Pembukaan Olimpiade 2012 diwarnai konflik
Senin, 23 Juli 2012 - 09:57 WIB
Pembukaan Olimpiade 2012 diwarnai konflik
A
A
A
Sindonews.com – Panitia Olimpiade 2012 London telah merancang upacara pembukaan secara maksimal.Mereka berharap open ceremony kali ini bisa lebih bagus dari pembukaan Olimpiade 2008 Beijing yang dikenal luar biasa.
Tak pelak,panitia pun terus memoles persiapan pembukaan agar bisa berlangsung meriah. Namun,beberapa kendala konon menghadang mereka menjelang open ceremony itu.Banyak yang mengabarkan terjadi perselisihan antara Asosiasi Olimpiade Inggris (BOA) dan Panitia London 2012 mengenai sosok yang berhak menyalakan api Olimpiade. Ketua eksekutif BOA Andy Hunt menolak menyebutkan siapa sosok yang akan menjadi penyala api Olimpiade. Namun,dia mengatakan bahwa perdebatan masih berlangsung.
Dia memiliki solusi yang dinilai akan disetujui bersama. “Kami masih mengadakan diskusi akhir,” kata Hunt ketika ditanyai mengenai masalah tersebut,seperti dilansir Sports Yahoo.”Yang jelas,ini semua sangat positif dan menjadi topik besar bagi kami.Intinya,keputusan antara kedua organisasi ini––LOCOG (Komite Organisasi London) dan BOA–– adalah keputusan bersama,”tambahnya. Para mantan juara Olimpiade seperti Sir Steve Redgrave,Daley Thompson,dan Dame Kelly Holmes adalah sebagian di antara legendaris olahraga Inggris yang dihubung-hubungkan dengan peran itu.
Termasuk Sir Roger Bannister,pria pertama mencatatkan waktu di bawah satu menit saat berlari dalam jarak 1 mil (1,6 km). Yang jelas,pembukaan Olimpiade 2012 London ini masih dalam pembahasan, terutama mengenai orang yang akan menyalakan api Olimpiade. Sementara di sisi lain,Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Jacques Rogge berharap tidak ada acara mengheningkan cipta bagi para korban pembantaian warga Israel di Munich pada 1972,pada pembukaan Olimpiade 2012 London.
Dia menolak acara itu untuk memperingati 40 tahun pembunuhan 11 atlet Israel oleh kelompok bersenjata Palestina.Meski tragedi berdarah itu selalu dikenang dunia,itu tidak pantas dirayakan saat upacara pembukaan Olimpiade 2012 London. “Kami menilai upacara pembukaan Olimpiade tidak cocok untuk mengingat suatu insiden tragis,”ujar Rogge. Yang menarik,pernyataan itu juga berdampak politik.Pasalnya,IOC kemudian mendapat tekanan dari para politisi di Amerika Serikat,Israel,dan Jerman.
Tak pelak,Rogge pun mengatakan bahwa IOC akan tetap menghormati momen itu dalam momentum Olimpiade. Namun,acaranya bukan saat pembukaan, melainkan pada sebuah momentum Olimpiade,6 Agustus mendatang.
Tak pelak,panitia pun terus memoles persiapan pembukaan agar bisa berlangsung meriah. Namun,beberapa kendala konon menghadang mereka menjelang open ceremony itu.Banyak yang mengabarkan terjadi perselisihan antara Asosiasi Olimpiade Inggris (BOA) dan Panitia London 2012 mengenai sosok yang berhak menyalakan api Olimpiade. Ketua eksekutif BOA Andy Hunt menolak menyebutkan siapa sosok yang akan menjadi penyala api Olimpiade. Namun,dia mengatakan bahwa perdebatan masih berlangsung.
Dia memiliki solusi yang dinilai akan disetujui bersama. “Kami masih mengadakan diskusi akhir,” kata Hunt ketika ditanyai mengenai masalah tersebut,seperti dilansir Sports Yahoo.”Yang jelas,ini semua sangat positif dan menjadi topik besar bagi kami.Intinya,keputusan antara kedua organisasi ini––LOCOG (Komite Organisasi London) dan BOA–– adalah keputusan bersama,”tambahnya. Para mantan juara Olimpiade seperti Sir Steve Redgrave,Daley Thompson,dan Dame Kelly Holmes adalah sebagian di antara legendaris olahraga Inggris yang dihubung-hubungkan dengan peran itu.
Termasuk Sir Roger Bannister,pria pertama mencatatkan waktu di bawah satu menit saat berlari dalam jarak 1 mil (1,6 km). Yang jelas,pembukaan Olimpiade 2012 London ini masih dalam pembahasan, terutama mengenai orang yang akan menyalakan api Olimpiade. Sementara di sisi lain,Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Jacques Rogge berharap tidak ada acara mengheningkan cipta bagi para korban pembantaian warga Israel di Munich pada 1972,pada pembukaan Olimpiade 2012 London.
Dia menolak acara itu untuk memperingati 40 tahun pembunuhan 11 atlet Israel oleh kelompok bersenjata Palestina.Meski tragedi berdarah itu selalu dikenang dunia,itu tidak pantas dirayakan saat upacara pembukaan Olimpiade 2012 London. “Kami menilai upacara pembukaan Olimpiade tidak cocok untuk mengingat suatu insiden tragis,”ujar Rogge. Yang menarik,pernyataan itu juga berdampak politik.Pasalnya,IOC kemudian mendapat tekanan dari para politisi di Amerika Serikat,Israel,dan Jerman.
Tak pelak,Rogge pun mengatakan bahwa IOC akan tetap menghormati momen itu dalam momentum Olimpiade. Namun,acaranya bukan saat pembukaan, melainkan pada sebuah momentum Olimpiade,6 Agustus mendatang.
(wbs)