Inggris gunakan tentara amankan Olimpiade
Kamis, 26 Juli 2012 - 11:32 WIB
Inggris gunakan tentara amankan Olimpiade
A
A
A
Sindonews.com - Tentara dari Resimen Royal Scottish berjalan melintasi Stadion Olimpiade di Stratford, sebelah timur London (17/7). Pemerintah Inggris mengerahkan 13.500 lagi tentaranya untuk menjaga keamanan saat berlangsungnya Olimpiade.
Seperti yang dilansir sportvoa, laporan komisi parlemen Inggris yang dikeluarkan hari Kamis (19/7) mengatakan keyakinan Olimpiade London telah diperlemah oleh kegagalan kontraktor swasta untuk menyediakan pengawal keamanan dalam jumlah yang memadai.
Dalam laporan tersebut, Ketua Komisi Pengawas Dana Pemerintah, Margareth Hodge, mengatakan kekacauan yang telah muncul karena kontrak keamanan tersebut tidak mengherankan.
Hodge juga mengeritik pengawasan panitia Olimpiade London atas kurangnya persiapan perusahaan Keamanan G4S untuk mengankan Olimpiade itu. Dalam laporan tersebut, Departemen Kebudayaan, Media, dan Olahraga pemerintah dituduh menahan informasi mengenai kesiapan keamanan dan biayanya untuk Olimpiade.
Hodge berharap akan melakukan peninjauan resmi Olimpiade bulan September. Olimpide London akan dimulai tanggal 27 Juli dan berlangsung hingga tanggal 12 Augustus.
Sementara itu, perusahaan keamanan G4S, mengatakan mereka mengalami kesulitan memproses pelamar pekerjaan keamanan. karena Perusahaan keamanan swasta G4S mendapatkan kontrak untuk menghadirkan 10 ribu personil keamanan namun gagal mendapatkan cukup tenaga untuk memenuhi komitmen tersebut.
Ini telah mendorong pemerintah Inggris memerintahkan 13.500 lagi tentara untuk melakukan tugas keamanan saat berlangsungnya Olimpiade. G4S mengatakan pihaknya harus membayar biaya pasukan tambahan tersebut. Perusahaan tersebut menaksir kerugian yang akan dialaminya mencapai sekitar 54 juta dolar hingga 77 juta dolar dari kontrak keamanan Olimpiade-nya.
Bahkan pemerintah Inggris telah memutuskan untuk mengerahkan 1.200 tentara tambahan untuk melindungi lokasi-lokasi penyelenggaraan Olimpiade London, setelah sebuah perusahaan keamanan swasta gagal menyuplai jumlah pengawal yang memadai.
Sekretaris Olimpiade Jeremy Hunt, Selasa, mengatakan, menteri-menteri dalam pemerintahan Inggris meyakini, tidak boleh ada ada sesuatu pun yang diabaikan tiga hari menjelang peristiwa damai paling besar yang pernah diselenggarakan Inggris itu.
Tentara tambahan itu meningkatkan jumlah personil militer Inggris yang dikerahkan untuk olimpiade menjadi 18.200 orang.
Seperti yang dilansir sportvoa, laporan komisi parlemen Inggris yang dikeluarkan hari Kamis (19/7) mengatakan keyakinan Olimpiade London telah diperlemah oleh kegagalan kontraktor swasta untuk menyediakan pengawal keamanan dalam jumlah yang memadai.
Dalam laporan tersebut, Ketua Komisi Pengawas Dana Pemerintah, Margareth Hodge, mengatakan kekacauan yang telah muncul karena kontrak keamanan tersebut tidak mengherankan.
Hodge juga mengeritik pengawasan panitia Olimpiade London atas kurangnya persiapan perusahaan Keamanan G4S untuk mengankan Olimpiade itu. Dalam laporan tersebut, Departemen Kebudayaan, Media, dan Olahraga pemerintah dituduh menahan informasi mengenai kesiapan keamanan dan biayanya untuk Olimpiade.
Hodge berharap akan melakukan peninjauan resmi Olimpiade bulan September. Olimpide London akan dimulai tanggal 27 Juli dan berlangsung hingga tanggal 12 Augustus.
Sementara itu, perusahaan keamanan G4S, mengatakan mereka mengalami kesulitan memproses pelamar pekerjaan keamanan. karena Perusahaan keamanan swasta G4S mendapatkan kontrak untuk menghadirkan 10 ribu personil keamanan namun gagal mendapatkan cukup tenaga untuk memenuhi komitmen tersebut.
Ini telah mendorong pemerintah Inggris memerintahkan 13.500 lagi tentara untuk melakukan tugas keamanan saat berlangsungnya Olimpiade. G4S mengatakan pihaknya harus membayar biaya pasukan tambahan tersebut. Perusahaan tersebut menaksir kerugian yang akan dialaminya mencapai sekitar 54 juta dolar hingga 77 juta dolar dari kontrak keamanan Olimpiade-nya.
Bahkan pemerintah Inggris telah memutuskan untuk mengerahkan 1.200 tentara tambahan untuk melindungi lokasi-lokasi penyelenggaraan Olimpiade London, setelah sebuah perusahaan keamanan swasta gagal menyuplai jumlah pengawal yang memadai.
Sekretaris Olimpiade Jeremy Hunt, Selasa, mengatakan, menteri-menteri dalam pemerintahan Inggris meyakini, tidak boleh ada ada sesuatu pun yang diabaikan tiga hari menjelang peristiwa damai paling besar yang pernah diselenggarakan Inggris itu.
Tentara tambahan itu meningkatkan jumlah personil militer Inggris yang dikerahkan untuk olimpiade menjadi 18.200 orang.
(wbs)