Keluarga korban tragedi Munich, kecam Presiden IOC
Selasa, 07 Agustus 2012 - 16:00 WIB
Keluarga korban tragedi Munich, kecam Presiden IOC
A
A
A
Sindonews.com - Perwakilan keluarga korban Olimpiade Munich pada 1972, Ankie Spitzer dan Ilana Romano mengecam tindakan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang tidak melakukan peringatan resmi seperti mengheningkan cipta, terkait tragedi tersebut.
Romano yang mewakili pelatih, atlet serta pejabat yang tewas dalam tragedi tersebut, mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan pihak IOC, namun hingga saat ini tanggapan atau sikap yang ditunjukan belum ada. Keluarga yang menjadi korban bersumpah untuk melanjutkan upaya ini untuk mendapatkan keinginan mereka yaitu penghormatan setiap tanggal peristiwa itu.
Sebenarnya peringatan tragedi tersebut telah dilakukan sejak Olimpiade berlangsung di Sydney pada tahun 2000 silam. Namun, penyelenggaraan itu dilaksanakan oleh Israel dan bukan oleh IOC, sebab Presiden IOC, Jacques Rogge sempat menolak aksi mengheningkan cipta selama satu menit.
Spitzer mengatakan peringatan penghormatan atas tragedi di Olimpiade 1972 tersebut sudah terdengar di seluruh dunia, tapi hanya IOC yang tetap tidak memperdulikan peristiwa besar itu. Ia menambahkan IOC memiliki prioritas yang tidak memungkinkan untuk memperhatikan para korban untuk penghormatan pada upacara pembukaan Olimpiade.
"Apakah IOC hanya tertarik pada kekuasaan, uang dan politik bahwa mereka telah lupa apa yang seharusnya mereka lakukan yaitu Perdamaian persaudaraan dan fair play,” kata Spitzer Seperti dilansir Reuters, Selasa (7/8/2012).
Sementara Romano mengatakan “IOC tetap buta serta tuli dan mereka di serang saat Olimpiade dimana tempat yang tepat untuk mengingat mereka adalah pada saat upacara pembukaan berlangsung,” katanya.
Romano yang mewakili pelatih, atlet serta pejabat yang tewas dalam tragedi tersebut, mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan pihak IOC, namun hingga saat ini tanggapan atau sikap yang ditunjukan belum ada. Keluarga yang menjadi korban bersumpah untuk melanjutkan upaya ini untuk mendapatkan keinginan mereka yaitu penghormatan setiap tanggal peristiwa itu.
Sebenarnya peringatan tragedi tersebut telah dilakukan sejak Olimpiade berlangsung di Sydney pada tahun 2000 silam. Namun, penyelenggaraan itu dilaksanakan oleh Israel dan bukan oleh IOC, sebab Presiden IOC, Jacques Rogge sempat menolak aksi mengheningkan cipta selama satu menit.
Spitzer mengatakan peringatan penghormatan atas tragedi di Olimpiade 1972 tersebut sudah terdengar di seluruh dunia, tapi hanya IOC yang tetap tidak memperdulikan peristiwa besar itu. Ia menambahkan IOC memiliki prioritas yang tidak memungkinkan untuk memperhatikan para korban untuk penghormatan pada upacara pembukaan Olimpiade.
"Apakah IOC hanya tertarik pada kekuasaan, uang dan politik bahwa mereka telah lupa apa yang seharusnya mereka lakukan yaitu Perdamaian persaudaraan dan fair play,” kata Spitzer Seperti dilansir Reuters, Selasa (7/8/2012).
Sementara Romano mengatakan “IOC tetap buta serta tuli dan mereka di serang saat Olimpiade dimana tempat yang tepat untuk mengingat mereka adalah pada saat upacara pembukaan berlangsung,” katanya.
(akr)