Trianingsih harapan terakhir Indonesia
Minggu, 05 Agustus 2012 - 11:27 WIB
Trianingsih harapan terakhir Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Kontingen Indonesia masih memiliki harapan menambah pundi perolehan medali di Olimpiade 2012, London, Inggris. Kini, kontingen Merah Putih tinggal bergantung kepada pelari mungil Trianingsih di cabang lari maraton, hari ini.
Trianingsih akan tampil pukul 11.00 waktu setempat atau pukul 17.00 WIB. Dengan capaian yang telah dibuat Trianingsih, terutama mendapatkan medali emas di SEA Games 2007 dan 2009, pelari asal Salatiga, Jawa Tengah, itu diharapkan bisa memberikan yang terbaik di London nanti.
Apalagi,Trianingsih sempat mencatat capaian waktu fenomenal ketika tampil di nomor maraton Asian Games 2010, Guangzhou, China, yakni 2 jam dan 31 menit. Saat itu, Trianingsih harus puas bercokol di peringkat 4. Namun, berdasarkan rekor lari maraton, Trianingsih wajib melakukan upaya maksimal hari ini. Sebab, waktu terbaik yang dibuatnya di Guangzhou tak akan cukup jika dibandingkan rekor dunia milik pelari Inggris Raya Paula Radcliffe dengan waktu 2 jam, 15 menit, 25 detik.
Bahkan,capaian waktu Trianingsih masih kalah jika dibandingkan rekor Olimpiade milik pelari Jepang Naoko Takahashi dengan waktu 2:23:14. Trianingsih jelas berat jika harus mengalahkan rekor nomor maraton tersebut. Namun, dia masih memiliki harapan mengharumkan Indonesia di nomor itu.
Paling tidak, momentum nanti akan dia jadikan ajang pembuktian bahwa masyarakat Indonesia memiliki karakteristik yang kuat. Kenapa tidak, karena Trianingsih menilai lari maraton membutuhkan ketahanan fisik yang luar biasa. Bahkan, dia berani menjamin tak semua atlet betah menjalani rutinitas maraton.
“Saya tentu akan berupaya keras mendapatkan hasil terbaik. Jika pun gagal, saya tentu tak ingin menyerah karena tak mudah mengatasi rintangan di nomor ini,” tandasnya.
Karena itu, dia tak ingin memasang target terlalu tinggi. Dia khawatir target itu akan menjadi beban saat menjalani perlombaan nanti. Trianingsih pun takut akan mengecewakan masyarakat di Tanah Air jika gagal mewujudkan ambisi yang telah dibuat.
“Siapa pun atlet, termasuk saya, menginginkan hasil terbaik. Tapi, saya tentu harus realistis menghadapi situasi di lapangan nanti. Intinya, saya akan memberikan segalanya karena tak ingin mengecewakan diri sendiri dan juga masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Trianingsih akan tampil pukul 11.00 waktu setempat atau pukul 17.00 WIB. Dengan capaian yang telah dibuat Trianingsih, terutama mendapatkan medali emas di SEA Games 2007 dan 2009, pelari asal Salatiga, Jawa Tengah, itu diharapkan bisa memberikan yang terbaik di London nanti.
Apalagi,Trianingsih sempat mencatat capaian waktu fenomenal ketika tampil di nomor maraton Asian Games 2010, Guangzhou, China, yakni 2 jam dan 31 menit. Saat itu, Trianingsih harus puas bercokol di peringkat 4. Namun, berdasarkan rekor lari maraton, Trianingsih wajib melakukan upaya maksimal hari ini. Sebab, waktu terbaik yang dibuatnya di Guangzhou tak akan cukup jika dibandingkan rekor dunia milik pelari Inggris Raya Paula Radcliffe dengan waktu 2 jam, 15 menit, 25 detik.
Bahkan,capaian waktu Trianingsih masih kalah jika dibandingkan rekor Olimpiade milik pelari Jepang Naoko Takahashi dengan waktu 2:23:14. Trianingsih jelas berat jika harus mengalahkan rekor nomor maraton tersebut. Namun, dia masih memiliki harapan mengharumkan Indonesia di nomor itu.
Paling tidak, momentum nanti akan dia jadikan ajang pembuktian bahwa masyarakat Indonesia memiliki karakteristik yang kuat. Kenapa tidak, karena Trianingsih menilai lari maraton membutuhkan ketahanan fisik yang luar biasa. Bahkan, dia berani menjamin tak semua atlet betah menjalani rutinitas maraton.
“Saya tentu akan berupaya keras mendapatkan hasil terbaik. Jika pun gagal, saya tentu tak ingin menyerah karena tak mudah mengatasi rintangan di nomor ini,” tandasnya.
Karena itu, dia tak ingin memasang target terlalu tinggi. Dia khawatir target itu akan menjadi beban saat menjalani perlombaan nanti. Trianingsih pun takut akan mengecewakan masyarakat di Tanah Air jika gagal mewujudkan ambisi yang telah dibuat.
“Siapa pun atlet, termasuk saya, menginginkan hasil terbaik. Tapi, saya tentu harus realistis menghadapi situasi di lapangan nanti. Intinya, saya akan memberikan segalanya karena tak ingin mengecewakan diri sendiri dan juga masyarakat Indonesia,” ujarnya.
(akr)