Yelena Isinbayeva gagal raih emas beruntun
Rabu, 08 Agustus 2012 - 11:04 WIB
Yelena Isinbayeva gagal raih emas beruntun
A
A
A
Sindonews.com - Atlet Rusia Yelena Isinbayeva yang berambisi meraih emas ketiga di tiga Olimpiade beruntun harus kandas. Atlet lompat galah asal Rusia itu harus puas dengan menempati peringkat ketiga dan berhak atas perunggu.
Isinbayeva datang ke London dengan sejuta asa. Dia ingin memecahkan rekor di Olimpiade dengan merebut emas di tiga Olimpiade beruntun yang dijalaninya. Sayangnya, atlet berusia 30 tahun ini gagal meraih hasil maksimal. Pemegang rekor dunia lompat galah outdoor 5,06 meter dan indoor 5,01 meter tersebut hanya mampu melakukan lompatan setinggi 4,70 meter pada final nomor itu.
Dia gagal melampaui lompatan atlet Amerika Serikat Jennifer Suhr yang menorehkan lompatan 4,75 meter dan merebut medali emas nomor tersebut. Sementara medali perak direbut atlet lompat galah Kuba Yarisley Silva yang juga mencatatkan lompatan setinggi 4,75 meter.
Hasil ini tentu sangat mengecewakan. Sebab, ini hasil terburuk Isinbayeva setelah mencatatkan medali emas di Olimpiade 2004 Athena dan Olimpiade 2008 Beijing. Padahal, tadinya dia berharap bisa mempersembahkan emas Olimpiade terakhir saat berlaga di London.
Karena itu,dengan kegagalan meraih medali emas ini, Isinbayeva pun akan membatalkan rencana pensiunnya.Dia menyatakan akan membayar semua kegagalannya pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro,Brasil. Sebab, dia pernah berikrar untuk menutupi karier keatletannya dengan emas Olimpiade.
“Rencana saya di London tentu saja memenangkan medali emas dan kemudian saya pensiun. Dengan kondisi sekarang,saya tidak ingin pensiun dengan medali perunggu,” kata Isinbayeva, dilansir BBC.
“Sekarang saya akan kembali berpikir tentang Rio. Mungkin saya bisa mendapatkan medali emas di sana.Baru setelah itu saya pensiun,” ujarnya.
Isinbayeva memang begitu menyesali dengan kegagalannya meraih emas. Apalagi, kekalahan tersebut tak lepas dari belum pulih totalnya cedera paha kiri yang dialami sejak Mei lalu. Bahkan, dia hanya bisa mempersiapkan diri selama 10 hari untuk persaingan di London 2012 tersebut. Selama dua bulan, dia tidak melakukan latihan seperti melompat dan berlari. Jadi, wajar jika hasilnya tidak begitu maksimal.
“Saya bisa pulih dari cedera itu.Tapi,itu tidak banyak membantu saya untuk persiapan Olimpiade.Saya hanya memiliki 10 hari latihan dan fokus terhadap event akbar ini,” ucap Isinbayeva.
“Tidak mungkin saya mengubah sesuatu dalam 10 hari.Jika saya tahu akan pulang dengan membawa perunggu, mungkin saya tidak datang.Sebab,saya selalu berjuang untuk meraih emas,” ujarnya.
Dengan persiapan waktu yang sangat singkat itu, sebetulnya tak banyak atlet bisa seperti Isinbayeva yang mampu meraih medali perunggu. Hebatnya,ini membuatnya menjadi salah satu atlet yang paling dominan di trek dan lapangan sampai saat ini.
Terutama, karena dia adalah peraih gelar Olimpiade dan pemegang rekor dunia lompat galah outdor dan indoor. Yang jelas, atlet terbaik lompat galah dunia ini hanya mengandalkan pengalaman bertanding saja di London. Meski kebugaran tidak mendukungnya, dia tetap berusaha bermain baik.
Namun, dia masih merasa hasil ini merupakan prestasi yang besar baginya. Ini lantaran setelah meraih emas pada Olimpiade empat tahun lalu,dia mengalami krisis gelar. Selama empat tahun,dia hanya meraih satu medali ketika mendapatkan emas pada ajang kejuaraan dunia atletik indoor 2012 di Istanbul,Turki. “Jujur saja,medali perunggu ini seperti emas,” tutur Isinbayeva.
