Federer paling tajir
Sabtu, 28 Juli 2012 - 14:52 WIB
Federer paling tajir
A
A
A
Sindonews.com - Ketika sebagian besar atlet berjuang keras memeras keringat demi kehormatan bangsa di Olimpiade 2012, London, Inggris, segelintir atlet top dunia justru mengeruk keuntungan saat mengikuti multievent empat tahun tersebut.
Para atlet top itu seolah mendapat berkah saat momentum Olimpiade. Apalagi, banyak sponsor kenamaan merekrut mereka bertepatan Olimpiade. Jadi, jangan heran melihat mereka lebih menikmati ajang itu ketimbang atlet lain yang hanya memberikan hasil terbaik bagi negara. Namun, dari voting yang dilakukan Forbesh ingga Juli 2012, atlet dari cabang tenis ataupun basket masih mendominasi soal pendapatan di Olimpiade tahun ini.
Petenis Swiss Roger Federer bahkan didaulat sebagai atlet yang mengeruk keuntungan terbanyak bertepatan Olimpiade 2012. Dengan pendapatan hadiah senilai USD9,3 juta plus bonus USD45 juta dari penampilan ataupun sponsor selama 12 bulan terakhir hingga Juli 2012, maka Federer berhak mengantongi nominal sangat menggiurkan,yakni USD54.300.000.
Hadiah besar itu memang tak lepas dari performa Federer yang meningkat dalam satu tahun terakhir ini. Puncaknya ketika Federer meraih gelar Wimbledon 2012 sekaligus mematahkan rekor Pete Sampras, yang sempat memegang status petenis peringkat 1 ATP terlama.
Bukan hanya itu, prestasi membuat para sponsor tak segan memberikannya pekerjaan sebagai model iklan. Itu pula yang membuat Federer memiliki portofolio dukungan paling mengesankan ketimbang atlet lain di planet ini. Federer tak sendiri karena ada Maria Sharapova di peringkat keempat versi Forbes. Sebelum ambil bagian di London, dia terlebih dahulu mengantongi hadiah senilai USD27,1 juta.
Sementara petenis Serbia Novak Djokovic bertengger di posisi 8 dengan torehan bonus senilai USD19,8 juta. Sharapova atau Djokovic sebenarnya masih kalah pendapatan ketimbang petenis Spanyol Rafael Nadal, yakni mencapai USD32,4 juta. Sayang, Nadal tak bisa tampil di London karena masalah lutut.
Satu-satunya atlet Asia yang mendapat bayaran termahal di Olimpiade adalah Li Na. Petenis asal China itu berada di posisi 10 dalam daftar atlet termahal dengan pendapatan sekitar USD18,4 juta.
Setelah tenis, cabang basket mulai mengirimkan wakilnya dengan pendapatan termahal di Olimpiade. Sebut saja forward Miami Heat LeBron James mendapatkan USD53 juta, lalu ada guard LA Lakers Kobe Bryant dengan pendapatan USD52,3 juta. Pendapatan itu membuat Forbes menempatkan mereka di posisi 2-3.
Forward Heat Dwyane Wade mengatakan, wajar bila pebasket AS mendapat pendapatan lebih, terlebih saat diberi kesempatan membela negara di Olimpiade. Komentar itu pula yang sempat menggemparkan kompetisi NBA,tiga bulan lalu. “Jika kami mendapat tugas itu, tubuh berat ini tak harus bermain untuk dolar. Tapi, jika harus memilih, lebih baik kami mendapat kompensasi,” tandasnya.
Di luar hegemoni atlet tenis ataupun basket, sprinter Usain Bolt mulai memasuki peringkat 10 besar atlet termahal versi Forbes. Dia menempati peringkat 7 dengan pendapatan yang diestimasikan mencapai USD20,3 juta.
Capaian itu bukan saja hasil dari pemecahan rekor dunia yang dia lakukan di nomor 100 meter atau 200 meter, melainkan sebagian besar pendapatannya dikeruk dari dukungan sponsor, seperti Gatorade, Hublot, Nissan Motor, Visa. Namun, kesepakatan sponsor terbesarnya adalah dengan Puma, yang membayar USD9 juta per tahun.
Sementara dua perenang AS, Michael Phelps dan Ryan Lochte, belum mampu menembus urutan 10 besar.Kendati mencatat prestasi fenomenal di Olimpiade 2008, Beijing, China, mereka tak bisa melewati pendapatan atlet tenis atau basket. Phelps hanya mendapat sekitar USD7 juta selama 12 bulan terakhir. Sementara Lochte masih berada di bawahnya dengan pendapatan mencapai USD3 juta.
