Peraturan Olimpiade diprotes atlet AS
Senin, 30 Juli 2012 - 18:03 WIB
Peraturan Olimpiade diprotes atlet AS
A
A
A
Sindonews.com - Atlet Amerika Serikat mengajukan protes lewat Twitter, Minggu, terkait peraturan iklan selama Olimpiade London 2012 yang didesain untuk melindungi para sponsor.
Seperti yang dilansir bbcsport, sasaran protes mereka adalah peraturan 40 dalam piagam Olimpiade, yang melarang atlet menjadi bintang iklan perusahaan lain kecuali sponsor selama Olimpiade.
Mereka menganggap peraturan itu melindungi 11 perusahaan internasional, di antaranya Visa, McDonalds, dan Coca-Cola yang membantu pendanaan Olimpiade sekitar 100 juta dolar AS (Rp 947,5 miliar) setiap empat tahun untuk menjadi sponsor Olimpiade musim dingin dan musim panas.
Beberapa atlet, termasuk Dawn Harper, juara lari 100m gawang di Beijing empat tahun lalu, menggunakan situs jejaring sosial menyerukan agar pembatasan dapat lebih longgar.
"Saya merasa terhormat menjadi atlet Olimpiade tetapi kami ingin perubahan peraturan 40," tulis Harper di twitter disertai foto sekelompok atlet negara itu di ruang tunggu sepert yang dilansir ant.sport.com Senin, (17/7/2012).
Mereka juga meminta, perusahaan dan sponsor Komite Olimpiade Nasional dibebaskan melalui peraturan itu untuk mencegah apa yang disebut "serangan pasar". Meskipun demikian, pengekangan itu berarti bahwa para atlet harus memutus kontrak dengan sponsor pribadinya justru di saat mereka menikmati menjadi pusat sorotan.
Pedoman dikeluarkan bagi para atlet dan agensi sebelum Olimpiade untuk memperingatkan mereka bisa dikeluarkan dari Olimpiade jika melanggar aturan. Komite Internasional Olimpiade (IOC) secara aktif mendorong para atlet menggunakan media sosial selama Olimpiade yang dibuka Jumat. Meskipun pedoman blogging juga harus mengikuti aturan dalam periklanan.
Seperti yang dilansir bbcsport, sasaran protes mereka adalah peraturan 40 dalam piagam Olimpiade, yang melarang atlet menjadi bintang iklan perusahaan lain kecuali sponsor selama Olimpiade.
Mereka menganggap peraturan itu melindungi 11 perusahaan internasional, di antaranya Visa, McDonalds, dan Coca-Cola yang membantu pendanaan Olimpiade sekitar 100 juta dolar AS (Rp 947,5 miliar) setiap empat tahun untuk menjadi sponsor Olimpiade musim dingin dan musim panas.
Beberapa atlet, termasuk Dawn Harper, juara lari 100m gawang di Beijing empat tahun lalu, menggunakan situs jejaring sosial menyerukan agar pembatasan dapat lebih longgar.
"Saya merasa terhormat menjadi atlet Olimpiade tetapi kami ingin perubahan peraturan 40," tulis Harper di twitter disertai foto sekelompok atlet negara itu di ruang tunggu sepert yang dilansir ant.sport.com Senin, (17/7/2012).
Mereka juga meminta, perusahaan dan sponsor Komite Olimpiade Nasional dibebaskan melalui peraturan itu untuk mencegah apa yang disebut "serangan pasar". Meskipun demikian, pengekangan itu berarti bahwa para atlet harus memutus kontrak dengan sponsor pribadinya justru di saat mereka menikmati menjadi pusat sorotan.
Pedoman dikeluarkan bagi para atlet dan agensi sebelum Olimpiade untuk memperingatkan mereka bisa dikeluarkan dari Olimpiade jika melanggar aturan. Komite Internasional Olimpiade (IOC) secara aktif mendorong para atlet menggunakan media sosial selama Olimpiade yang dibuka Jumat. Meskipun pedoman blogging juga harus mengikuti aturan dalam periklanan.
(wbs)