“Pada beberapa tahun terakhir, sejak Beijing hingga London,saya begitu kesulitan meraih prestasi. Saya lebih banyak kesulitan mengatasi fisik dan mental,” tandasnya.
Isinbayeva datang ke London dengan sejuta asa. Dia ingin memecahkan rekor di Olimpiade dengan merebut emas di tiga Olimpiade beruntun yang dijalaninya. Sayangnya, atlet berusia 30 tahun ini gagal meraih hasil maksimal. Pemegang rekor dunia lompat galah outdoor 5,06 meter dan indoor 5,01 meter tersebut hanya mampu melakukan lompatan setinggi 4,70 meter pada final nomor itu.
Dia gagal melampaui lompatan atlet Amerika Serikat Jennifer Suhr yang menorehkan lompatan 4,75 meter dan merebut medali emas nomor tersebut. Sementara medali perak direbut atlet lompat galah Kuba Yarisley Silva yang juga mencatatkan lompatan setinggi 4,75 meter.
Hasil ini tentu sangat mengecewakan. Sebab, ini hasil terburuk Isinbayeva setelah mencatatkan medali emas di Olimpiade 2004 Athena dan Olimpiade 2008 Beijing. Padahal, tadinya dia berharap bisa mempersembahkan emas Olimpiade terakhir saat berlaga di London.
Karena itu,dengan kegagalan meraih medali emas ini, Isinbayeva pun akan membatalkan rencana pensiunnya.Dia menyatakan akan membayar semua kegagalannya pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro,Brasil. Sebab, dia pernah berikrar untuk menutupi karier keatletannya dengan emas Olimpiade.
“Rencana saya di London tentu saja memenangkan medali emas dan kemudian saya pensiun. Dengan kondisi sekarang,saya tidak ingin pensiun dengan medali perunggu,” kata Isinbayeva, dilansir BBC.
“Sekarang saya akan kembali berpikir tentang Rio. Mungkin saya bisa mendapatkan medali emas di sana.Baru setelah itu saya pensiun,” ujarnya.
Isinbayeva memang begitu menyesali dengan kegagalannya meraih emas. Apalagi, kekalahan tersebut tak lepas dari belum pulih totalnya cedera paha kiri yang dialami sejak Mei lalu. Bahkan, dia hanya bisa mempersiapkan diri selama 10 hari untuk persaingan di London 2012 tersebut. Selama dua bulan, dia tidak melakukan latihan seperti melompat dan berlari. Jadi, wajar jika hasilnya tidak begitu maksimal.
“Saya bisa pulih dari cedera itu.Tapi,itu tidak banyak membantu saya untuk persiapan Olimpiade.Saya hanya memiliki 10 hari latihan dan fokus terhadap event akbar ini,” ucap Isinbayeva.
“Tidak mungkin saya mengubah sesuatu dalam 10 hari.Jika saya tahu akan pulang dengan membawa perunggu, mungkin saya tidak datang.Sebab,saya selalu berjuang untuk meraih emas,” ujarnya.
Dengan persiapan waktu yang sangat singkat itu, sebetulnya tak banyak atlet bisa seperti Isinbayeva yang mampu meraih medali perunggu. Hebatnya,ini membuatnya menjadi salah satu atlet yang paling dominan di trek dan lapangan sampai saat ini.
Terutama, karena dia adalah peraih gelar Olimpiade dan pemegang rekor dunia lompat galah outdor dan indoor. Yang jelas, atlet terbaik lompat galah dunia ini hanya mengandalkan pengalaman bertanding saja di London. Meski kebugaran tidak mendukungnya, dia tetap berusaha bermain baik.
Namun, dia masih merasa hasil ini merupakan prestasi yang besar baginya. Ini lantaran setelah meraih emas pada Olimpiade empat tahun lalu,dia mengalami krisis gelar. Selama empat tahun,dia hanya meraih satu medali ketika mendapatkan emas pada ajang kejuaraan dunia atletik indoor 2012 di Istanbul,Turki. “Jujur saja,medali perunggu ini seperti emas,” tutur Isinbayeva.
“Pada beberapa tahun terakhir, sejak Beijing hingga London,saya begitu kesulitan meraih prestasi. Saya lebih banyak kesulitan mengatasi fisik dan mental,” tandasnya.
(akr)