Dahaga 52 tahun, Inggris mematok juara
Kamis, 26 Juli 2012 - 10:15 WIB
Dahaga 52 tahun, Inggris mematok juara
A
A
A
Sindonews.com– Setelah absen selama 52 tahun di pagelaran Olimpiade, tim Inggris Raya mematok target tinggi: juara! Namun, sebelumnya, mereka harus menundukkan Senegal pada babak penyisihan Grup A di Old Trafford, hari ini.
Inggris Raya memiliki keuntungan karena bermain di kandang sendiri. Bermaterikan para pemain yang merumput di Liga Primer membuat skuad asuhan Stuart Pierce tersebut difavoritkan untuk lolos dari Grup A yang dihuni Senegal,Uni Emirat Arab,dan Uruguay. Pelatih berusia 50 tahun itu mengandalkan tiga pemain seniornya,yakni penyerang Liverpool Craig Bellamy,bek Manchester City (Man City) Micah Richards,dan gelandang Manchester United (MU) Ryan Giggs.
Selain ketiga pemain tersebut,Inggris Raya juga memiliki pemain-pemain muda yang layak diperhitungkan.Mereka adalah penjaga gawang Birmingham City Jack Butland,gelandang MU Tom Cleverley,gelandang Arsenal Aaron Ramsey, dan penyerang Chelsea Daniel Sturridge.Mereka diharapkan bisa memberikan kontribusi sehingga Inggris Raya bisa memupus dahaga selama 52 tahun. “Tak bisa dibayangkan tim ini absen selama itu,”ujar Pierce.“Tak heran banyak yang sangat antusias melihat tim ini pada pagelaran Olimpiade 2012,”ujarnya.
Inggris Raya terakhir tampil pada 1960.Saat itu,mereka gagal melaju ke babak gugur. Sementara perolehan terbaik pada 1908 dan 1912,kala Inggris Raya merebut medali emas. Pemain yang paling antusias membawa Inggris Raya berjaya adalah Giggs.Dia mengaku bangga karena mendapat kesempatan untuk membela Inggris Raya di Olimpiade.Punggawa berusia 38 tahun itu berharap mampu menorehkan sejarah dengan merebut medali emas Olimpiade.
“Karier saya di timnas sangat bertolak belakang dengan karier saya di klub.Saya telah meraih segalanya bersama MU, tapi tidak demikian ketika saya memperkuat Wales.Namun, sekarang saya mempunyai kesempatan lain untuk meraih prestasi.Selama beberapa pekan bersama tim ini,saya telah mengalami banyak hal yang menarik dan saya menikmati semua itu,”kata Giggs, dilansir Goal.
Menurut pemain kelahiran Cardiff,Wales itu, membela sebuah tim di ajang Olimpiade merupakan sebuah kesempatan yang langka.“Bermain di Olimpiade tidak seperti yang dipikirkan sebelumnya. Sepak bola merupakan cabang yang telah dimainkan sejak lama di Olimpiade.Tetapi,Inggris Raya telah lama tidak menjadi juara.Sebagai orang Wales,tentu saya merasa sangat bangga bisa menjadi bagian dari tim ini,”tutur Giggs.
Sementara di kubu Senegal,penampilan di Olimpiade 2012 kali ini merupakan peran serta pertama kali.Senegal mempunyai kesempatan kedua untuk menunjukkan kehebatan mereka di ajang internasional. Sebelumnya,tim berjuluk Lions of Teranga itu tampil mengejutkan di Piala Dunia 2002.Kala itu,El Hadji Diouf dkk menjadi tim kuda hitam yang berhasil menembus babak perempat final.
Namun,sejak saat itu,penampilan Senegal seakan menukik.Mereka tidak mampu menunjukkan kualitas permainan seperti di Korea-Jepang.Karena alasan itulah, skuad asuhan Joseph Koto tersebut tidak memasang target muluk pada Olimpiade kali ini,meskipun mereka sempat menaklukkan Spanyol dan Swiss pada pertandingan uji coba.
Inggris Raya memiliki keuntungan karena bermain di kandang sendiri. Bermaterikan para pemain yang merumput di Liga Primer membuat skuad asuhan Stuart Pierce tersebut difavoritkan untuk lolos dari Grup A yang dihuni Senegal,Uni Emirat Arab,dan Uruguay. Pelatih berusia 50 tahun itu mengandalkan tiga pemain seniornya,yakni penyerang Liverpool Craig Bellamy,bek Manchester City (Man City) Micah Richards,dan gelandang Manchester United (MU) Ryan Giggs.
Selain ketiga pemain tersebut,Inggris Raya juga memiliki pemain-pemain muda yang layak diperhitungkan.Mereka adalah penjaga gawang Birmingham City Jack Butland,gelandang MU Tom Cleverley,gelandang Arsenal Aaron Ramsey, dan penyerang Chelsea Daniel Sturridge.Mereka diharapkan bisa memberikan kontribusi sehingga Inggris Raya bisa memupus dahaga selama 52 tahun. “Tak bisa dibayangkan tim ini absen selama itu,”ujar Pierce.“Tak heran banyak yang sangat antusias melihat tim ini pada pagelaran Olimpiade 2012,”ujarnya.
Inggris Raya terakhir tampil pada 1960.Saat itu,mereka gagal melaju ke babak gugur. Sementara perolehan terbaik pada 1908 dan 1912,kala Inggris Raya merebut medali emas. Pemain yang paling antusias membawa Inggris Raya berjaya adalah Giggs.Dia mengaku bangga karena mendapat kesempatan untuk membela Inggris Raya di Olimpiade.Punggawa berusia 38 tahun itu berharap mampu menorehkan sejarah dengan merebut medali emas Olimpiade.
“Karier saya di timnas sangat bertolak belakang dengan karier saya di klub.Saya telah meraih segalanya bersama MU, tapi tidak demikian ketika saya memperkuat Wales.Namun, sekarang saya mempunyai kesempatan lain untuk meraih prestasi.Selama beberapa pekan bersama tim ini,saya telah mengalami banyak hal yang menarik dan saya menikmati semua itu,”kata Giggs, dilansir Goal.
Menurut pemain kelahiran Cardiff,Wales itu, membela sebuah tim di ajang Olimpiade merupakan sebuah kesempatan yang langka.“Bermain di Olimpiade tidak seperti yang dipikirkan sebelumnya. Sepak bola merupakan cabang yang telah dimainkan sejak lama di Olimpiade.Tetapi,Inggris Raya telah lama tidak menjadi juara.Sebagai orang Wales,tentu saya merasa sangat bangga bisa menjadi bagian dari tim ini,”tutur Giggs.
Sementara di kubu Senegal,penampilan di Olimpiade 2012 kali ini merupakan peran serta pertama kali.Senegal mempunyai kesempatan kedua untuk menunjukkan kehebatan mereka di ajang internasional. Sebelumnya,tim berjuluk Lions of Teranga itu tampil mengejutkan di Piala Dunia 2002.Kala itu,El Hadji Diouf dkk menjadi tim kuda hitam yang berhasil menembus babak perempat final.
Namun,sejak saat itu,penampilan Senegal seakan menukik.Mereka tidak mampu menunjukkan kualitas permainan seperti di Korea-Jepang.Karena alasan itulah, skuad asuhan Joseph Koto tersebut tidak memasang target muluk pada Olimpiade kali ini,meskipun mereka sempat menaklukkan Spanyol dan Swiss pada pertandingan uji coba.
(wbs)