Para atlet top itu seolah mendapat berkah saat momentum Olimpiade. Apalagi, banyak sponsor kenamaan merekrut mereka bertepatan Olimpiade. Jadi, jangan heran melihat mereka lebih menikmati ajang itu ketimbang atlet lain yang hanya memberikan hasil terbaik bagi negara. Namun, dari voting yang dilakukan Forbesh ingga Juli 2012, atlet dari cabang tenis ataupun basket masih mendominasi soal pendapatan di Olimpiade tahun ini.
Petenis Swiss Roger Federer bahkan didaulat sebagai atlet yang mengeruk keuntungan terbanyak bertepatan Olimpiade 2012. Dengan pendapatan hadiah senilai USD9,3 juta plus bonus USD45 juta dari penampilan ataupun sponsor selama 12 bulan terakhir hingga Juli 2012, maka Federer berhak mengantongi nominal sangat menggiurkan,yakni USD54.300.000.
Hadiah besar itu memang tak lepas dari performa Federer yang meningkat dalam satu tahun terakhir ini. Puncaknya ketika Federer meraih gelar Wimbledon 2012 sekaligus mematahkan rekor Pete Sampras, yang sempat memegang status petenis peringkat 1 ATP terlama.
Bukan hanya itu, prestasi membuat para sponsor tak segan memberikannya pekerjaan sebagai model iklan. Itu pula yang membuat Federer memiliki portofolio dukungan paling mengesankan ketimbang atlet lain di planet ini. Federer tak sendiri karena ada Maria Sharapova di peringkat keempat versi Forbes. Sebelum ambil bagian di London, dia terlebih dahulu mengantongi hadiah senilai USD27,1 juta.
Sementara petenis Serbia Novak Djokovic bertengger di posisi 8 dengan torehan bonus senilai USD19,8 juta. Sharapova atau Djokovic sebenarnya masih kalah pendapatan ketimbang petenis Spanyol Rafael Nadal, yakni mencapai USD32,4 juta. Sayang, Nadal tak bisa tampil di London karena masalah lutut.
Satu-satunya atlet Asia yang mendapat bayaran termahal di Olimpiade adalah Li Na. Petenis asal China itu berada di posisi 10 dalam daftar atlet termahal dengan pendapatan sekitar USD18,4 juta.
Setelah tenis, cabang basket mulai mengirimkan wakilnya dengan pendapatan termahal di Olimpiade. Sebut saja forward Miami Heat LeBron James mendapatkan USD53 juta, lalu ada guard LA Lakers Kobe Bryant dengan pendapatan USD52,3 juta. Pendapatan itu membuat Forbes menempatkan mereka di posisi 2-3.
Forward Heat Dwyane Wade mengatakan, wajar bila pebasket AS mendapat pendapatan lebih, terlebih saat diberi kesempatan membela negara di Olimpiade. Komentar itu pula yang sempat menggemparkan kompetisi NBA,tiga bulan lalu. “Jika kami mendapat tugas itu, tubuh berat ini tak harus bermain untuk dolar. Tapi, jika harus memilih, lebih baik kami mendapat kompensasi,” tandasnya.
Di luar hegemoni atlet tenis ataupun basket, sprinter Usain Bolt mulai memasuki peringkat 10 besar atlet termahal versi Forbes. Dia menempati peringkat 7 dengan pendapatan yang diestimasikan mencapai USD20,3 juta.
Capaian itu bukan saja hasil dari pemecahan rekor dunia yang dia lakukan di nomor 100 meter atau 200 meter, melainkan sebagian besar pendapatannya dikeruk dari dukungan sponsor, seperti Gatorade, Hublot, Nissan Motor, Visa. Namun, kesepakatan sponsor terbesarnya adalah dengan Puma, yang membayar USD9 juta per tahun.
Sementara dua perenang AS, Michael Phelps dan Ryan Lochte, belum mampu menembus urutan 10 besar.Kendati mencatat prestasi fenomenal di Olimpiade 2008, Beijing, China, mereka tak bisa melewati pendapatan atlet tenis atau basket. Phelps hanya mendapat sekitar USD7 juta selama 12 bulan terakhir. Sementara Lochte masih berada di bawahnya dengan pendapatan mencapai USD3 juta.
(akr)