Tiket habis, tetapi banyak kursi kosong
Senin, 30 Juli 2012 - 10:12 WIB
Tiket habis, tetapi banyak kursi kosong
A
A
A
Sindonews.com – Panitia Olimpiade London melakukan investigasi menyangkut banyaknya kursi kosong pada hari pertama pelaksanaan Olimpiade,Sabtu (28/7).
Menteri Kebudayaan Inggris Jeremy Hunt yang menangani Olimpiade mengatakan,Komite Penyelenggara Olimpiade London atau LOCOG sedang melakukan penyelidikan terkait hal itu. “LOCOG sedang melakukan investigasi penuh terhadap apa yang terjadi,”tutur Hunt kepada BBC,sehari setelah pembukaan yang mendapatkan pujian karena menampilkan Ratu Elizabeth,Paul McCartney,dan Rowan Atkinson. Sabtu (28/7), televisi menayangkan berbagai pertandingan.
Orang-orang yang berdatangan ke arena pertandingan melihat sejumlah kursi kosong di jam-jam awal pertandingan di gelanggang air,bola basket, dan pada jam-jam berikutnya di arena tenis Wimbledon.
“Tampaknya,kursi-kursi (kosong,itu) adalah kursi yang diperuntukkan bagi para sponsor.Tapi,kalau mereka tidak muncul,kami menginginkan publik bisa mendapatkan tiket karena keberadaan mereka akan memeriahkan pertandingan. Jadi,kami akan menangani masalah ini sesegera mungkin,” kata Hunt.
Menteri Olahraga Hugh Robertson mengatakan terkejut arena-arena pertandingan tidak dipenuhi penonton. LOCOG biasanya menerakan tanda “sudah habis”beberapa menit setelah tiket mulai dijual kepada publik.Pada Sabtu (28/7), sejumlah loket di arena-arena pertandingan masih diwarnai dengan antrean orang yang ingin membeli tiket.
“Saya setiap hari mencoba dan terus mencoba mendapatkan tiket pertandingan (sepak bola) untuk Argentina,”kata seorang pekerja bidang listrik asal Argentina Lucas Lopez. Nicolette Robinson,47, seorang konsultan merek dan desain,mengatakan ketika masih kecil,dirinya ingin menjadi pesenam seperti pahlawannya,Nadia Comaneci.
Dia merasa kecewa karena tidak mendapatkan tiket untuk menonton pertandingan senam di Olimpiade London. “Saya kira setidaknya apa yang bisa saya lakukan adalah melihat mereka (para atlet senam).Melihat mereka di televisi,sementara setengah stadionnya ternyata sepi,sayang sekali.Kalau bisa,saya mau membayar berapa saja supaya bisa melihat mereka (secara langsung),”ujarnya. LOCOG menolak memberikan gambaran mengenai jumlah orang yang hadir di arenaarena pertandingan pada hari Sabtu atau berapa banyak tiket yang terjual.
LOCOG hanya menyebutkan mereka yang akan menonton Olimpiade akan mencapai jumlah 11 juta orang. “Saya hadir di Olimpiade Beijing tahun 2008 dan salah satu pelajaran yang kami dapatkan saat itu adalah stadion yang penuh dengan penonton akan membuat suasana terbaik. Terbaik bagi para atlet dan akan lebih menyenangkan untuk para penonton dan itu telah menjadi prioritas,”kata Hunt.
Menteri Kebudayaan Inggris Jeremy Hunt yang menangani Olimpiade mengatakan,Komite Penyelenggara Olimpiade London atau LOCOG sedang melakukan penyelidikan terkait hal itu. “LOCOG sedang melakukan investigasi penuh terhadap apa yang terjadi,”tutur Hunt kepada BBC,sehari setelah pembukaan yang mendapatkan pujian karena menampilkan Ratu Elizabeth,Paul McCartney,dan Rowan Atkinson. Sabtu (28/7), televisi menayangkan berbagai pertandingan.
Orang-orang yang berdatangan ke arena pertandingan melihat sejumlah kursi kosong di jam-jam awal pertandingan di gelanggang air,bola basket, dan pada jam-jam berikutnya di arena tenis Wimbledon.
“Tampaknya,kursi-kursi (kosong,itu) adalah kursi yang diperuntukkan bagi para sponsor.Tapi,kalau mereka tidak muncul,kami menginginkan publik bisa mendapatkan tiket karena keberadaan mereka akan memeriahkan pertandingan. Jadi,kami akan menangani masalah ini sesegera mungkin,” kata Hunt.
Menteri Olahraga Hugh Robertson mengatakan terkejut arena-arena pertandingan tidak dipenuhi penonton. LOCOG biasanya menerakan tanda “sudah habis”beberapa menit setelah tiket mulai dijual kepada publik.Pada Sabtu (28/7), sejumlah loket di arena-arena pertandingan masih diwarnai dengan antrean orang yang ingin membeli tiket.
“Saya setiap hari mencoba dan terus mencoba mendapatkan tiket pertandingan (sepak bola) untuk Argentina,”kata seorang pekerja bidang listrik asal Argentina Lucas Lopez. Nicolette Robinson,47, seorang konsultan merek dan desain,mengatakan ketika masih kecil,dirinya ingin menjadi pesenam seperti pahlawannya,Nadia Comaneci.
Dia merasa kecewa karena tidak mendapatkan tiket untuk menonton pertandingan senam di Olimpiade London. “Saya kira setidaknya apa yang bisa saya lakukan adalah melihat mereka (para atlet senam).Melihat mereka di televisi,sementara setengah stadionnya ternyata sepi,sayang sekali.Kalau bisa,saya mau membayar berapa saja supaya bisa melihat mereka (secara langsung),”ujarnya. LOCOG menolak memberikan gambaran mengenai jumlah orang yang hadir di arenaarena pertandingan pada hari Sabtu atau berapa banyak tiket yang terjual.
LOCOG hanya menyebutkan mereka yang akan menonton Olimpiade akan mencapai jumlah 11 juta orang. “Saya hadir di Olimpiade Beijing tahun 2008 dan salah satu pelajaran yang kami dapatkan saat itu adalah stadion yang penuh dengan penonton akan membuat suasana terbaik. Terbaik bagi para atlet dan akan lebih menyenangkan untuk para penonton dan itu telah menjadi prioritas,”kata Hunt.
(wbs)