi lainnya, Nancy Pelosi. Namun komentar keduanya tidak setajam Harry Reid dan cenderung lebih bersifat retorika. "Anda benar-benar berpikir kalau mereka lebih tahu," kata Boehner. "Mereka harusnya mengenakan buatan Amerika," ucap Pelosi.
Profesor bisnis dari Universitas Georgetown, Pietra Rivoli mengatakan bahwa produksi pakaian telah menjadi "bagian yang sangat kecil dalam peta ekonomi Amerika."
Rivoli mengatakan, "faktanya adalah sekarang, hampir 97 persen pakaian dan aparel yang dibeli di Amerika dijahit di luar negeri." ucapnya.
Rivoli, yang juga menulis buku "The Travels of a T-Shirt in the Global Economy," mengatakan praktik industri Amerika yang memindahkan penjahitan-garmen untuk di luar negeri mencapai puncaknya pada akhir tahun 1980-an. Dia mengatakan biaya buruh luar negeri yang lebih rendah memicu tren itu.
Namun, pakar ekonomi yang meneliti industri pakaian mengatakan outsourcing (alih daya) pekerja adalah bagian tren yang lebih luas. Bahkan desainer ternama AS, Ralph Lauren mengatakan hanya sebatas perancang. Setelah diteliti, seragam rancangan Lauren itu diproduksi di China, yang memang secara politik kerap berseberangan dengan Amerika.
Mengetahui seragam atletnya dibuat di China, pimpinan senat Amerika Serikat, Harry Reid, meminta Komite Olimpiade Amerika Serikat segera membakar seragam tersebut. "Harusnya Komite Olimpiade merasa malu atas kejadian ini," ucap Reid kepada yahoo sport Selasa (17/7/2012).
Kekesalan juga dilontarkan Pimpinan Dewan, John Boehner dan politisi lainnya, Nancy Pelosi. Namun komentar keduanya tidak setajam Harry Reid dan cenderung lebih bersifat retorika. "Anda benar-benar berpikir kalau mereka lebih tahu," kata Boehner. "Mereka harusnya mengenakan buatan Amerika," ucap Pelosi.
Profesor bisnis dari Universitas Georgetown, Pietra Rivoli mengatakan bahwa produksi pakaian telah menjadi "bagian yang sangat kecil dalam peta ekonomi Amerika."
Rivoli mengatakan, "faktanya adalah sekarang, hampir 97 persen pakaian dan aparel yang dibeli di Amerika dijahit di luar negeri." ucapnya.
Rivoli, yang juga menulis buku "The Travels of a T-Shirt in the Global Economy," mengatakan praktik industri Amerika yang memindahkan penjahitan-garmen untuk di luar negeri mencapai puncaknya pada akhir tahun 1980-an. Dia mengatakan biaya buruh luar negeri yang lebih rendah memicu tren itu.
(wbs)