Hamil 8 bulan, atlet Malaysia berlomba di Olimpiade
Rabu, 18 Juli 2012 - 21:00 WIB
Hamil 8 bulan, atlet Malaysia berlomba di Olimpiade
A
A
A
Sindonews.com – Atlet menembak asal Malaysia ini boleh dibilang nekat. Bagaimana tidak, dalam kondisi hamil delapan bulan, Nur Suryani Mohamed Taibi, ikut berlomba di Olimpiade London. Ia akan bersaing di nomor 10 meter air rifle wanita.
Penembak berusia 29 tahun itu tidak mengkhawatirkan kondisinya yang hamil tua. Bahkan, dengan nada bercanda, ia mengatakan bahwa calon bayi perempuan yang dikandungnya bisa diajak kompromi saat berlomba. "Saya akan berbicara dengannya, saya bilang, ’ibu menembak dulu sebentar. Bisakah kamu tenang?’’ kata Nur kepada Times.
Nur mengaku tidak terbebani dengan kondisinya yang berbadan dua. Apalagi ia akan didampingi suaminya yang merangkap ofisial tim menembak Malaysia. Sehingga, setiap saat sang suami siaga apabila sewaktu-waktu si jabang bayi lahir saat berlomba di Olimpiade London. Begitu juga dengan tim dokter yang memberikan lampu hijau untuk berlomba dalam kondisi hamil.
Dalam sejarah Olimpiade, ada tiga wanita yang dalam kondisi hamil ikut berlomba. Tiga atlet wanita yang hamil itu bersaing di Olimpiade musim dingin. Sedangkan untuk Nur, dia adalah atlet wanita pertama yang berlomba dalam kondisi hamil delapan bulan. Nur juga menjadi atlet wanita pertama yang berlomba di cabang menembak di Olimpiade.
Nur yang kini berperingkat 47 dunia mengaku sudah mengantisipasi tekanan saat berkompetisi di Olimpiade. Apalagi cabang menembak membutuhkan tingkat konsentrasi dan ketenangan sangat tinggi saat berlomba.
’’Bagi saya, tidak ada yang tidak mungkin,’’tegasnya. "Ini salah satu tantangan. Jika . Jika saya tinggalkan (peluang berlomba di Olimpiade), siapa yang tahu? Harus menunggu empat tahun lagi, mungkin saya tidak punya kesempatan lagi,’’jelasnya.
Nur lolos kualifikasi ke Olimpiade London dalam Kejuaraan Asia menembak pada Januari lalu. Ia baru tahu dirinya hamil sehari setelah dinyatakan lolos ke Olimpiade London.
Ia kemudian berkonsultasi dengan beberapa orang sebelum mengambil keputusan untuk ikut berlomba atau tidak di Olimpiade. Ia berdiskusi dengan suami dan keluarga, tapi dokter memberinya izin.
’’Saya akan berbicara dengan si jabang bayi sebelum berlomba...jangan menendang, tetap tenang selama sejam dan 15 menit, ya,’’ kata peraih medali emas Commonwealth 2010 dan peraih perunggu Asian Games 2010 tersebut.
Penembak berusia 29 tahun itu tidak mengkhawatirkan kondisinya yang hamil tua. Bahkan, dengan nada bercanda, ia mengatakan bahwa calon bayi perempuan yang dikandungnya bisa diajak kompromi saat berlomba. "Saya akan berbicara dengannya, saya bilang, ’ibu menembak dulu sebentar. Bisakah kamu tenang?’’ kata Nur kepada Times.
Nur mengaku tidak terbebani dengan kondisinya yang berbadan dua. Apalagi ia akan didampingi suaminya yang merangkap ofisial tim menembak Malaysia. Sehingga, setiap saat sang suami siaga apabila sewaktu-waktu si jabang bayi lahir saat berlomba di Olimpiade London. Begitu juga dengan tim dokter yang memberikan lampu hijau untuk berlomba dalam kondisi hamil.
Dalam sejarah Olimpiade, ada tiga wanita yang dalam kondisi hamil ikut berlomba. Tiga atlet wanita yang hamil itu bersaing di Olimpiade musim dingin. Sedangkan untuk Nur, dia adalah atlet wanita pertama yang berlomba dalam kondisi hamil delapan bulan. Nur juga menjadi atlet wanita pertama yang berlomba di cabang menembak di Olimpiade.
Nur yang kini berperingkat 47 dunia mengaku sudah mengantisipasi tekanan saat berkompetisi di Olimpiade. Apalagi cabang menembak membutuhkan tingkat konsentrasi dan ketenangan sangat tinggi saat berlomba.
’’Bagi saya, tidak ada yang tidak mungkin,’’tegasnya. "Ini salah satu tantangan. Jika . Jika saya tinggalkan (peluang berlomba di Olimpiade), siapa yang tahu? Harus menunggu empat tahun lagi, mungkin saya tidak punya kesempatan lagi,’’jelasnya.
Nur lolos kualifikasi ke Olimpiade London dalam Kejuaraan Asia menembak pada Januari lalu. Ia baru tahu dirinya hamil sehari setelah dinyatakan lolos ke Olimpiade London.
Ia kemudian berkonsultasi dengan beberapa orang sebelum mengambil keputusan untuk ikut berlomba atau tidak di Olimpiade. Ia berdiskusi dengan suami dan keluarga, tapi dokter memberinya izin.
’’Saya akan berbicara dengan si jabang bayi sebelum berlomba...jangan menendang, tetap tenang selama sejam dan 15 menit, ya,’’ kata peraih medali emas Commonwealth 2010 dan peraih perunggu Asian Games 2010 tersebut.
(aww)