Pejudo putri Arab diizinkan berjilbab
Rabu, 01 Agustus 2012 - 10:14 WIB
Pejudo putri Arab diizinkan berjilbab
A
A
A
Sindonews.com – Seorang pejudo putri Arab Saudi akan ikut ambil bagian pada kompetisi judo Olimpiade London 2012 setelah dia diizinkan mengenakan jilbab yang dirancang khusus.
Wojdan Ali Seraj Abdulrahim Shaherkani adalah salah satu dari dua atlet putri Arab Saudi yang datang ke Olimpiade London setelah Komite Olimpiade Internasional (IOC) melobi kerajaan Islam itu untuk membatalkan penolakannya mengirim atlet putri ke Olimpiade. Juru bicara Komite Olimpiade Nasional Arab Saudi Razan Baker mengatakan bahwa lembaganya,IOC,dan Federasi Judo Internasional (IJF) saat ini sudah menyetujui bentuk kesepakatan yang dapat diterima bagi penggunaan jilbab.
“Mereka menyetujui suatu desain baju untuk bertanding.Dia akan berlaga dengan menggunakan baju rancangan khusus ini,” ujar Baker. Yang jelas,keputusan ini merupakan keberhasilan IOC mendesak Arab Saudi dan negara muslim lain seperti Qatar dan Brunei— tiga negara yang menolak mengirim atlet putri mereka ke ajang Olimpiade—untuk mengakhiri larangan mereka tersebut
.Keputusan Arab Saudi mengirim Shaherkani dan pelari 800 meter putri Sarah Attar yang masih remaja mendapat pujian dari Presiden IOC Jacques Rogge.Shaherkani akan berlaga di kelas berat pada Jumat mendatang.
Wojdan Ali Seraj Abdulrahim Shaherkani adalah salah satu dari dua atlet putri Arab Saudi yang datang ke Olimpiade London setelah Komite Olimpiade Internasional (IOC) melobi kerajaan Islam itu untuk membatalkan penolakannya mengirim atlet putri ke Olimpiade. Juru bicara Komite Olimpiade Nasional Arab Saudi Razan Baker mengatakan bahwa lembaganya,IOC,dan Federasi Judo Internasional (IJF) saat ini sudah menyetujui bentuk kesepakatan yang dapat diterima bagi penggunaan jilbab.
“Mereka menyetujui suatu desain baju untuk bertanding.Dia akan berlaga dengan menggunakan baju rancangan khusus ini,” ujar Baker. Yang jelas,keputusan ini merupakan keberhasilan IOC mendesak Arab Saudi dan negara muslim lain seperti Qatar dan Brunei— tiga negara yang menolak mengirim atlet putri mereka ke ajang Olimpiade—untuk mengakhiri larangan mereka tersebut
.Keputusan Arab Saudi mengirim Shaherkani dan pelari 800 meter putri Sarah Attar yang masih remaja mendapat pujian dari Presiden IOC Jacques Rogge.Shaherkani akan berlaga di kelas berat pada Jumat mendatang.
(wbs)