Wasit tinju diusir dari Olimpiade
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 01:32 WIB
Wasit tinju diusir dari Olimpiade
A
A
A
Sindonews.com – Wasit tinju asal Turkmenistan, Ishanguly Meretnyyazov, harus angkat koper dari Olimpiade London. Meretnyyasov diusir setelah membuat keputusan kontroversial saat memimpin duel antara Magomed Abdulhamidov dari Azerbaijan dengan Satoshi Shimizu (Jepang) di kelas bantam 56 Kg, 1 Agustus lalu.
Meretnyyasov dianggap melakukan kesalahan fatal dengan memenangkan Abdulhamidov yang dijatuhkan enam kali oleh Shimizu. Secara aturan tinju amatir internasional, bila petinju dipukul jatuh tiga kali, wasit seharusnya menghentikan pertandingan. Namun, Meretnyyasov tetap melanjutkan pertarungan meskipun Abdulhamidov dirobohkan Shimizu enam kali.
Yang mengejutkan, Abdulhamidov malah memenangi pertarungan dengan nilai 22-17. Keputusan itu memaksa ofisial Jepang banding. Hasilnya, Asosiasi Tinju Amatir Internasional (AIBA) menganggap Meretnyyasov terbalik dalam menentukan pemenang.
"Saya sangat shock mengetahui skor terakhir,’’kata Shimizu kepada para wartawan seusai pertandingan. "Mengapa bukan saya yang menang? Saya tidak mengerti.’’
Dalam pertarungan tersebut, Shimizu yang berkostum merah membuat Abdulhamidov keteteran. Enam kali dia jatuh dan bangun setelah mendapat bogeman bertubi-tubi dari Shimizu. Namun, ketika pengumuman pemenang, wasit malah memenangkan Abdulhamidov.
Tahun lalu, Azerbaijan diduga membayar kepada AIBA untuk memenangkan petinjunya agar meraih dua medali emas di Olimpiade London. Pertanyaannya? Benarkah kemenangan Abdulhamidov terkait dengan dugaan jual beli kemenangan tersebut?.
Meretnyyasov dianggap melakukan kesalahan fatal dengan memenangkan Abdulhamidov yang dijatuhkan enam kali oleh Shimizu. Secara aturan tinju amatir internasional, bila petinju dipukul jatuh tiga kali, wasit seharusnya menghentikan pertandingan. Namun, Meretnyyasov tetap melanjutkan pertarungan meskipun Abdulhamidov dirobohkan Shimizu enam kali.
Yang mengejutkan, Abdulhamidov malah memenangi pertarungan dengan nilai 22-17. Keputusan itu memaksa ofisial Jepang banding. Hasilnya, Asosiasi Tinju Amatir Internasional (AIBA) menganggap Meretnyyasov terbalik dalam menentukan pemenang.
"Saya sangat shock mengetahui skor terakhir,’’kata Shimizu kepada para wartawan seusai pertandingan. "Mengapa bukan saya yang menang? Saya tidak mengerti.’’
Dalam pertarungan tersebut, Shimizu yang berkostum merah membuat Abdulhamidov keteteran. Enam kali dia jatuh dan bangun setelah mendapat bogeman bertubi-tubi dari Shimizu. Namun, ketika pengumuman pemenang, wasit malah memenangkan Abdulhamidov.
Tahun lalu, Azerbaijan diduga membayar kepada AIBA untuk memenangkan petinjunya agar meraih dua medali emas di Olimpiade London. Pertanyaannya? Benarkah kemenangan Abdulhamidov terkait dengan dugaan jual beli kemenangan tersebut?.
(aww)