Tim sepak bola wanita AS bidik emas keempat
Rabu, 25 Juli 2012 - 10:29 WIB
Tim sepak bola wanita AS bidik emas keempat
A
A
A
Sindonews.com - Tim sepak bola putri Amerika Serikat (AS) bertekad mencetak sejarah di Olimpiade. Tim besutan Pia Sundhage ini membidik medali emas keempat saat tampil di Olimpiade London 2012. Hari ini, Hope Solo dkk akan memulai perburuannya dengan menghadapi Prancis pada laga perdana Grup G di Stadion Hampden Park, Glasgow, Skotlandia.
AS ingin membuktikan mereka mampu bangkit setelah mengalami kekalahan menyakitkan lewat drama adu penalti dari tim sepak bola putri Jepang di final Piala Dunia 2011 di Jerman. Sundhage mengatakan tujuan timnya sangat sederhana, yakni meraih kemenangan di setiap pertandingan demi menuntaskan target meraih medali emas. Timnas AS secara beruntun telah meraih tiga medali emas pada Olimpiade 1996, 2004, dan 2008.
“Kami mencoba fokus di setiap pertandingan dan bermain sebaik mungkin.Jika berhasil meraih kemenangan di setiap pertandingan, medali emas akan kami dapat,” kata Sundhage, dilansir paloaltoonline.com.
Pelatih berusia 52 tahun tersebut menilai Prancis merupakan lawan yang sulit dikalahkan. Selain AS dan Prancis, Grup G dihuni Kolombia dan Korea Utara. Menurut Sundhage, Prancis merupakan tim kuat yang mampu menampilkan permainan berbeda. “Kami harus mewaspadai Kolombia dan Korea Utara. Mereka tidak boleh diremehkan,” ungkapnya.
Sundhage mengakui perkembangan persepakbolaan putri pada Olimpiade kali ini sangat cepat. Namun, dia yakin dengan skuad yang dimilikinya saat ini AS bisa menembus babak final multievent empat tahunan tersebut. “Saya akan berusaha mempersiapkan tim ini dengan baik. Kami benar-benar ingin memenangkan setiap pertandingan dan melaju ke babak final,” ujar Sundhage.
Pelatih kelahiran Ulricehamn, Swedia, tersebut mengatakan jika timnya mampu menorehkan prestasi di Olimpiade 2012, tentu akan sangat membantu perkembangan sepak bola putri di dunia, khususnya di AS. Menurut dia, setiap event besar seperti Piala Dunia, Olimpiade, dan Piala Eropa sangat baik bagi perkembangan sepak bola wanita. “Semoga hal tersebut dapat memacu berbagai pihak agar dapat membuat liga sepak bola wanita lebih profesional,” tandas Sundhage.
Senada dengan Sundhage,para pemain juga berjanji akan menampilkan yang terbaik bagi kejayaan tim sepak bola putri AS. Gelandang Heater O’Reilly mengatakan, medali Olimpiade akan menjadi motivasi timnya setelah gagal meraih gelar Piala Dunia.
“Kami begitu marah dan kecewa dengan kekalahan di final Piala Dunia beberapa waktu lalu. Namun, kekalahan tersebut membuat kami semakin lapar. Semoga kami dapat meraih hasil yang terbaik di Olimpiade kali ini,” ujar gelandang O’Reilly.
Sementara itu, tim sepak bola putri Prancis kini telah menjelma menjadi tim kuda hitam yang berpotensi membuat kejutan di Olimpiade kali ini. Pola permainan ofensif yang diterapkan Pelatih Bruno Bini menjadi senjata andalan Prancis. Pengalaman di Piala Dunia 2011 kala menghadapi tim-tim tangguh seperti Jerman, Swedia, dan Amerika Serikat merupakan modal yang sangat berharga bagi Sandrine Soubeyrand dan kawan-kawan untuk bersaing di Grup G.
Sundhage akan tetap mengandalkan penjaga gawang Hope Solo dan bek Christine Rampone untuk mengawal pertahanan AS. Di lini depan, AS mempunyai banyak pilihan untuk melakukan variasi serangan. Mereka memiliki Abby Wambach, Alex Morgan, Lauren Cheney, Amy Rodriguez, dan Sydney Leroux untuk meneror lini pertahanan Prancis.
