Banyak kursi kosong di Olimpiade London
Selasa, 31 Juli 2012 - 16:18 WIB
Banyak kursi kosong di Olimpiade London
A
A
A
Sindonews.com - Olimpiade London 2012 banyak menyisakan kursi kosong pada cabang olahraga yang telah dipertandingkan seperti Hoki, tenis, volly, hingga renang. Oleh karena itu untuk mengisi kursi kosong tersebut Sekretaris Culture Jeremy Hunt akan membahas aturan 30 menit agar membuat kursi yang kosong tersebut tersedia untuk penonton.
"Akan ada aturan baru 30 menit. Saya lihat banyak kursi kosong yang telah dipesan setelah satu setengah jam acara dimulai tetapi tidak ada penghuninya. Hal ini tentu bisa mempengaruhi atlet yang bertanding," ucap Hunt seperti dilansir Mirror, Selasa (31/7/2012).
Sedangkan Perdana Menteri Inggris David Cameron mengakui beberapa orang telah menyatakan kekecewaannya karena setelah harus berjuang keras untuk mendapatkan tiket mereka tidak mendapatkannya. "Akan selalu ada beberapa kursi kosong karena Anda harus membuat beberapa tersedia untuk tim dari atlet yang bersangkutan maupun pejabat mereka," ucapnya.
Hal yang mencolok terlihat adalah saat Tom Daley dan Peter Waterfield berkompetisi dalam kompetisi loncat indah, saat itu setidaknya ada 100 kursi yang kosong. Selanjutnya lebih dari 12.000 kursi dibiarkan kosong pada akhir pekan yang lalu.
Hunt menambahkan ia mengetahui tidak bisa memaksa yang berwenang dalam Olimpiade untuk menyerahkan tiket mereka tetapi ia mengatakan seharusnya ada ide untuk memberikan kursi yang tidak sedang digunakan. "Hal inilah yang harus kita cari jalan keluarnya, kami sedang lihat apakah dapat melakukannya. Tapi kami memang memiliki kontrak dengan Komite Olimpiade Internasional dan Federasi olahraga jadi kami harus menghormati mereka," terangnya.
Terkait dengan aturan 30 menit ada juga yang mempertanyakan bagaimana dengan penonton yang sudah memesan tapi terlambat karena ganguan transportasi atau masalah yang lain. Meski begitu sebagian besar penonton di Olympic Park mendukung usulan tersebut.
"Kami sudah cukup beruntung telah mendapatkan tiket tapi begitu banyak teman kami datang dan tidak mendapatkan apa-apa. Maka akan sangat baik jika mereka bisa diberikan tiket orang-orang yang tidak muncul setelah 30 menit," ucap salah seorang penonton Sarah Butcher dari Weymouth.
"Akan ada aturan baru 30 menit. Saya lihat banyak kursi kosong yang telah dipesan setelah satu setengah jam acara dimulai tetapi tidak ada penghuninya. Hal ini tentu bisa mempengaruhi atlet yang bertanding," ucap Hunt seperti dilansir Mirror, Selasa (31/7/2012).
Sedangkan Perdana Menteri Inggris David Cameron mengakui beberapa orang telah menyatakan kekecewaannya karena setelah harus berjuang keras untuk mendapatkan tiket mereka tidak mendapatkannya. "Akan selalu ada beberapa kursi kosong karena Anda harus membuat beberapa tersedia untuk tim dari atlet yang bersangkutan maupun pejabat mereka," ucapnya.
Hal yang mencolok terlihat adalah saat Tom Daley dan Peter Waterfield berkompetisi dalam kompetisi loncat indah, saat itu setidaknya ada 100 kursi yang kosong. Selanjutnya lebih dari 12.000 kursi dibiarkan kosong pada akhir pekan yang lalu.
Hunt menambahkan ia mengetahui tidak bisa memaksa yang berwenang dalam Olimpiade untuk menyerahkan tiket mereka tetapi ia mengatakan seharusnya ada ide untuk memberikan kursi yang tidak sedang digunakan. "Hal inilah yang harus kita cari jalan keluarnya, kami sedang lihat apakah dapat melakukannya. Tapi kami memang memiliki kontrak dengan Komite Olimpiade Internasional dan Federasi olahraga jadi kami harus menghormati mereka," terangnya.
Terkait dengan aturan 30 menit ada juga yang mempertanyakan bagaimana dengan penonton yang sudah memesan tapi terlambat karena ganguan transportasi atau masalah yang lain. Meski begitu sebagian besar penonton di Olympic Park mendukung usulan tersebut.
"Kami sudah cukup beruntung telah mendapatkan tiket tapi begitu banyak teman kami datang dan tidak mendapatkan apa-apa. Maka akan sangat baik jika mereka bisa diberikan tiket orang-orang yang tidak muncul setelah 30 menit," ucap salah seorang penonton Sarah Butcher dari Weymouth.
(akr)