Roger Federer kerja keras singkirkan Alejandro Falla
Senin, 30 Juli 2012 - 10:52 WIB
Roger Federer kerja keras singkirkan Alejandro Falla
A
A
A
Sindonews.com – Roger Federer harus kerja keras untuk melenggang ke babak kedua tunggal putra tenis Olimpiade London 2012.Petenis Swiss itu dipaksa main tiga set sebelum mengandaskan perjuangan petenis Kolombia Alejandro Falla 6-3,5-7,6-3.
Federer yang baru saja merebut gelar Wimbledon untuk ketujuh kali pada awal bulan ini mengakui lawannya selalu merepotkan dirinya.Hal itu pernah terjadi saat laga pembuka Wimbledon 2010.Saat itu,Federer nyaris dipermalukan Falla setelah tertinggal dua set.Beruntung,dia mampu bangkit dan menutup kemenangan lima set (5-7,4-6,6-4,7-6,6-0).
“Ini pertandingan yang sulit,seperti yang terjadi beberapa tahun lalu,”kata Federer,mengingat kemenangan atas Falla pada Wimbledon 2010,dilansir spor24. “Falla kerap menyulitkan dan saya gugup. Kehilangan satu set merupakan kerugian bagi saya,terutama dalam situasi masih dalam keadaan percaya diri,”lanjutnya. Di babak kedua,Federer akan menghadapi petenis Prancis Julien Benneteau yang menyingkirkan Mikhail Youzhny (Rusia) 7-5,6-3.
Petenis nomor satu dunia itu bertekad meraih hasil maksimal guna meraih impiannya selama ini dengan memiliki medali emas Olimpiade di nomor tunggal.Federer merasa kemenangan ini sangat penting untuk menjaga peluang meraih hasil terbaik.Setelah meraih juara di Wimbledon, Federer memilih istirahat dan memperisapkan kondisinya untuk bertanding di Olimpiade. Peraih medali emas Olimpiade Beijing 2012 pada nomor ganda putra ini merasa terhormat bisa kembali ikut dalam ajang Olimpiade.
Ini Olimpiade keempat setelah pertama kali di Sydney (2000),Athena (2004),Beijing (2004),dan London (2012). Selama itu,dia belum sekali pun meraih medali pada nomor tunggal dan prestasinya hanya mencapai perempat final empat tahun lalu.Medali emas nomor tunggal sangat diimpikan Federer agar meraihnya pada tahun ini.Sebab,usianya yang sudah mencapai 30 tahun akan sangat sulit jika harus diulangnya empat tahun yang akan datang.
“Ketika membela nama Swiss,saya berusaha menjadi yang terbaik.Sebab,saya selalu bepergian selama delapan bulan setahun.Tapi,itu berbeda saat ada lambang Swiss di dada dan tekanan makin terasa,” ujar Federer “Ini bukan sesuatu yang sering kami lakukan.Semua orang membicarakan Olimpiade ini di Swiss.Ini hadir hanya empat tahun sekali.Jadi,amat berbeda dan saya juga merasakannya,”sambungnya.
Di sektor putri,petenis Amerika Serikat Serena Williams,sukses maju ke babak selanjutnya setelah meraih kemenangan 6–3,6–1 atas Jelena Jankovic.Kemenangan ini membuktikan bahwa performanya masih stabil setelah pada awal bulan baru meraih sukses di Wimbledon.
Meski empat tahun lalu sukses meraih medali emas saat berpasangan dengan kakak kandungnya, Venus Williams,Serena ingin memberikan medali untuk Amerika Serikat pada nomor tunggal. “Kami akan menghadapi semua lawan, seperti di Wimbledon yang bermain untuk menang Venus.Saat di Australia Terbuka,AS Terbuka,Olimpiade adalah bonus.Jadi,saya akan mendapatkan bonus jika meraih kemenangan,”paparnya.
Federer yang baru saja merebut gelar Wimbledon untuk ketujuh kali pada awal bulan ini mengakui lawannya selalu merepotkan dirinya.Hal itu pernah terjadi saat laga pembuka Wimbledon 2010.Saat itu,Federer nyaris dipermalukan Falla setelah tertinggal dua set.Beruntung,dia mampu bangkit dan menutup kemenangan lima set (5-7,4-6,6-4,7-6,6-0).
“Ini pertandingan yang sulit,seperti yang terjadi beberapa tahun lalu,”kata Federer,mengingat kemenangan atas Falla pada Wimbledon 2010,dilansir spor24. “Falla kerap menyulitkan dan saya gugup. Kehilangan satu set merupakan kerugian bagi saya,terutama dalam situasi masih dalam keadaan percaya diri,”lanjutnya. Di babak kedua,Federer akan menghadapi petenis Prancis Julien Benneteau yang menyingkirkan Mikhail Youzhny (Rusia) 7-5,6-3.
Petenis nomor satu dunia itu bertekad meraih hasil maksimal guna meraih impiannya selama ini dengan memiliki medali emas Olimpiade di nomor tunggal.Federer merasa kemenangan ini sangat penting untuk menjaga peluang meraih hasil terbaik.Setelah meraih juara di Wimbledon, Federer memilih istirahat dan memperisapkan kondisinya untuk bertanding di Olimpiade. Peraih medali emas Olimpiade Beijing 2012 pada nomor ganda putra ini merasa terhormat bisa kembali ikut dalam ajang Olimpiade.
Ini Olimpiade keempat setelah pertama kali di Sydney (2000),Athena (2004),Beijing (2004),dan London (2012). Selama itu,dia belum sekali pun meraih medali pada nomor tunggal dan prestasinya hanya mencapai perempat final empat tahun lalu.Medali emas nomor tunggal sangat diimpikan Federer agar meraihnya pada tahun ini.Sebab,usianya yang sudah mencapai 30 tahun akan sangat sulit jika harus diulangnya empat tahun yang akan datang.
“Ketika membela nama Swiss,saya berusaha menjadi yang terbaik.Sebab,saya selalu bepergian selama delapan bulan setahun.Tapi,itu berbeda saat ada lambang Swiss di dada dan tekanan makin terasa,” ujar Federer “Ini bukan sesuatu yang sering kami lakukan.Semua orang membicarakan Olimpiade ini di Swiss.Ini hadir hanya empat tahun sekali.Jadi,amat berbeda dan saya juga merasakannya,”sambungnya.
Di sektor putri,petenis Amerika Serikat Serena Williams,sukses maju ke babak selanjutnya setelah meraih kemenangan 6–3,6–1 atas Jelena Jankovic.Kemenangan ini membuktikan bahwa performanya masih stabil setelah pada awal bulan baru meraih sukses di Wimbledon.
Meski empat tahun lalu sukses meraih medali emas saat berpasangan dengan kakak kandungnya, Venus Williams,Serena ingin memberikan medali untuk Amerika Serikat pada nomor tunggal. “Kami akan menghadapi semua lawan, seperti di Wimbledon yang bermain untuk menang Venus.Saat di Australia Terbuka,AS Terbuka,Olimpiade adalah bonus.Jadi,saya akan mendapatkan bonus jika meraih kemenangan,”paparnya.
(wbs)