Cabang bulu tangkis tak menerapkan Fair Play
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 19:26 WIB
Cabang bulu tangkis tak menerapkan Fair Play
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dedi Gumelar mengatakan cabang olahraga bulu tangkis sangat memalukan bangsa Indonesia serta kontingen olahraga. Hal ini terkait di diskualifikasinya atlet pasangan ganda putri, Greysia Poli/ Meiliana Jauhari pada perempat final Olimpiade London 2012.
“Insiden memalukan ini menurut saya adalah kesalahan bersama pengurus cabang olahraga (Cabor) bulu tangkis. Dimana mereka tidak bisa menerapkan visi Olimpiade yaitu masalah Fair Play (sportifitas),” jelas Dedi Gumelar ketika dihubungi, Jumat (3/8/2012).
Anggota fraksi PDI-Perjuangan ini menambahkan meskipun pengurus sudah merencanakan sesuatu, tapi tetap saja secara keseluruhan tidak berhasil mempertahankan tradisi medali emas.
Kejadian ini adalah masalah mental yang sangat memprihatinkan atlet Indonesia tetapi para atlet tidak bisa disalahkan begitu saja, sebab menurutnya pengurus cabor bulutangkis sudah mempersiapkan rencana ini.
“Sebagai pejuang (atlet) seharusnya mereka tidak melihat kalah atau menang. Tapi, bagaimana mereka dapat menampilkan permainan terbaik,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya tindakan untuk mengalah dalam babak penyisihan, bertujuan agar mereka bisa mendapatkan lawan yang lebih menguntungkan pada babak berikutnya. Pebulutangkis yang diduga mengatur kekalahan berasal dari Indonesia, Cina, dan Korea Selatan.
“Insiden memalukan ini menurut saya adalah kesalahan bersama pengurus cabang olahraga (Cabor) bulu tangkis. Dimana mereka tidak bisa menerapkan visi Olimpiade yaitu masalah Fair Play (sportifitas),” jelas Dedi Gumelar ketika dihubungi, Jumat (3/8/2012).
Anggota fraksi PDI-Perjuangan ini menambahkan meskipun pengurus sudah merencanakan sesuatu, tapi tetap saja secara keseluruhan tidak berhasil mempertahankan tradisi medali emas.
Kejadian ini adalah masalah mental yang sangat memprihatinkan atlet Indonesia tetapi para atlet tidak bisa disalahkan begitu saja, sebab menurutnya pengurus cabor bulutangkis sudah mempersiapkan rencana ini.
“Sebagai pejuang (atlet) seharusnya mereka tidak melihat kalah atau menang. Tapi, bagaimana mereka dapat menampilkan permainan terbaik,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya tindakan untuk mengalah dalam babak penyisihan, bertujuan agar mereka bisa mendapatkan lawan yang lebih menguntungkan pada babak berikutnya. Pebulutangkis yang diduga mengatur kekalahan berasal dari Indonesia, Cina, dan Korea Selatan.
(akr)