Berusia 71 tahun, Hoketsu atlet tertua di Olimpiade London
Kamis, 02 Agustus 2012 - 22:56 WIB
Berusia 71 tahun, Hoketsu atlet tertua di Olimpiade London
A
A
A
Sindonews.com – Siapa atlet tertua di Olimpiade London? Hiroshi Hoketsu jawabannya. Ya, atlet berkuda asal Jepang berusia 71 tahun itu menjadi yang tertua di Olimpiade London. Hoketsu juga menjadi atlet tertua saat Olimpiade Beijing 2008.
Ia kali pertama berkompetisi di Olimpiade di cabang olahraga berkuda nomor equestrian di Olimpiade Tokyo 1964. Pada penampilannya di Olimpiade London, Hoketsu berlomba di nomor dressage. ’’Motivasi terbesar saya untuk tetap berkompetisi adalah saya harus selalu berimprovisasi,’’kata Hoketsu.
Hoketsu mencetak 68,72 persen saat menunjukkan kemampuannya di nomor dressage. Sayang, itu belum cukup membuatnya bersaing dalam perburuan medali bersama 25 penunggang kuda lainnya.’’Saya membuat dua atau tiga kesalahan yang tidak seharusnya,’’kata Hoketsu.
Setelah tampil di Olimpiade Tokyo, ia mundur dari gelanggang berkuda. Ia kemudian melanjutkan pendidikan dengan mengambil master ekonomi di Universitas Duke di Durham, Carolina Selatan, Amerika Serikat. Setelah lulus, ia menjadi pengusaha. Namun, ia tidak meninggalkan kecintaannya dalam menunggang kuda. Ia tetap berlatih jam 5 pagi sebelum ke kantor.
Hoketsu atlet tertua kedua yang ikut Olimpiade setelah Oscar Swahn yang meraih medali perak di cabang olahraga menembak pada Olimpiade 1920 di usia 72 tahun. Nah, jika Hoketsu tetap berkompetisi di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, 2016, maka ia akan memecahkan rekor Oscar.
Namun, ia menyalakan sinyal tidak akan tampil di Brasil. Ia mengatakan bukan karena masalah usia, tapi ia kesulitan mendapatkan kuda yang sesuai dengan keinginannya.’’Saya ingin tapi tidak bisa,’’kata Hoketsu."Sangat sulit mencari kuda, dan juga saya terlalu tua.’’
Ia kali pertama berkompetisi di Olimpiade di cabang olahraga berkuda nomor equestrian di Olimpiade Tokyo 1964. Pada penampilannya di Olimpiade London, Hoketsu berlomba di nomor dressage. ’’Motivasi terbesar saya untuk tetap berkompetisi adalah saya harus selalu berimprovisasi,’’kata Hoketsu.
Hoketsu mencetak 68,72 persen saat menunjukkan kemampuannya di nomor dressage. Sayang, itu belum cukup membuatnya bersaing dalam perburuan medali bersama 25 penunggang kuda lainnya.’’Saya membuat dua atau tiga kesalahan yang tidak seharusnya,’’kata Hoketsu.
Setelah tampil di Olimpiade Tokyo, ia mundur dari gelanggang berkuda. Ia kemudian melanjutkan pendidikan dengan mengambil master ekonomi di Universitas Duke di Durham, Carolina Selatan, Amerika Serikat. Setelah lulus, ia menjadi pengusaha. Namun, ia tidak meninggalkan kecintaannya dalam menunggang kuda. Ia tetap berlatih jam 5 pagi sebelum ke kantor.
Hoketsu atlet tertua kedua yang ikut Olimpiade setelah Oscar Swahn yang meraih medali perak di cabang olahraga menembak pada Olimpiade 1920 di usia 72 tahun. Nah, jika Hoketsu tetap berkompetisi di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, 2016, maka ia akan memecahkan rekor Oscar.
Namun, ia menyalakan sinyal tidak akan tampil di Brasil. Ia mengatakan bukan karena masalah usia, tapi ia kesulitan mendapatkan kuda yang sesuai dengan keinginannya.’’Saya ingin tapi tidak bisa,’’kata Hoketsu."Sangat sulit mencari kuda, dan juga saya terlalu tua.’’
(aww)