Kalah, Mainaky salahkan Tontowi
Sabtu, 04 Agustus 2012 - 13:03 WIB
Kalah, Mainaky salahkan Tontowi
A
A
A
Sindonews.com - Richard Mainaky pelatih ganda campuran atlet Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, mengatakan kekalahan menghadapi pasangan Denmark saat memperebutkan medali perunggu, akibat mental atlet yang kurang siap. Ini terlihat Tontowi sangat tertekan selama pertandingan.
“Bukan soal kekalahannya, tetapi saya sedih melihat Tontowi yang tidak bisa keluar dari tekanan. Saya perhatikan Liliyana tidak ada masalah, tapi Tontowi yang tertekan sekali,” jelas Richard Mainaky seperti dilansir situs resmi PBSI, Sabtu (4/8/2012).
Mainaky menambahkan saat di set ke dua, dirinya sempat memberikan teguran yang agak keras terhadap Tontowi. Teguran tersebut karena Tontowi sering melakukan kesalahan sendiri. Namun, kekalahan ini bukan diakibatkan teguran tersebut, tetapi beban yang terlalu berat di pikul pasangan ganda campuran ini.
Maklum, pasangan ganda campuran ini merupakan andalan Indonesia untuk mempertahankan tradisi medali emas di olimpiade. Tekanan ini dirasakan Tontowi ketika mulai diberlakukannya sistem gugur saat babak perempat final.
“Saya sempat bilang, kalau bermain seperti ini yang terlihat ketakutan. Lebih baik tidak usah main. Mengenai sisitem gugur sejak di babak penyisihan pasangan ini sangat percaya diri, namun setelah mendengar itu, semuanya berubah,” tambah Mainaky.
“Bukan soal kekalahannya, tetapi saya sedih melihat Tontowi yang tidak bisa keluar dari tekanan. Saya perhatikan Liliyana tidak ada masalah, tapi Tontowi yang tertekan sekali,” jelas Richard Mainaky seperti dilansir situs resmi PBSI, Sabtu (4/8/2012).
Mainaky menambahkan saat di set ke dua, dirinya sempat memberikan teguran yang agak keras terhadap Tontowi. Teguran tersebut karena Tontowi sering melakukan kesalahan sendiri. Namun, kekalahan ini bukan diakibatkan teguran tersebut, tetapi beban yang terlalu berat di pikul pasangan ganda campuran ini.
Maklum, pasangan ganda campuran ini merupakan andalan Indonesia untuk mempertahankan tradisi medali emas di olimpiade. Tekanan ini dirasakan Tontowi ketika mulai diberlakukannya sistem gugur saat babak perempat final.
“Saya sempat bilang, kalau bermain seperti ini yang terlihat ketakutan. Lebih baik tidak usah main. Mengenai sisitem gugur sejak di babak penyisihan pasangan ini sangat percaya diri, namun setelah mendengar itu, semuanya berubah,” tambah Mainaky.
(wbs)