Korsel tuntut FIE minta maaf pada Shin A-lam
Sabtu, 04 Agustus 2012 - 02:06 WIB
Korsel tuntut FIE minta maaf pada Shin A-lam
A
A
A
Sindonews.com – Komite Olimpiade Korea Selatan masih tidak terima dengan kekalahan kontroversial atlet anggarnya, Shin A-lam. Mereka mendesak kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk melakukan investigasi atas kekalahan Shin Al-lam saat menghadapi Britta Heidemann dari Jerman di babak semifinal nomor degen, 30 Juli lalu.
Komite Olimpiade Korsel menyatakan akan menunggu respons dari IOC. Mereka juga menunggu permintaan maaf dari Federasi Anggar Internasional (FIE) dan mengembalikan kehormatan Shin A-lam.
Ofisial Komite Olimpiade Korsel Choi Jong-jun mengatakan, permintaan maaf dari Federasi Anggar Internasional (FIE) diiharapkan dapat meredam kekecewaan publik Korsel.
Setelah dinyatakan kalah kontroversial, Shin A-lam menangis sesenggukan di pinggir arena pertandingan sambil menunggu keputusan banding dari juri. Ia tidak terima setelah kalah oleh Heidemann.
Shin A-lam mengatakan, saat Heidemann mendapat nilai tambahan, waktu pertandingan sudah habis. Namun, juri tetap memberikan poin bagi Heidemann.
‘’Ini bukan sekadar masalah keputusan yang salah dari wasit. Melainkan, ini lebih dikarenakan kesalahan sistem,’’kata Choi.’’Dalam sejarah anggar, kejadian ini bisa terjadi dalam hitungan milidetik.’’
Ia berharap IOC bersikap bijaksana dengan tetap memberikan ekstra medali kepada Shin A-lam. Dalam perebutan medali perunggu, Shin A-lam yang terpukul mentalnya gagal setelah dikalahkan oleh atlet China Sun Yujie.
Komite Olimpiade Korsel menyatakan akan menunggu respons dari IOC. Mereka juga menunggu permintaan maaf dari Federasi Anggar Internasional (FIE) dan mengembalikan kehormatan Shin A-lam.
Ofisial Komite Olimpiade Korsel Choi Jong-jun mengatakan, permintaan maaf dari Federasi Anggar Internasional (FIE) diiharapkan dapat meredam kekecewaan publik Korsel.
Setelah dinyatakan kalah kontroversial, Shin A-lam menangis sesenggukan di pinggir arena pertandingan sambil menunggu keputusan banding dari juri. Ia tidak terima setelah kalah oleh Heidemann.
Shin A-lam mengatakan, saat Heidemann mendapat nilai tambahan, waktu pertandingan sudah habis. Namun, juri tetap memberikan poin bagi Heidemann.
‘’Ini bukan sekadar masalah keputusan yang salah dari wasit. Melainkan, ini lebih dikarenakan kesalahan sistem,’’kata Choi.’’Dalam sejarah anggar, kejadian ini bisa terjadi dalam hitungan milidetik.’’
Ia berharap IOC bersikap bijaksana dengan tetap memberikan ekstra medali kepada Shin A-lam. Dalam perebutan medali perunggu, Shin A-lam yang terpukul mentalnya gagal setelah dikalahkan oleh atlet China Sun Yujie.
(aww)