Latihan 'kejam', rahasia sukses perenang no 137 China

Selasa, 31 Juli 2012 - 22:24 WIB
Latihan kejam, rahasia...
Latihan 'kejam', rahasia sukses perenang no 137 China
A A A
Sindonews.com - Perenang belia China Ye Shiwen baru saja meraih emas di nomor 400 meter gaya ganti pada Olimpiade London 2012. Hebatnya, perenang berusia 16 tahun itu juga berhasil mencetak rekor dunia dengan catatan waktu 4 menit 28,43 detik. Tapi, tahukah Anda bila Shiwen harus menjalani latihan super berat untuk menjadi juara.

Namun, kemenangan Shiwen yang berhasil menyapu lima catatan rekor waktu terbaik di olimpiade ini mengundang kecurigaan dari sejumlah pengamat olahraga. Mereka menduga Shiwen menggunakan doping. Menjawab kecurigaan tersebut, Shiwen kepada Dailymail Selasa (31/7/2012) mengaku telah menjalani tempat pelatihan 'kejam' di mana ia mendapatkan nama panggilan baru yakni atlet no 137.

Pusat pelatihan tersebut menjadi sekolah baru dan masa depan Shiwen. Di tempat itulah semua waktunya mulai difokuskan semata-mata untuk mempersembahkan kemenangan dalam cabang olahraga renang bagi China. Berbeda dengan perenang tercepat di dunia sebelumnya, untuk meningkatkan pengambilan oksigen, dia dipaksa untuk berenang selama berjam-jam dalam di sebuah alat vakum yang mampu menyedot udara dari luar air.

Lalu ada juga Sharron Davies, perenang tercepat di dunia yang juga menjalani program untuk menyabet emas dengan melakukan latih tanding bersama hewan. Shiwen juga diwajibkan melakukan diet dan mengonsumsi makanan kaya protein. Selain itu, ia juga mendapatkan suntikan steroid untuk meningkatkan hormon.

Dengan bentuk tubuh yang maskulin, dengan bahu yang lebar dan besar, paha dan betis yang gempal, gadis belia itu menyelam bagaikan paus putih yang mengenakan kostum berwarna hitam. Kemenangan Shiwen tidak terlepas dari metode pelatihan 'kejam' ala China.

Metode itu mulai berkembang pada tahun 80-an, di mana sejak saat itu China bertekad mengakhiri penghinaan abadi atas atlet renangnya dan ingin mencetak generasi juara di masa depan.

Sebelumnya, pada Januari lalu terdapat beberapa postingan foto di internet yang memperlihatkan bagaimana anak-anak China harus menangis kesakitan untuk menjadi seorang atlet dalam sebuah camp pelatihan. Beberapa di antara mereka juga terlihat mendapat pukulan dari para pelatih.
(akr)
Berita Terkait
Kemenpora Janjikan Bonus...
Kemenpora Janjikan Bonus Lifter Peraih Perak Olimpiade London
Olimpiade London 2012,...
Olimpiade London 2012, Skandal Doping Terbesar dalam Sejarah
Walikota London Kerap...
Walikota London Kerap Diancam dan Harus Dikawal 15 Polisi karena Dia Muslim
Tangis Haru Citra Febrianti...
Tangis Haru Citra Febrianti Dapat Realokasi Medali Perak Olimpiade London 2012
Tahukah Kamu? Ponsel...
Tahukah Kamu? Ponsel Mu BIsa Mendengarkan Anda
10 Tahun Menunggu, Lifter...
10 Tahun Menunggu, Lifter Indonesia Citra Febrianti Terima Medali Perak Olimpiade London
Berita Terkini
Uruguay Tersandera Dokumen...
Uruguay Tersandera Dokumen Pesawat, FIFA dan Maskapai Saling Lempar Tanggung Jawab
1 jam yang lalu
Visa Ditolak AS, Wasit...
Visa Ditolak AS, Wasit Somalia Omar Artan Panen Duit FIFA
2 jam yang lalu
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Kisah Yasin Ayari dan...
Kisah Yasin Ayari dan Gol Perdana Swedia di Piala Dunia Setelah 2.893 Hari
4 jam yang lalu
Isak-Gyokeres Mengamuk,...
Isak-Gyokeres Mengamuk, Swedia Gilas Tunisia dan Rebut Takhta Grup F
4 jam yang lalu
Papan Tulis Sakti Jepang...
Papan Tulis Sakti Jepang Bikin Belanda Mandek
5 jam yang lalu
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved