Teknologi bantu pecahkan rekor Olimpiade

Rabu, 25 Juli 2012 - 21:09 WIB
Teknologi bantu pecahkan...
Teknologi bantu pecahkan rekor Olimpiade
A A A
Sindonews.com - Olimpiade 2012, yang dimulai Jumat tanggal 27 Juli di London, diperkirakan akan paling banyak ditonton dibandingkan Olimpiade Musim Panas sebelumnya. Miliaran pemirsa di seluruh dunia tidak hanya akan menyaksikan lewat televisi, tetapi juga komputer, ponsel dan jaringan media sosial seperti Facebook dan Twitter. Yang pasti ditonton oleh pemirsa adalah penampilan yang memecahkan rekor.

Dalam Olimpiade modern pertama tahun 1896, atlet Amerika memperoleh medali emas untuk cabang lompat galah. Ia melompat setinggi 3,30 meter, menggunakan galah kayu. Empat tahun lalu di Beijing, atlet Australia merebut medali emas dalam cabang olahraga sama dengan lompatan 5,96 meter. Galah yang ia gunakan lebih ringan dan kuat serta terbuat dari serat karbon.

"Apa yang kita lihat benar-benar revolusi, terutama dalam penggunaan bahan-bahan terbaru dan desain yang terintegrasi," papar Michael Caine seperti yang dikutip voa Rabu (25/7/2012).

Michael Caine adalah seorang profesor teknologi olahraga di Loughborough University di Inggris. Ia mengatakan atlet yang menggunakan pemukul baseball, raket dan klub golf yang lebih ringan dan lebih kuat dapat memukul bola lebih jauh, lebih kuat atau melintir. Inovasi teknis ini dapat dilihat dalam berbagai pemecahan rekor olahraga.

Sebelum Olimpiade Beijing 2008, rata-rata terjadi 22 pemecahan rekor setiap Olimpiade. Dalam Olimpiade Beijing, 108 rekor baru terpecahkan. Caine mengatakan dalam cabang renang, 94 persen dari lomba itu dimenangkan oleh atlet yang mengenakan pakaian renang yang menutup seluruh tubuh yang dibuat dari bahan-bahan yang direkayasa.

Caine menambahkan, "Pakaian renang itu membuat atlet hidrodinamik – pergesekan air berkurang dan jauh lebih banyak dari baju renang sebelumnya. Dan bisa kita lihat, jumlah rekor dunia terus berjatuhan."

Federasi olahraga renang kemudian melarang pakaian khusus itu dari kompetisi. Ini memicu perdebatan mengenai apa yang disebut "doping teknologi", yaitu baju renang canggih itu –memberi keunggulan yang tidak adil bagi yang menggunakan dibandingkan yang tidak menggunakan.

"Dan tentu saja jika teknologi mendominasi atau jika kita memiliki teknologi yang terbatas bagi negara-negara kaya saja, maka semangat persaingan yang sehat bisa diragukan," ujar Michael Caine.

Caine mengatakan meski pakaian renang seluruh tubuh telah digunakan secara luas di Beijing, peralatan baru tidak akan begitu terlihat di London. Ia mengatakan sebagian besar inovasi teknologi untuk meningkatkan kinerja atlet bisa dicapai dengan latihan.
(wbs)
Berita Terkait
Kemenpora Janjikan Bonus...
Kemenpora Janjikan Bonus Lifter Peraih Perak Olimpiade London
Olimpiade London 2012,...
Olimpiade London 2012, Skandal Doping Terbesar dalam Sejarah
Walikota London Kerap...
Walikota London Kerap Diancam dan Harus Dikawal 15 Polisi karena Dia Muslim
Tangis Haru Citra Febrianti...
Tangis Haru Citra Febrianti Dapat Realokasi Medali Perak Olimpiade London 2012
Tahukah Kamu? Ponsel...
Tahukah Kamu? Ponsel Mu BIsa Mendengarkan Anda
10 Tahun Menunggu, Lifter...
10 Tahun Menunggu, Lifter Indonesia Citra Febrianti Terima Medali Perak Olimpiade London
Berita Terkini
Lionel Messi Gunakan...
Lionel Messi Gunakan Trik Curang Saat Loloskan Argentina ke 16 Besar Piala Dunia 2026?
1 jam yang lalu
Aib Piala Dunia 2026,...
Aib Piala Dunia 2026, Joe Hart Semprot Wasit Laga Prancis vs Paraguay: Sangat Memalukan
3 jam yang lalu
Jadi Semifinalis Indonesia...
Jadi Semifinalis Indonesia International Open (IIO) 2026, Irsal Nasution Petik Pengalaman Berharga
3 jam yang lalu
Asian Boxing U19 & U23...
Asian Boxing U19 & U23 Championships 2026, Perbati Pastikan Penyelenggaraan Berstandar Internasional
3 jam yang lalu
Kritik Zlatan Ibrahimovic:...
Kritik Zlatan Ibrahimovic: Ego Tinggi Ronaldo Sulitkan Portugal di Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Gol Mbappe Bantu Prancis...
Gol Mbappe Bantu Prancis ke Perempat Final Piala Dunia 2026
7 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved