Raih perunggu, atlet senam Inggris batal pensiun
Selasa, 07 Agustus 2012 - 14:06 WIB
Raih perunggu, atlet senam Inggris batal pensiun
A
A
A
Sindonews.com - Atlet senam Inggris Raya, Beth Tweddle mengaku kemenangan meraih medali perunggu di Olimpiade London 2012 membuatnya kembali memikirkan untuk memperpanjang karirnya di cabang olahraga senam.
"Karir saya selesai dengan sempurna. Perasaan saya akan hancur ketika tidak mendapatkan satu medali pun, tapi saya selalu mencatatkan nama di setiap turnamen dan itu sangat menakjubkan. Dan kemenangan ini dapat membuat tidur saya lebih mudah," jelas Tweddle seperti dilansir Sky Sports, Selasa (7/8/2012).
Atlet senam berusia 27 tahun tersebut telah mengumpulkan sejumlah penghargaan dari cabang olahraga senam ini. Tweddle berhasil meraih tiga kali juara dunia, enam kali juara Eropa, dan tujuh medali selama Olimpiade berlangsung.
Tweddle sendiri berhasil memperoleh nilai 15,91 yang membawanya meraih medali perunggu. Sementara pesaingnya asal Rusia, Aliya Mustafina yang meraih medali emas mengumpulkan poin lebih banyak yaitu 16,13, sedangkan medali perak disabet pesenam asal Cina, Kexin dengan nilai 15,93.
Ia juga mengakui prestasi yang didapatnya ini sangat mengesankan dimana sebelum ajang olahraga terbesar di dunia tersebut berlangsung Tweddle sempat menjalani operasi di lutut kirinya. Namun, dia bersikeras akan tampil di Olimpiade dan itu telah Tweddle buktikan dengan meraih medali perunggu.
Dia menambahkan sebelumnya pengurus Inggris Raya, secara tiba-tiba telah memutuskan Tweddle harus ikut dalam ajang olahraga terbesar sejagat tersebut dan itu sangat mengejutkan serta Tweddle tidak bisa memutuskan apa-apa.
"Saya belum memutuskan apa yang saya akan lakukan, namun saya sudah di daftarkan masuk ke dalam tim senam. Saya berpikir kesempatan tidak akan datang dua kali meskipun saya sempat mengalami cedera," katanya.
"Saya ingin dikenal sebagai orang yang berprestasi dan ketika saya memutuskan untuk pensiun, semua orang masih mengingat karir yang pernah saya ukir," tambahnya.
"Karir saya selesai dengan sempurna. Perasaan saya akan hancur ketika tidak mendapatkan satu medali pun, tapi saya selalu mencatatkan nama di setiap turnamen dan itu sangat menakjubkan. Dan kemenangan ini dapat membuat tidur saya lebih mudah," jelas Tweddle seperti dilansir Sky Sports, Selasa (7/8/2012).
Atlet senam berusia 27 tahun tersebut telah mengumpulkan sejumlah penghargaan dari cabang olahraga senam ini. Tweddle berhasil meraih tiga kali juara dunia, enam kali juara Eropa, dan tujuh medali selama Olimpiade berlangsung.
Tweddle sendiri berhasil memperoleh nilai 15,91 yang membawanya meraih medali perunggu. Sementara pesaingnya asal Rusia, Aliya Mustafina yang meraih medali emas mengumpulkan poin lebih banyak yaitu 16,13, sedangkan medali perak disabet pesenam asal Cina, Kexin dengan nilai 15,93.
Ia juga mengakui prestasi yang didapatnya ini sangat mengesankan dimana sebelum ajang olahraga terbesar di dunia tersebut berlangsung Tweddle sempat menjalani operasi di lutut kirinya. Namun, dia bersikeras akan tampil di Olimpiade dan itu telah Tweddle buktikan dengan meraih medali perunggu.
Dia menambahkan sebelumnya pengurus Inggris Raya, secara tiba-tiba telah memutuskan Tweddle harus ikut dalam ajang olahraga terbesar sejagat tersebut dan itu sangat mengejutkan serta Tweddle tidak bisa memutuskan apa-apa.
"Saya belum memutuskan apa yang saya akan lakukan, namun saya sudah di daftarkan masuk ke dalam tim senam. Saya berpikir kesempatan tidak akan datang dua kali meskipun saya sempat mengalami cedera," katanya.
"Saya ingin dikenal sebagai orang yang berprestasi dan ketika saya memutuskan untuk pensiun, semua orang masih mengingat karir yang pernah saya ukir," tambahnya.
(akr)