Alan Budikusuma: Tidak ada larangan untuk mengalah
Kamis, 02 Agustus 2012 - 16:01 WIB
Alan Budikusuma: Tidak ada larangan untuk mengalah
A
A
A
Sindonews.com - Masalah manipulasi kekalahan atlet bulu tangkis terus bergulir dan menuai berbagai macam tanggapan, baik yang mengecam atau membela. Mantan pebulu tangkis nasional Alan Budikusuma mengatakan, sistem pertandingan pada cabang bulu tangkis di Olimpiade London yang menyebabkan pemain sengaja untuk tidak memenangkan pertandingan.
Pemain, yang pernah meraih emas bulu tangkis di Olimpiade 1992 di Barcelona, mengatakan, para pemain tidak bisa disalahkan dalam kasus ini.
"Saya tidak menyalahkan pemain dan tidak menyalahkan coach (pelatih). Yang kita salahkan adalah sistem yang memberi peluang atau celah kepada atlet untuk melakukan sesuatu," kata Alan dalam wawancara dengan bbcsport, Kamis (02/08/2012).
Menurutnya, setiap atlet olah raga akan berusaha untuk mendapatkan medali. "Dari sistem (sistem pertandingan bulutangkis di Olimpiade London) itu, ada peluang untuk peluang yang membuat mereka lebih baik mengalah, menghemat tenaga, (dan) lebih memilih pemain Korea ketimbang Cina," papar Alan.
Alan mengaku telah memperoleh informasi bahwa 'taktik mengalah' dilakukan tim bulu tangkis Indonesia, karena sistem yang membolehkan. "Tidak ada larangan untuk mengalah," tegasnya.
Sebelumnya, BWF mendiskualifikasi delapan pemain, Wang Xiaoli dan Yu Yang dari Cina, pasangan Indonesia Greysia Polii/Meiliana Jauhari, dan dua pasangan Korea Selatan, Jung Kyung-eun/Kim Ha-na dan Ha Jung-eun/Kim Min-jung, setelah didakwa sengaja kalah. Korea Selatan mengajukan banding namun ditolak sementara banding Indonesia belakangan dicabut.
Pemain, yang pernah meraih emas bulu tangkis di Olimpiade 1992 di Barcelona, mengatakan, para pemain tidak bisa disalahkan dalam kasus ini.
"Saya tidak menyalahkan pemain dan tidak menyalahkan coach (pelatih). Yang kita salahkan adalah sistem yang memberi peluang atau celah kepada atlet untuk melakukan sesuatu," kata Alan dalam wawancara dengan bbcsport, Kamis (02/08/2012).
Menurutnya, setiap atlet olah raga akan berusaha untuk mendapatkan medali. "Dari sistem (sistem pertandingan bulutangkis di Olimpiade London) itu, ada peluang untuk peluang yang membuat mereka lebih baik mengalah, menghemat tenaga, (dan) lebih memilih pemain Korea ketimbang Cina," papar Alan.
Alan mengaku telah memperoleh informasi bahwa 'taktik mengalah' dilakukan tim bulu tangkis Indonesia, karena sistem yang membolehkan. "Tidak ada larangan untuk mengalah," tegasnya.
Sebelumnya, BWF mendiskualifikasi delapan pemain, Wang Xiaoli dan Yu Yang dari Cina, pasangan Indonesia Greysia Polii/Meiliana Jauhari, dan dua pasangan Korea Selatan, Jung Kyung-eun/Kim Ha-na dan Ha Jung-eun/Kim Min-jung, setelah didakwa sengaja kalah. Korea Selatan mengajukan banding namun ditolak sementara banding Indonesia belakangan dicabut.
(wbs)