Prancis akan mengandalkan gelandang Louisa Necib yang menjadi pengatur serangan di lini tengah. Necib diharapkan mampu memberikan umpan-umpan yang dapat dimanfaatkan oleh Marie-Laure Delie, Eugenie Le Sommer, Gaetane Thiney dan Elodie Thomis. Namun, Prancis mempunyai sedikit masalah di lini pertahanan. Mereka harus mampu mengantisipasi bola-bola mati karena AS mempunyai keunggulan dalam duel di udara.
AS ingin membuktikan mereka mampu bangkit setelah mengalami kekalahan menyakitkan lewat drama adu penalti dari tim sepak bola putri Jepang di final Piala Dunia 2011 di Jerman. Sundhage mengatakan tujuan timnya sangat sederhana, yakni meraih kemenangan di setiap pertandingan demi menuntaskan target meraih medali emas. Timnas AS secara beruntun telah meraih tiga medali emas pada Olimpiade 1996, 2004, dan 2008.
“Kami mencoba fokus di setiap pertandingan dan bermain sebaik mungkin.Jika berhasil meraih kemenangan di setiap pertandingan, medali emas akan kami dapat,” kata Sundhage, dilansir paloaltoonline.com.
Pelatih berusia 52 tahun tersebut menilai Prancis merupakan lawan yang sulit dikalahkan. Selain AS dan Prancis, Grup G dihuni Kolombia dan Korea Utara. Menurut Sundhage, Prancis merupakan tim kuat yang mampu menampilkan permainan berbeda. “Kami harus mewaspadai Kolombia dan Korea Utara. Mereka tidak boleh diremehkan,” ungkapnya.
Sundhage mengakui perkembangan persepakbolaan putri pada Olimpiade kali ini sangat cepat. Namun, dia yakin dengan skuad yang dimilikinya saat ini AS bisa menembus babak final multievent empat tahunan tersebut. “Saya akan berusaha mempersiapkan tim ini dengan baik. Kami benar-benar ingin memenangkan setiap pertandingan dan melaju ke babak final,” ujar Sundhage.
Pelatih kelahiran Ulricehamn, Swedia, tersebut mengatakan jika timnya mampu menorehkan prestasi di Olimpiade 2012, tentu akan sangat membantu perkembangan sepak bola putri di dunia, khususnya di AS. Menurut dia, setiap event besar seperti Piala Dunia, Olimpiade, dan Piala Eropa sangat baik bagi perkembangan sepak bola wanita. “Semoga hal tersebut dapat memacu berbagai pihak agar dapat membuat liga sepak bola wanita lebih profesional,” tandas Sundhage.
Senada dengan Sundhage,para pemain juga berjanji akan menampilkan yang terbaik bagi kejayaan tim sepak bola putri AS. Gelandang Heater O’Reilly mengatakan, medali Olimpiade akan menjadi motivasi timnya setelah gagal meraih gelar Piala Dunia.
“Kami begitu marah dan kecewa dengan kekalahan di final Piala Dunia beberapa waktu lalu. Namun, kekalahan tersebut membuat kami semakin lapar. Semoga kami dapat meraih hasil yang terbaik di Olimpiade kali ini,” ujar gelandang O’Reilly.
Sementara itu, tim sepak bola putri Prancis kini telah menjelma menjadi tim kuda hitam yang berpotensi membuat kejutan di Olimpiade kali ini. Pola permainan ofensif yang diterapkan Pelatih Bruno Bini menjadi senjata andalan Prancis. Pengalaman di Piala Dunia 2011 kala menghadapi tim-tim tangguh seperti Jerman, Swedia, dan Amerika Serikat merupakan modal yang sangat berharga bagi Sandrine Soubeyrand dan kawan-kawan untuk bersaing di Grup G.
Sundhage akan tetap mengandalkan penjaga gawang Hope Solo dan bek Christine Rampone untuk mengawal pertahanan AS. Di lini depan, AS mempunyai banyak pilihan untuk melakukan variasi serangan. Mereka memiliki Abby Wambach, Alex Morgan, Lauren Cheney, Amy Rodriguez, dan Sydney Leroux untuk meneror lini pertahanan Prancis.
Prancis akan mengandalkan gelandang Louisa Necib yang menjadi pengatur serangan di lini tengah. Necib diharapkan mampu memberikan umpan-umpan yang dapat dimanfaatkan oleh Marie-Laure Delie, Eugenie Le Sommer, Gaetane Thiney dan Elodie Thomis. Namun, Prancis mempunyai sedikit masalah di lini pertahanan. Mereka harus mampu mengantisipasi bola-bola mati karena AS mempunyai keunggulan dalam duel di udara.
(akr)